Inilah Amal Kebajikan yang Harus Disegerakan

Rabu, 24 April 2024 - 10:44 WIB
loading...
Inilah Amal Kebajikan...
Dalam Islam, ada amalan kebaikan atau melaksanakan kebajikan yang harus disegerakan dan tidak boleh ditunda-tunda, salah satunya menyegerekan hidangan untuk tamu. Foto ilustrasi/SINDOnews
A A A
Dalam Islam, ada amal kebaikan atau melaksanakan kebajikan yang harus disegerakan atau tidak boleh ditunda-tunda. Amal kebajikan apa saja itu?

Dalam kitabnya Takhrij Ahadits Ihya’ Ulumiddin, karya Murtadha Az-Zabiidi dijelaskan :

اَلْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا فِي خَمْسَةٍ فَإِنَّهَا مِنْ سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَتَجْهِيْزُ الْمَيِّتِ وَتَزْوِيْجُ الْبِكْرِ وَقَضَاءِ الدَّيْنِ وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ


“Tergesa-gesa itu merupakan perbuatan setan, kecuali bersegera dalam lima hal yang merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; Pertama, menghidangkan makanan. Kedua, menguburkan jenazah. Ketiga, menikahkan anak gadis. Keempat, melunasi hutang. Kelima, bert0bat dari dosa dan kesalahan.”

Dari pernyataan di atas mengandung pesan tentang larangan dan anjuran. Larangan tergesa-gesa dan anjuran untuk bersegera. Ustaz Nofriyanto, Dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA GONTOR, menjelaskan bahwa amal kebajikan yang harus disegerakan tersebut, antara lain:

1. Menyiapkan Hidangan bagi Tamu

Menjaga perasaan saudara muslim yang lain merupakan ajaran Islam yang senantiasa ditanamkan baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini adalah Kebajikan yang harus disegerakan.

Mengapa demikian? Karena sifat mukmin sejati adalah mereka yang mampu membuat saudara mukmin yang lain merasa aman dari lisan dan tangannya. Coba bayangkan apabila tamu datang ke rumah kita. Apalagi kita yang mengundangnya. Lebih-lebih waktu makan. Bukankah lebih baik dan lebih bijak bagi kita untuk segera menghidangkan makanan dan minuman baginya?

Betapa tidak nyamannya tamu apabila tuan rumah dengan santai dan lamanya apalagi menunda-nundanya? Padahal Islam mengajarkan kita untuk menghormati tamu. Dan menyegerakan hidangan saat seperti ini merupakan wujud nyata kita memuliakannya.

Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memasukkannya dalam kategori konsekuensi iman? Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, dalam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَه


“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.”(HR Bukhari dan Muslim)

2. Menguburkan Jenazah

Menguburkan jenazah merupakan Kebajikan yang harus disegerakan. Ada dua hikmah dari perbuatan kedua yang harus disegerakan ini. Pertama, apabila jenazah itu saleh (baik), maka hal demikian merupakan kebaikan yang kita segerakan untuknya. Tapi jika tidak saleh, maka hal demikian merupakan keburukan yang kita lepaskan bebannya dari pundak-pundak kita.

3.Menikahkan Anak Gadis

Pernikahan merupakan solusi terbaik untuk menjaga kehormatan. Kehormatan dari perbuatan haram dan segala macam keburukan. Oleh sebab itu, ini merupakan Kebajikan yang harus disegerakan.

Bukankah Rasulullah telah mengingatkan melalui sabda-Nya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi hadits nomor 1084,

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ


“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

4. Melunasi Hutang

Melunasi hutang merupakan Kebajikan yang harus disegerakan dan tidak boleh ditunda-tunda.

Salah satu hikmah dari bersegera melunasi hutang agar kita jauh dari kezhaliman. Padahal dosa zhalim termasuk salah satu dosa besar. Zalim di sini maksudnya sengaja menunda-nunda membayar hutang apalagi sampai berniat tidak ingin melunasinya. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, hadits nomor 220,

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ


“Menunda-nunda membayar utang bagi orang yang mampu (membayar) adalah kezaliman.”

5. Bersegera Bertobat

Allah subhanahu wata’ala sangat cinta kepada hamba-Nya yang bergegas meraih ampunan dan kembali kepada jalan-Nya. Kecintaan Allah subhanahu wata’ala melebihi kecintaan makhluk itu sendiri kepada selain-Nya.

Allah subhanahu wata’ala tidak pernah bosan kepada hamba-Nya. Allah subhanahu wata’ala juga tidak pernah memutuskan hubungan-Nya dengan hamba-Nya yang beriman.

Saat hamba-Nya berbuat dosa sejatinya mereka sendirilah yang bosan, lupa diri yang akhirnya menjauh dari-Nya. Bukankah Rasulullah telah mengingatkan hal ini dalam haditsnya, diriwayatkan oleh Imam Muslim, hadits nomor 2747,

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ، مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلَاةٍ، فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ، فَأَيِسَ مِنْهَا، فَأَتَى شَجَرَةً، فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا، وقَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ، فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا، قَائِمَةً عِنْدَهُ، فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا، ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ: اللهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ! أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَح


“Allah lebih gembira untuk menerima tobat hamba-Nya daripada salah seorang dari kalian yang awalnya berada di atas tunggangannya di gurun pasir, kemudian tunggannya itu terlepas darinya, padahal di situ ada bekal makan dan minumnya. Saat putus asa, dia mendatangi sebuah pohon untuk berteduh di bawahnya. Dia telah putus asa untuk mendapatkan kembali tunggangannya. Dalam keadaan demikian itu, tunggangannya kembali, berada disisinya. Dia pun mengambil tali kekang tunggangannya dan berujar kegirangan, ‘Wahai Allah, engkau adalah hambaku dan aku Tuhan-Mu.’ Dia keliru karena sangat bergembira.”

Baca juga: Hadis Arbain: Amalan Kebaikan Itu Dilipatgandakan

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Usai Ramadan Pergi,...
Usai Ramadan Pergi, Jadilah Hamba Allah yang Istiqamah
7 Cara Mempertahankan...
7 Cara Mempertahankan Spirit Ramadan dalam Amal Ibadah
3 Anugerah Luar Biasa...
3 Anugerah Luar Biasa yang Datang dari Rumah, Kaum Muslim wajib Tahu!
Kumpulan Doa agar Amal...
Kumpulan Doa agar Amal Ibadah Mendapat Pahala
7 Kebaikan Ini akan...
7 Kebaikan Ini akan Didapat Orang Sabar, Apa Saja?
Hati-hati, Ternyata...
Hati-hati, Ternyata Utang Bisa Menghapus Kebaikan!
Rekomendasi
3 Fakta Orbit Planet...
3 Fakta Orbit Planet di Tata Surya yang Sesuai dengan Penjelasan di Al Quran
Cari Tahu Pemicu Musnahnya...
Cari Tahu Pemicu Musnahnya Dinosaurus, Tanda-tanda Kiamat Ditemukan di Dasar Laut
Mengapa Salju Berwarna...
Mengapa Salju Berwarna Putih tapi Air Tampak Jernih?
Artikel Terkini
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Quran tentang Kekayaan, Panduan Mencari dan Mengelola Harta Halal
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Kapan Harta Menjadi...
Kapan Harta Menjadi Tercela? Ini Sikap yang Menyebabkannya
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Korupsi Merupakan Karakter...
Korupsi Merupakan Karakter Orang Munafik, Dosanya Mengerikan!
Infografis
Kaum Muslim Harus Tahu,...
Kaum Muslim Harus Tahu, Ini 9 Peristiwa Penting di Bulan Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved