Kisah Pasukan Muslim Menumpas Kekuasaan Para Kisra Persia
Kamis, 25 April 2024 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian
Politik Iskandar membiarkan kekuasaan dalam negeri di tangan anak negeri. Itu sebabnya para penguasa Persia itu tetap dengan kekuasaan masing-masing, seperti dulu ketika mereka mengangkat diri sendiri sebagai raja-raja di seluruh wilayah itu.
Mereka lebih kuat lagi berpegang pada kerajaan itu. Sesudah masa kekuasaan Iskandar, Persia kembali memperoleh kemerdekaannya, diperintah oleh keluarga Sasani sebagai Kisra, dengan Mada'in sebagai ibu kotanya, kendati pangeran-pangeran dan para marzaban itu tetap dengan kekuasaan mereka di wilayahnya masing-masing.
Dinasti Sasani di Persia ini kembali dengan sejarah lamanya, berperang dan mengadakan perluasan wilayah. Mereka memperoleh kekayaan yang melimpah dari berbagai kawasan yang mereka kuasai itu, membuat warganya cenderung hidup mewah dengan cara yang mencolok.
Selama bertahun-tahun Persia sudah merasa puas dengan segala kemewahan itu dengan berbagai cara yang beraneka macam. Ini membuat mereka sedikit demi sedikit makin terdorong oleh nafsu kehidupan dunia.
Akibatnya yang mereka wariskan kepada bangsanya adalah kelemahan, dan sifat-sifat kepahlawanan serta keberanian yang semula menjadi kebanggaan leluhur mereka berangsur surut.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kesedihan Khalifah Umar Atas Syahidnya Nu'man
Di samping itu mereka tidak pula menyiapkan gantinya berupa kesungguhan hati dan ketabahan yang akan menumbuhkan peradaban yang sehat ke dalam jiwa mereka yang mewarisinya itu.
Sedikit demi sedikit kekuasaan mereka berangsur menyusut. Dalam abad ketujuh Masehi, untuk mengembalikan kekuatan dan kekuasaan itu mereka mencoba memerangi Romawi. Mereka berhasil dan dapat menguasai Baitulmukadas dan Mesir.
Kekalahan Romawi menghadapi Persia ini karena rusaknya pemerintahan dan sistem organisasi yang memang sudah merajalela.
Politik Iskandar membiarkan kekuasaan dalam negeri di tangan anak negeri. Itu sebabnya para penguasa Persia itu tetap dengan kekuasaan masing-masing, seperti dulu ketika mereka mengangkat diri sendiri sebagai raja-raja di seluruh wilayah itu.
Mereka lebih kuat lagi berpegang pada kerajaan itu. Sesudah masa kekuasaan Iskandar, Persia kembali memperoleh kemerdekaannya, diperintah oleh keluarga Sasani sebagai Kisra, dengan Mada'in sebagai ibu kotanya, kendati pangeran-pangeran dan para marzaban itu tetap dengan kekuasaan mereka di wilayahnya masing-masing.
Dinasti Sasani di Persia ini kembali dengan sejarah lamanya, berperang dan mengadakan perluasan wilayah. Mereka memperoleh kekayaan yang melimpah dari berbagai kawasan yang mereka kuasai itu, membuat warganya cenderung hidup mewah dengan cara yang mencolok.
Selama bertahun-tahun Persia sudah merasa puas dengan segala kemewahan itu dengan berbagai cara yang beraneka macam. Ini membuat mereka sedikit demi sedikit makin terdorong oleh nafsu kehidupan dunia.
Akibatnya yang mereka wariskan kepada bangsanya adalah kelemahan, dan sifat-sifat kepahlawanan serta keberanian yang semula menjadi kebanggaan leluhur mereka berangsur surut.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kesedihan Khalifah Umar Atas Syahidnya Nu'man
Di samping itu mereka tidak pula menyiapkan gantinya berupa kesungguhan hati dan ketabahan yang akan menumbuhkan peradaban yang sehat ke dalam jiwa mereka yang mewarisinya itu.
Sedikit demi sedikit kekuasaan mereka berangsur menyusut. Dalam abad ketujuh Masehi, untuk mengembalikan kekuatan dan kekuasaan itu mereka mencoba memerangi Romawi. Mereka berhasil dan dapat menguasai Baitulmukadas dan Mesir.
Kekalahan Romawi menghadapi Persia ini karena rusaknya pemerintahan dan sistem organisasi yang memang sudah merajalela.
Lihat Juga :