Menumpas Kekuasaan Para Kisra: Perintah Khalifah Umar untuk Membebaskan Isfahan
Kamis, 25 April 2024 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Raja-raja memilih kota ini sebagai tempat tinggal mereka. Letak Isfahan di ujung daerah pegunungan dari arah selatan, yaitu yang subur dan luas, dihubungkan dengan jalan-jalan yang sudah dibuat padat ke semua jurusan dalam kerajaan itu. Jalan yang menuju ke Ray melalui Qasyan kemudian Qum.
Sementara pasukan Ibn Itban dalam perjalanan itu tertemu dengan sebuah angkatan bersenjata Persia yang amat besar di luar kota Isfahan.
Tanpa menunda lagi komandan angkatan bersenjata ini langsung menyambutnya dengan serangan serentak. Maka segera terjadilah pertempuran sengit yang hebat sekali. Di barisan depan pasukan Persia ada seorang orang tua, yakni Syahriar Jazuweh.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian
Dia adalah seorang pahlawan Persia yang tidak banyak jumlahnya, pejuang, yang bila di medan perang tak ada lawan yang tahan menghadapinya.
Ia melihat pertempuran sudah mulai goyah dan melihat mayat-mayat Persia yang sudah bertambah begitu banyak dikhawatirkan akan menimbulkan rasa lemah dalam hati yang lain. Maka ia maju ke barisan pertama dan ketika ia menantang pasukan Muslimin yang mau tampil menghadapinya, ia disambut oleh Abdullah bin Warga' ar-Rayahi yang langsung menghadapinya dan berhasil membunuhnya.
Melihat pahlawan mereka yang luar biasa itu terkapar mati, pasukan Persia jadi gugup. Setelah mereka dikeluarkan dari rustaq (distrik pedesaan) itu, pasukan Muslimin masuk ke sana dan daerah itu diberi nama "Rustaq Syaikh."
Pasukan Persia mundur ke Jay, berlindung di balik tembok-tembok Isfahan, sementara pasukan Muslimin tinggal di daerah-daerah baru itu menyusun rencana untuk menyerang kota besar yang amat kuat itu.
Sementara pasukan Ibn Itban dalam perjalanan itu tertemu dengan sebuah angkatan bersenjata Persia yang amat besar di luar kota Isfahan.
Tanpa menunda lagi komandan angkatan bersenjata ini langsung menyambutnya dengan serangan serentak. Maka segera terjadilah pertempuran sengit yang hebat sekali. Di barisan depan pasukan Persia ada seorang orang tua, yakni Syahriar Jazuweh.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian
Dia adalah seorang pahlawan Persia yang tidak banyak jumlahnya, pejuang, yang bila di medan perang tak ada lawan yang tahan menghadapinya.
Ia melihat pertempuran sudah mulai goyah dan melihat mayat-mayat Persia yang sudah bertambah begitu banyak dikhawatirkan akan menimbulkan rasa lemah dalam hati yang lain. Maka ia maju ke barisan pertama dan ketika ia menantang pasukan Muslimin yang mau tampil menghadapinya, ia disambut oleh Abdullah bin Warga' ar-Rayahi yang langsung menghadapinya dan berhasil membunuhnya.
Melihat pahlawan mereka yang luar biasa itu terkapar mati, pasukan Persia jadi gugup. Setelah mereka dikeluarkan dari rustaq (distrik pedesaan) itu, pasukan Muslimin masuk ke sana dan daerah itu diberi nama "Rustaq Syaikh."
Pasukan Persia mundur ke Jay, berlindung di balik tembok-tembok Isfahan, sementara pasukan Muslimin tinggal di daerah-daerah baru itu menyusun rencana untuk menyerang kota besar yang amat kuat itu.
(mhy)
Lihat Juga :