Kisah Pasukan Islam Menguasai Ray: Daerah-Daerah Lain di Iran Menyerah
Senin, 29 April 2024 - 05:15 WIB
loading...
Kemenangan pasukan Muslimin di Ray telak sekali, dan karenanya pula kota-kota dan daerah-daerah di sekitarnya cepat-cepat mengajak damai dan membayar jizyah. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Setelah Pasukan muslim menduduki Ray, Nu'aim bin Muqarrin, panglima perang pasukan Muslim, mendudukkan Zainabi sebagai marzaban menggantikan Siyavakhasy Mihran. Kala itu, benteng-benteng Ray dihancurkan.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi " Umar bin Khattab " (PT Pustaka Litera AntarNusa, April 2000) mengisahkan Nu'aim bin Muqarrin juga memerintahkan agar dibangun sebuah kota baru di samping kota tua itu.
Dengan demikian berakhirlah sudah keluarga Bahram, dan kedudukan kehormatan raja-raja dari pihak Muslimin diberikan kepada Zainabi dan anak-anaknya.
"Seperti yang biasa dialami kota besar sebagai salah satu kota pelabuhan, pada masa Banu Umayyah dan Banu Abbas, kota Ray tetap dipertahankan," tutur Haekal.
Baca juga: Kisah Pembebasan Ray Pusat Dinasti Pemimpin Zoroaster di Era Umar bin Khattab
Akan tetapi, setelah kota Teheran dibangun di dekatnya ke sebelah barat laut, bintang kota itu kemudian redup, kendati bekas-bekas reruntuhannya sampai sekarang masih tampak terlihat jelas, dan masih bercerita kepada kita tentang masa silamnya yang megah dan agung.
Menurut Haekal, kemenangan pasukan Muslimin di Ray telak sekali, dan karenanya pula kota-kota dan daerah-daerah di sekitarnya cepat-cepat mengajak damai dan membayar jizyah.
Sesudah Suwaid bin Muqarrin berangkat ke Gomas atas perintah Khalifah Umar bin Khattab, ternyata tak ada pihak yang mempertahankannya, maka ia memasuki kota itu secara damai.
Ia bermarkas di sana dan mengadakan persetujuan dengan pihak kota, sedang pihak Dunbawand sudah lebih dulu mengadakan perdamaian dengan saudaranya, Nu'aim, setelah kekalahan sekutu di Ray dan masing-masing sudah kembali ke tempat semula.
Dunbawand adalah sebuah kota yang terletak di pegunungan tak jauh dari Ray. Pasukan kota ini memasuki benteng-benteng Ray untuk mempertahankannya.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi " Umar bin Khattab " (PT Pustaka Litera AntarNusa, April 2000) mengisahkan Nu'aim bin Muqarrin juga memerintahkan agar dibangun sebuah kota baru di samping kota tua itu.
Dengan demikian berakhirlah sudah keluarga Bahram, dan kedudukan kehormatan raja-raja dari pihak Muslimin diberikan kepada Zainabi dan anak-anaknya.
"Seperti yang biasa dialami kota besar sebagai salah satu kota pelabuhan, pada masa Banu Umayyah dan Banu Abbas, kota Ray tetap dipertahankan," tutur Haekal.
Baca juga: Kisah Pembebasan Ray Pusat Dinasti Pemimpin Zoroaster di Era Umar bin Khattab
Akan tetapi, setelah kota Teheran dibangun di dekatnya ke sebelah barat laut, bintang kota itu kemudian redup, kendati bekas-bekas reruntuhannya sampai sekarang masih tampak terlihat jelas, dan masih bercerita kepada kita tentang masa silamnya yang megah dan agung.
Menurut Haekal, kemenangan pasukan Muslimin di Ray telak sekali, dan karenanya pula kota-kota dan daerah-daerah di sekitarnya cepat-cepat mengajak damai dan membayar jizyah.
Sesudah Suwaid bin Muqarrin berangkat ke Gomas atas perintah Khalifah Umar bin Khattab, ternyata tak ada pihak yang mempertahankannya, maka ia memasuki kota itu secara damai.
Ia bermarkas di sana dan mengadakan persetujuan dengan pihak kota, sedang pihak Dunbawand sudah lebih dulu mengadakan perdamaian dengan saudaranya, Nu'aim, setelah kekalahan sekutu di Ray dan masing-masing sudah kembali ke tempat semula.
Dunbawand adalah sebuah kota yang terletak di pegunungan tak jauh dari Ray. Pasukan kota ini memasuki benteng-benteng Ray untuk mempertahankannya.
Lihat Juga :