Penaklukan Fasa dan Darabgird: Kisah Mimpi dan Karamah Khalifah Umar bin Khattab
Kamis, 02 Mei 2024 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian
Ini lebih menjamin mereka memperoleh kemenangan. Pagi harinya, pada waktu ia melihat mereka dalam mimpinya itu, dimintanya seseorang berseru: Waktu salat sudah tiba!
Kemudian ia berpidato di depan orang banyak dengan mengatakan: "Saudara-saudara! Saya melihat kedua pasukan itu." Selanjutnya diceritakannya apa yang sudah dilihatnya itu. Kemudian sementara ia berpidato itu ia berteriak: "Hai, Sariah bin Zunaim! Gunung, gunung! Setelah itu ia menghadap kepada orang banyak itu sambil berkata: Prajurit Allah banyak, barangkali di antaranya ada yang akan menyampaikan kepada mereka!"
Ketika itu Sariah sedang mengumpulkan anggota-anggota pasukannya dan berlindung ke gunung. Dari sana mereka menghadapi pasukan Persia dari satu jurusan, maka mereka pun mendapat kemenangan sehingga banyak pasukan Persia yang terbunuh.
Dari antara rampasan perang itu mereka berhasil merebut peti yang berisi permata. Sariah meminta barang itu dari pasukannya lalu dikirimkan berikut berita kemenangan itu kepada Umar.
Ketika utusan Sariah sampai di Madinah, Umar sedang membagi-bagikan makanan kepada orang banyak dan dia pun ikut makan bersama-sama mereka. Setelah selesai utusan itu mengikutinya sampai ke rumahnya.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kesedihan Khalifah Umar Atas Syahidnya Nu'man
Umar mengira orang itu belum makan, maka diajaknya masuk ke dalam rumahnya. Makanan Khalifah segera disiapkan, terdiri atas roti, minyak, garam dan biji-bijian yang digiling.
Setelah melihat persediaan itu Umar memanggil istrinya: "Mengapa Anda tidak keluar dan ikut makan?" tanyanya.
Istrinya menjawab: "Saya mendengar ada suara orang."
Ini lebih menjamin mereka memperoleh kemenangan. Pagi harinya, pada waktu ia melihat mereka dalam mimpinya itu, dimintanya seseorang berseru: Waktu salat sudah tiba!
Kemudian ia berpidato di depan orang banyak dengan mengatakan: "Saudara-saudara! Saya melihat kedua pasukan itu." Selanjutnya diceritakannya apa yang sudah dilihatnya itu. Kemudian sementara ia berpidato itu ia berteriak: "Hai, Sariah bin Zunaim! Gunung, gunung! Setelah itu ia menghadap kepada orang banyak itu sambil berkata: Prajurit Allah banyak, barangkali di antaranya ada yang akan menyampaikan kepada mereka!"
Ketika itu Sariah sedang mengumpulkan anggota-anggota pasukannya dan berlindung ke gunung. Dari sana mereka menghadapi pasukan Persia dari satu jurusan, maka mereka pun mendapat kemenangan sehingga banyak pasukan Persia yang terbunuh.
Dari antara rampasan perang itu mereka berhasil merebut peti yang berisi permata. Sariah meminta barang itu dari pasukannya lalu dikirimkan berikut berita kemenangan itu kepada Umar.
Ketika utusan Sariah sampai di Madinah, Umar sedang membagi-bagikan makanan kepada orang banyak dan dia pun ikut makan bersama-sama mereka. Setelah selesai utusan itu mengikutinya sampai ke rumahnya.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kesedihan Khalifah Umar Atas Syahidnya Nu'man
Umar mengira orang itu belum makan, maka diajaknya masuk ke dalam rumahnya. Makanan Khalifah segera disiapkan, terdiri atas roti, minyak, garam dan biji-bijian yang digiling.
Setelah melihat persediaan itu Umar memanggil istrinya: "Mengapa Anda tidak keluar dan ikut makan?" tanyanya.
Istrinya menjawab: "Saya mendengar ada suara orang."
Lihat Juga :