Ketika Zionisme Melabeli Pejuang Palestina sebagai Anti-Semit
Minggu, 05 Mei 2024 - 05:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Zelensky: Vladimir Putin Adalah Raja Anti-Semitisme Kedua setelah Hitler
Kini, ketika Zionis mulai mengkode ulang proyek kolonial mereka sebagai “anti-kolonial” sambil melanjutkan penjajahan, mereka memahami bahwa mereka dapat memanfaatkan permusuhan terhadap anti-Semitisme dalam opini publik Eropa.
Ketika rakyat Palestina meningkatkan perlawanan mereka terhadap penjajahan Yahudi dari tahun ke tahun, dan dekade demi dekade, Zionisme mulai melawan mereka dengan melabeli mereka sebagai anti-Semit.
"Memang benar, pada saat itulah setiap seruan untuk mengakhiri penjajahan Zionis akan dihadapkan pada argumen anti-Semitisme," ujar Prof Joseph Massad.
Israel kemudian memutuskan bahwa jika anti-Semitisme negara tidak ada, maka hal itu harus dimunculkan, jika serangan terhadap orang Yahudi karena Yahudi tidak ada, maka serangan tersebut harus direkayasa, jika sikap anti-Semit dapat diketahui, hal tersebut harus dimanfaatkan, digeneralisasikan dan dibesar-besarkan.
"Karena satu-satunya pertahanan yang bisa dilakukan Israel di dunia baru yang menentang kolonialisme dan anti-Semitisme adalah dengan menggunakan salah satu cara untuk membela yang lain," tambah Prof Joseph Massad.
Zionisme akan mulai menulis ulang perjuangan Palestina melawan penjajahan Yahudi bukan sebagai perjuangan anti-kolonial namun sebagai proyek anti-Semit.
Baca juga: Begini Definisi Anti-Semit yang Akan Diperluas AS
Kini, ketika Zionis mulai mengkode ulang proyek kolonial mereka sebagai “anti-kolonial” sambil melanjutkan penjajahan, mereka memahami bahwa mereka dapat memanfaatkan permusuhan terhadap anti-Semitisme dalam opini publik Eropa.
Ketika rakyat Palestina meningkatkan perlawanan mereka terhadap penjajahan Yahudi dari tahun ke tahun, dan dekade demi dekade, Zionisme mulai melawan mereka dengan melabeli mereka sebagai anti-Semit.
"Memang benar, pada saat itulah setiap seruan untuk mengakhiri penjajahan Zionis akan dihadapkan pada argumen anti-Semitisme," ujar Prof Joseph Massad.
Israel kemudian memutuskan bahwa jika anti-Semitisme negara tidak ada, maka hal itu harus dimunculkan, jika serangan terhadap orang Yahudi karena Yahudi tidak ada, maka serangan tersebut harus direkayasa, jika sikap anti-Semit dapat diketahui, hal tersebut harus dimanfaatkan, digeneralisasikan dan dibesar-besarkan.
"Karena satu-satunya pertahanan yang bisa dilakukan Israel di dunia baru yang menentang kolonialisme dan anti-Semitisme adalah dengan menggunakan salah satu cara untuk membela yang lain," tambah Prof Joseph Massad.
Zionisme akan mulai menulis ulang perjuangan Palestina melawan penjajahan Yahudi bukan sebagai perjuangan anti-kolonial namun sebagai proyek anti-Semit.
Baca juga: Begini Definisi Anti-Semit yang Akan Diperluas AS
(mhy)
Lihat Juga :