Kisah Israel Menggiring Kaum Yahudi di Berbagai Negara Pindah ke Palestina
Senin, 06 Mei 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Di Uni Soviet pasca-Stalin, yang tidak seperti pendahulunya Stalinis, menentang Zionisme, dan di mana semua warga negara Soviet tidak diizinkan untuk beremigrasi, kampanye propaganda besar-besaran Israel dan AS pada Perang Dingin menegaskan bahwa Soviet adalah anti-Semit.
Amerika dan Israel mengatur untuk memberikan hak istimewa khusus kepada orang-orang Yahudi Soviet dibandingkan warga negara Soviet lainnya dengan memaksa pemerintah Soviet untuk memberi mereka visa emigrasi.
Orang-orang Yahudi Soviet yang meninggalkan negara tersebut melakukan hal itu karena alasan ekonomi dan dengan demikian pergi (yang membuat Israel kecewa) ke Amerika Serikat, sebuah situasi yang kemudian memaksa Israel untuk bekerja sama dengan diktator Rumania Nicolae Ceausescu untuk mengalihkan mereka secara paksa ke Israel.
"Memang benar, Israel nantinya akan mencoba menerapkan undang-undang di AS untuk mencegah emigrasi mereka ke Amerika Serikat, yang memang akan menutup perbatasannya bagi mereka setelah Uni Soviet jatuh," ujar Prof Joseph Massad.
Hal ini akan memaksa banyak orang Yahudi Soviet (mayoritas di antaranya adalah non-Yahudi Soviet yang berpura-pura menjadi Yahudi) untuk pergi ke Israel sebagai pengungsi ekonomi pada tahun 1990an.
Baca juga: Herzl: Kaum Anti-Semitisme Akan Menjadi Teman yang Paling Dapat Diandalkan
Amerika dan Israel mengatur untuk memberikan hak istimewa khusus kepada orang-orang Yahudi Soviet dibandingkan warga negara Soviet lainnya dengan memaksa pemerintah Soviet untuk memberi mereka visa emigrasi.
Orang-orang Yahudi Soviet yang meninggalkan negara tersebut melakukan hal itu karena alasan ekonomi dan dengan demikian pergi (yang membuat Israel kecewa) ke Amerika Serikat, sebuah situasi yang kemudian memaksa Israel untuk bekerja sama dengan diktator Rumania Nicolae Ceausescu untuk mengalihkan mereka secara paksa ke Israel.
"Memang benar, Israel nantinya akan mencoba menerapkan undang-undang di AS untuk mencegah emigrasi mereka ke Amerika Serikat, yang memang akan menutup perbatasannya bagi mereka setelah Uni Soviet jatuh," ujar Prof Joseph Massad.
Hal ini akan memaksa banyak orang Yahudi Soviet (mayoritas di antaranya adalah non-Yahudi Soviet yang berpura-pura menjadi Yahudi) untuk pergi ke Israel sebagai pengungsi ekonomi pada tahun 1990an.
Baca juga: Herzl: Kaum Anti-Semitisme Akan Menjadi Teman yang Paling Dapat Diandalkan
(mhy)
Lihat Juga :