Doa untuk Pemimpin yang Menyusahkan Rakyat dan Pemimpin yang Amanah
Kamis, 16 Mei 2024 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Menyusahkan Rakyat
Lalu, bagaimana jika kita mendapat pemimpin yang justru menyusahkan rakyatnya? Nabi Muhammad SAW bersabda, "....Jabatan merupakan amanah, yang pada hari kiamat kelak dipertanggungjawabkan dengan risiko penuh kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang memenuhi syarat dan dapat melaksanakan tugas yang diembankan kepadanya dengan baik." (HR Muslim dari Abu Dzar)
Rasulullah SAW juga mewanti-wanti agar pemimpin di antara umatnya tidak menyengsarakan rakyat. Hal ini sebagaimana hadis dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Aisyah ra.
Dalam riwayat itu, Aisyah ra mendengar Rasulullah SAW mengucapkan doa di rumah Aisyah. Beliau SAW berdoa sebagaimana berikut ini:
Allahumma man waliya min amri ummati syai'an fa syaqqo 'alaihim fasyquq 'alaihi, wa man waliya min amri ummati syai'an farofaqo bihim farfuq bihi
"Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulit jugalah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia."
Baca juga: Doa Berlindung dari Pemimpin Kekanak-kanakan dan Bodoh
Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pemimpin negara yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya.
Wanita/istri adalah pemimpin terhadap keluarga suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Lalu, bagaimana jika kita mendapat pemimpin yang justru menyusahkan rakyatnya? Nabi Muhammad SAW bersabda, "....Jabatan merupakan amanah, yang pada hari kiamat kelak dipertanggungjawabkan dengan risiko penuh kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang memenuhi syarat dan dapat melaksanakan tugas yang diembankan kepadanya dengan baik." (HR Muslim dari Abu Dzar)
Rasulullah SAW juga mewanti-wanti agar pemimpin di antara umatnya tidak menyengsarakan rakyat. Hal ini sebagaimana hadis dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Aisyah ra.
Dalam riwayat itu, Aisyah ra mendengar Rasulullah SAW mengucapkan doa di rumah Aisyah. Beliau SAW berdoa sebagaimana berikut ini:
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ، فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ
Allahumma man waliya min amri ummati syai'an fa syaqqo 'alaihim fasyquq 'alaihi, wa man waliya min amri ummati syai'an farofaqo bihim farfuq bihi
"Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulit jugalah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengurusi umatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia."
Baca juga: Doa Berlindung dari Pemimpin Kekanak-kanakan dan Bodoh
Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pemimpin negara yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya.
Wanita/istri adalah pemimpin terhadap keluarga suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya." (HR Bukhari dan Muslim)
(mhy)
Lihat Juga :