Kemenag: Manajemen Garuda Gagal Berikan Layanan Terbaik Jemaah Haji
Rabu, 22 Mei 2024 - 14:58 WIB
loading...
Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie. Foto/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menilai manajemen Garuda Indonesia gagal memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia. Hal ini khususnya pada fase pemberangkatan yang sudah berlangsung sejak 12 Mei 2024.
Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie mengatakan, pihaknya mencatat masih terjadi sejumlah persoalan penerbangan Garuda Indonesia pada fase pemberangkatan jemaah haji ke Madinah.
Meski teguran tertulis sudah dilayangkan pada 16 Mei lalu, Kemenag merasa belum ada perbaikan layanan secara signifikan.
"Kami mencatat banyak persoalan yang terjadi dalam sepekan terakhir penerbangan jemaah haji Indonesia. Kami melihat performa Garuda Indonesia tahun ini sangat buruk. Kami sudah sampaikan teguran tertulis, tapi belum ada perbaikan signifikan," kata Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie di Jakarta, Rabu (22/5/2024).
"Kami melihat manajemen Garuda gagal dalam memberikan layanan terbaik untuk jemaah haji," lanjutnya. Baca juga: Gagal Terbang Usai Mesin Pesawat Terbakar, Garuda Berangkatkan Lagi 450 Jemaah Haji Sulsel
Dijelaskan Anna, Kemenag mencatat sejumlah persoalan pada penerbangan jemaah haji Indonesia yang telah berlangsung sejak 12 Mei 2024. Pertama, kerusakan mesin pesawat.
Kejadian ini terjadi di Embarkasi Makassar. Sayap kanan pesawat Garuda Indonesia mengeluarkan api pada saat take off penerbangan jemaah kelompok terbang (kloter) lima Embarkasi Makassar UPG-05).
"Kondisi ini berdampak domino pada keterlambatan sejumlah penerbangan setelahnya," ucap Anna.
Kedua, keterlambatan penerbangan. Ontime Performance (OTP) Garuda Indonesia juga sangat buruk. Kemenag mencatat, prosentase keterlambatan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia sangat tinggi, mencapai 47,5 persen.
"Dari 80 penerbangan, 38 di antaranya mengalami keterlambatan. Bahkan ada keterlambatan sampai 3 jam 50 menit. Kalau ditotal, keterlambatan itu mencapai 32 jam 24 menit. Ini tentu sangat disayangkan," jelas Anna.
Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie mengatakan, pihaknya mencatat masih terjadi sejumlah persoalan penerbangan Garuda Indonesia pada fase pemberangkatan jemaah haji ke Madinah.
Meski teguran tertulis sudah dilayangkan pada 16 Mei lalu, Kemenag merasa belum ada perbaikan layanan secara signifikan.
"Kami mencatat banyak persoalan yang terjadi dalam sepekan terakhir penerbangan jemaah haji Indonesia. Kami melihat performa Garuda Indonesia tahun ini sangat buruk. Kami sudah sampaikan teguran tertulis, tapi belum ada perbaikan signifikan," kata Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie di Jakarta, Rabu (22/5/2024).
"Kami melihat manajemen Garuda gagal dalam memberikan layanan terbaik untuk jemaah haji," lanjutnya. Baca juga: Gagal Terbang Usai Mesin Pesawat Terbakar, Garuda Berangkatkan Lagi 450 Jemaah Haji Sulsel
Dijelaskan Anna, Kemenag mencatat sejumlah persoalan pada penerbangan jemaah haji Indonesia yang telah berlangsung sejak 12 Mei 2024. Pertama, kerusakan mesin pesawat.
Kejadian ini terjadi di Embarkasi Makassar. Sayap kanan pesawat Garuda Indonesia mengeluarkan api pada saat take off penerbangan jemaah kelompok terbang (kloter) lima Embarkasi Makassar UPG-05).
"Kondisi ini berdampak domino pada keterlambatan sejumlah penerbangan setelahnya," ucap Anna.
Kedua, keterlambatan penerbangan. Ontime Performance (OTP) Garuda Indonesia juga sangat buruk. Kemenag mencatat, prosentase keterlambatan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia sangat tinggi, mencapai 47,5 persen.
"Dari 80 penerbangan, 38 di antaranya mengalami keterlambatan. Bahkan ada keterlambatan sampai 3 jam 50 menit. Kalau ditotal, keterlambatan itu mencapai 32 jam 24 menit. Ini tentu sangat disayangkan," jelas Anna.
Lihat Juga :