Hukum Membaca Surat Yasin bagi Orang yang akan Berangkat Haji, Benarkah Termasuk Bid’ah?

Senin, 27 Mei 2024 - 16:50 WIB
loading...
Hukum Membaca Surat...
Hukum membaca Surat Yasin bagi orang yang akan berangkat haji ini perlu diketahui oleh setiap muslim, sebab tradisi tersebut masih banyak dilakukan hingga saat ini. Foto ilustrasi/ist
A A A
Hukum membaca Surat Yasin bagi orang yang akan berangkat haji ini perlu diketahui oleh setiap muslim. Mengingat di Indonesia sampai saat ini masih banyak tradisi untuk berkumpul di rumah orang yang hendak berangkat haji sembari membaca surat Yasin.

Pertanyaannya di sini adalah, apakah membaca surat Yasin untuk orang yang akan berangkat haji ini merupakan sebuah amalan sunnah atau justru menjerumus ke bid'ah? Hal ini tentunya harus dipahami oleh setiap muslim dalam mempertebal taqwa pada Allah SWT.

Karena jika memang kegiatan berkumpul dan membaca Surat Yasin bagi orang yang akan naik haji ini memang tidak ada di riwayat atau hadits manapun maka sudah jelas kegiatan tersebut adalah bid'ah .

Hukum Membaca Surat Yasin bagi Orang yang akan Berangkat Haji

Ustadz Zezen Zaenal Mursalin, Lc dalam kalan Youtube Puldapii TV menjelaskan hukum terkait membacakan surat Yasin bagi orang yang akan berangkat haji.

Ustadz Zezen Zaenal menjelaskan jika, "penentuan waktu dan penentuan bacaan itu haruslah ada dalil, kapan kemudian tidak ada dalil yang menunjukan akan hal itu maka kita bisa terjerumus ke dalam perkara bid'ah."

"Jikalau kemudian kita mengetahui jika hal tersebut tidak memiliki dalil, maka ibadah itu adalah sesuatu yang diada-adakan." Lanjut Ustadz Zezen Zaenal.

Pada umumnya beliau menjelaskan jika penetapan segala bentuk ibadah, mulai dari waktu, bacaan, dan lain sebagainya memang harus mengacu pada dalil yang ada. Ketika dalil tidak ada maka tidak perlu dilakukan.

Terkait hal ini Rasulullah SAW telah banyak memberikan penjelasan terkait perkara bid'ah ini. Salah satunya tercantum dalam kutipan hadits berikut :

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ


“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)

Terdapat pula riwayat lain dari An Nasa'i, Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ


“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

Selain tercantum dalam hadits, larangan untuk mengada-adakan sebuah ajaran atau bid'ah juga terdapat dalam Al Quran. Seperti yang terdapat dalam Surat An-Nahl ayat 116, Allah SWT bersabda :

وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَا تَصِفُ اَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هٰذَا حَلٰلٌ وَّهٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوْا عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُوْنَۗ


Artinya : "Janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang diucapkan oleh lidahmu secara bohong, “Ini halal dan ini haram,” untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung." (QS An Nahl - 116)

Itulah beberapa penjelasan terkait hukum membaca Surat Yasin untuk orang yang akan naik haji. Karena merupakan sebuah ajaran yang tidak memiliki dalil, atau tidak dijelaskan secara detail dalam suatu dalil maka hal tersebut banyak dianggap bid'ah oleh para alim ulama.

Baca juga: Tidak Ada Istilah Bid'ah Hasanah dalam Agama, Begini Penjelasannya

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Rekomendasi
Ilmuwan Ungkap Musuh...
Ilmuwan Ungkap Musuh Terkuat Raja Firaun Selain Nabi Musa
Tulang-tulang Bangsa...
Tulang-tulang Bangsa Raksasa Ditemukan di dalam Gua Nevada
Suhu Panas di Prancis...
Suhu Panas di Prancis Mencapai 80 Derajat Celcius, Bisa untuk Goreng Telur!
Artikel Terkini
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved