Cerita Bahagia Abdul Malik, Tukang Aspal Naik Haji Bersama Teman Masa Kecil
Selasa, 28 Mei 2024 - 21:41 WIB
loading...
Cerita bahagia Abdul Malik, tukang aspal jalan di Bima Nusa Tenggara Barat yang naik haji tahun ini. Abdul Malik pun menceritakan perjalanan hajinya. Foto/SINDOnews/Andryanto Wisnuwidodo
A
A
A
JEDDAH - Cerita bahagia Abdul Malik, tukang aspal jalan di Bima Nusa Tenggara Barat yang naik haji tahun ini. Abdul Malik pun menceritakan perjalanan hajinya.
"Saya ini hanya tukang pengaspal jalan, dek,” ujar Abdul Malik saat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi, Selasa (28/5/2024).
Baca juga: Haji Ketiga, Nimar Tak Kuasa Bendung Air Mata di Madinah
Abdul Malik tidak bisa menutupi rasa bahagianya bisa berangkat haji tahun ini. Beberapa kali ia terlihat menahan air matanya.
Dia bersyukur bisa diberi kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah rukun Islam kelima ini. Abdul Malik senang meskipun berangkat ditemani teman masa kecilnya dalam satu kelompok terbang LOP (embarkasi Lombok)
"Saya berangkat bersama beberapa teman. Itu yang di sana teman masa kecil saya. Dulu dia jago naik kuda,” kata Abdul Malik sambil menunjuk temannya.
Abdul Malik mengaku bahwa naik haji adalah impiannya sejak kecil. Ia bercerita kalau dulu terkagum-kagum dengan orang-orang yang bisa naik haji. Menurutnya, mereka hebat karena mampu mengarungi perjalanan yang sedemikian jauhnya. Maklum, saat itu haji belum naik pesawat seperti sekarang.
Baca juga: Mengunjungi KKHI Madinah, Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
“Impian naik haji sudah dari kecil, dek. Dulu saya hitung jaraknya. Saya kagum, haji itu kan jauh, ya, sampai 9000an KM,” terangnya.
"Saya ini hanya tukang pengaspal jalan, dek,” ujar Abdul Malik saat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi, Selasa (28/5/2024).
Baca juga: Haji Ketiga, Nimar Tak Kuasa Bendung Air Mata di Madinah
Abdul Malik tidak bisa menutupi rasa bahagianya bisa berangkat haji tahun ini. Beberapa kali ia terlihat menahan air matanya.
Dia bersyukur bisa diberi kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah rukun Islam kelima ini. Abdul Malik senang meskipun berangkat ditemani teman masa kecilnya dalam satu kelompok terbang LOP (embarkasi Lombok)
"Saya berangkat bersama beberapa teman. Itu yang di sana teman masa kecil saya. Dulu dia jago naik kuda,” kata Abdul Malik sambil menunjuk temannya.
Abdul Malik mengaku bahwa naik haji adalah impiannya sejak kecil. Ia bercerita kalau dulu terkagum-kagum dengan orang-orang yang bisa naik haji. Menurutnya, mereka hebat karena mampu mengarungi perjalanan yang sedemikian jauhnya. Maklum, saat itu haji belum naik pesawat seperti sekarang.
Baca juga: Mengunjungi KKHI Madinah, Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
“Impian naik haji sudah dari kecil, dek. Dulu saya hitung jaraknya. Saya kagum, haji itu kan jauh, ya, sampai 9000an KM,” terangnya.
Lihat Juga :