Periksa Makanan Jemaah Haji Indonesia, BPOM: Penuhi Syarat, Aman dari Bahan Berbahaya

Sabtu, 01 Juni 2024 - 11:05 WIB
loading...
Periksa Makanan Jemaah...
Tim BPOM memastikan makanan siap saji untuk jemaah haji Indonesia aman dari bahan berbahaya. Foto/SINDOnews/andryanto wisnuwidodo
A A A
MADINAH - Kualitas makanan untuk jemaah haji Indonesia mendapat pengawasan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Tim BPOM diterjunkan untuk memeriksa makanan yang diberikan kepada jemaah haji di Tanah Suci.

Pemeriksaan secara teliti dilakukan untuk memastikan makanan yang dikirim oleh katering di Madinah maupun Makkah bebas dari bahan-bahan berbahaya.

"Kami dari Badan POM bersama-sama tim Kemenag (Kementerian Agama) ikut melaksanakan pemeriksaan makanan, dapur katering, dan memeriksa sampel makanan yang dikirimkan ke Daker (daerah kerja)," ungkap anggota BPOM Fitria Azelini, saat ditemui di Daker Madinah, Kamis (30/5/2024).

Baca juga: Mabit di Muzdalifah dengan Murur Sah Hukumnya, Begini Penjelasan PBNU

BPOM menerjunkan lima petugas untuk memeriksa bahan makanan yang didistribusikan kepada jemaah haji. Mereka memeriksa sampel seluruh katering di Madinah dan Makkah yang menyuplai makanan tersebut.

Selain memeriksa makanan, kata Fitria, pihaknya juga memastikan distributor dari produsen makan siap saji yang dikirimkan untuk jemaah haji saat berada di Armuzna (Arafah, Mina dan Muzdalifah) nanti melaksanakan tugas mereka sesuai dengan ketentuan.

Baca juga: Menentukan Jemaah Haji Indonesia yang Mabit di Muzdalifah dengan Murur

"Sejauh ini, dari sampling yang kami uji kami tidak menemukan bahan-bahan berbahaya. Memenuhi syarat semuanya. Tidak ditemukan bahan makanan berbahaya dari katering yang didistribusikan ke jemaah haji," papar Fitria.

Fitria menambahkan, jika nanti ditemukan bahan makanan berbahaya di salah satu makanan, BPOM akan menyampaikan ke Kemenag agar dihentikan penggunaannya. "Jadi kami menginformasikan ke Kasi Konsumsi Kemenag," ujarnya.

Selain makanan, BPOM juga memeriksa obat-obatan yang terdapat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) baik yang di kloter maupun sektor untuk memastikannya sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya yang tidak boleh digunakan pada makanan.

Tim BPOM bertugas di Madinah selama empat hari untuk memeriksa seluruh sampel makanan dari katering yang ada di Madinah. Sebelumnya mereka juga memeriksa katering di Jeddah selama tiga hari.

Selanjutnya, mereka akan kembali meluncur ke Makkah untuk memeriksa sampel di 51 katering penyuplai makanan jemaah di Kota Suci itu. "Harapan kami sampai ke depan di Makkah makanan untuk jamaah kita aman dari bahan-bahan berbahaya," kata Fitria
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
444 Jemaah Haji Kloter...
444 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Bekasi Tiba di Tanah Air
391 Jemaah Haji Kloter...
391 Jemaah Haji Kloter JKG-01 Tiba di Tanah Air
Ada Corridor Gate, Jemaah...
Ada Corridor Gate, Jemaah Haji Jakarta dan Surabaya Tidak Perlu Antre Imigrasi
Sertifikat Haji 1447...
Sertifikat Haji 1447 H Sudah Rilis! Begini Cara Mudah Unduh Dokumen dari HP Jemaah
Rekomendasi
Rahasia Tokoh Kontroversial,...
Rahasia Tokoh Kontroversial, Saddam Novelis, Fidel Castro Bandar Narkoba?
Benarkah Kapal Hantu...
Benarkah Kapal Hantu The Flying Dutchman Itu Ada? Ini Penjelasannya
Ilmuwan Temukan Fenomena...
Ilmuwan Temukan Fenomena Misterius yang Ubah Inti Bumi
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved