MUI Sebut Murur di Muzdalifah Sah, Daker Makkah Bahas Skema Baru
Sabtu, 01 Juni 2024 - 13:48 WIB
loading...
A
A
A
"Itu memberikan solusi alternatif hukum, bukan menjadi masalah yang kemudian menjadi penghambat bagi jemaah yang akan melaksanakan murur di Muzdalifah. Artinya, secara hukum itu sah dan boleh-boleh saja," ucap Khalil.
Lalu bagaimana penentuan sebagian jemaah haji Indonesia yang akan murur?
Terkait penentuan jemaah yang murur, menurut Khalil, para stakeholders masih menunggu keputusan dari pihak masyarik. "Tentu kita akan mempertimbangkan kemaslahatan yang terbaik, yang memperhatikan untuk kemaslahatan jemaah haji Indonesia," kata dia.
Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh menjelaskan hukum jemaah haji yang mabit di Muzdalifah dengan cara hanya melintas di Muzdalifah dan melanjutkan perjalanan menuju Mina tanpa berhenti (Murur).
"Jika murur (melintas) di Muzdalifah dilakukan selepas tengah malam dengan cara melewati dan berhenti sejenak tanpa turun dari kendaraan di kawasan Muzdalifah, maka mabitnya sah," jelas Niam, Kamis, 30 Mei 2024.
Lalu bagaimana penentuan sebagian jemaah haji Indonesia yang akan murur?
Terkait penentuan jemaah yang murur, menurut Khalil, para stakeholders masih menunggu keputusan dari pihak masyarik. "Tentu kita akan mempertimbangkan kemaslahatan yang terbaik, yang memperhatikan untuk kemaslahatan jemaah haji Indonesia," kata dia.
Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh menjelaskan hukum jemaah haji yang mabit di Muzdalifah dengan cara hanya melintas di Muzdalifah dan melanjutkan perjalanan menuju Mina tanpa berhenti (Murur).
"Jika murur (melintas) di Muzdalifah dilakukan selepas tengah malam dengan cara melewati dan berhenti sejenak tanpa turun dari kendaraan di kawasan Muzdalifah, maka mabitnya sah," jelas Niam, Kamis, 30 Mei 2024.
(cip)
Lihat Juga :