Pengalaman Tawaf Pakai Skuter Listrik di Lantai 3 Masjidilharam
Selasa, 04 Juni 2024 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, saya sudah tarik tuas kecepatan sampai mentok, tapi jalan skuter saya berjalan pelan sekali. Saking pelannya, skuter listrik saya sampai dilewati 10 jemaah.
Di sepanjang jalur tawaf, saya masih bisa melihat Ka'bah walaupun kurang jelas karena tertutup papan untuk renovasi Masjidilharam. Pemerintah Arab Saudi sedang getol melakukan renovasi Masjidilharam.
Beberapa pintu masuk Masjidilharam tidak bisa dilalui jemaah. Petugas mengarahkan jemaah ke pintu lain yang masih dibuka. Jumlah jemaah mendekati puncak haji bertambah setiap hari.
Masjidilharam selalu penuh sesak dengan jemaah yang akan salat. Jika terlambat sedikit dipastikan tidak bisa masuk Masjidilharam.
Pun begitu dengan jemaah yang akan tawaf dan sai untuk umrah sunah juga penuh sesak. Mereka tetap bersemangat tawaf di bawah sengatan mentari Makkah yang siang hari bisa mencapai 45 derajat.
Bagi yang tidak kuat, bisa tawaf di lantai 2 dan 3 termasuk yang ingin memakai skuter listrik. Selain adem dan nyaman, jemaah bisa tawaf dengan khusyuk.
Jika jemaah haus, tinggal menepi sejenak untuk minum air zamzam. Setelah dahaga hilang, saya lanjutkan kembali mengendarai skuter listrik. Tidak terasa, saya tawaf saya memakai skuter listrik sudah selesai.
Pengalaman tawaf dengan memakai skuter listrik memang menyenangkan dan tidak menguras energi. Namun sewa skuter listrik yang cukup mahal menjadi pertimbangan sendiri.
Namun, tawaf memakai skuter listrik ini sebenarnya diperuntukkan bagi jemaah lanjut usia atau lansia. Sedangkan jemaah yang masih muda dan kuat fisik sebaiknya tawaf sambil berjalan kaki.
Di sepanjang jalur tawaf, saya masih bisa melihat Ka'bah walaupun kurang jelas karena tertutup papan untuk renovasi Masjidilharam. Pemerintah Arab Saudi sedang getol melakukan renovasi Masjidilharam.
Beberapa pintu masuk Masjidilharam tidak bisa dilalui jemaah. Petugas mengarahkan jemaah ke pintu lain yang masih dibuka. Jumlah jemaah mendekati puncak haji bertambah setiap hari.
Masjidilharam selalu penuh sesak dengan jemaah yang akan salat. Jika terlambat sedikit dipastikan tidak bisa masuk Masjidilharam.
Pun begitu dengan jemaah yang akan tawaf dan sai untuk umrah sunah juga penuh sesak. Mereka tetap bersemangat tawaf di bawah sengatan mentari Makkah yang siang hari bisa mencapai 45 derajat.
Bagi yang tidak kuat, bisa tawaf di lantai 2 dan 3 termasuk yang ingin memakai skuter listrik. Selain adem dan nyaman, jemaah bisa tawaf dengan khusyuk.
Jika jemaah haus, tinggal menepi sejenak untuk minum air zamzam. Setelah dahaga hilang, saya lanjutkan kembali mengendarai skuter listrik. Tidak terasa, saya tawaf saya memakai skuter listrik sudah selesai.
Pengalaman tawaf dengan memakai skuter listrik memang menyenangkan dan tidak menguras energi. Namun sewa skuter listrik yang cukup mahal menjadi pertimbangan sendiri.
Namun, tawaf memakai skuter listrik ini sebenarnya diperuntukkan bagi jemaah lanjut usia atau lansia. Sedangkan jemaah yang masih muda dan kuat fisik sebaiknya tawaf sambil berjalan kaki.
(maf)
Lihat Juga :