Penaklukan Yerusalem: Kisah Khalifah Umar Serahkan Kepemimpinan kepada Ali bin Abi Thalib
Kamis, 06 Juni 2024 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
Sumber yang masyhur tidak akan keberatan dan tidak akan menolak kendatipun terdapat perbedaan bahwa kepergian Umar dari Madinah sesudah ada permintaan damai dari pihak Baitulmukadas, asal Khalifah sendiri yang akan bertindak.
Pihak-pihak yang mengemukakan sumber ini masih berbeda pendapat di antara sesama mereka mengenai siapa yang diutus menyampaikan permintaan pihak Aelia supaya Umar yang melaksanakan perjanjian itu: Abu Ubaidah atau Amr bin As.
Baca juga: Ini Dia Komandan Perang Muslim saat Pengepungan Baitul Maqdis di Era Khalifah Umar?
Begitu juga mengenai tahun selesainya kota itu dibebaskan masih terdapat perbedaan.
Kesimpulan sumber itu bahwa setelah Umar menerima surat permintaan pergi ke Palestina ia bermusyawarah dengan jamaah Muslimin di Masjid dengan membacakan surat itu kepada mereka. Usman bin Affan berpendapat, sebaiknya Umar jangan meninggalkan Madinah.
“Kalau Anda tinggal di sini dan tidak pergi ke sana. mereka akan berpendapat Anda menganggap mereka enteng dan Anda siap memerangi mereka. Tak lama lagi mereka akan tunduk dan akan membayar jizyah.”
Akan tetapi Ali bin Abi Thalib tidak sependapat dengan Utsman. Ia menyarankan lebih baik Umar berangkat ke Aelia. Pasukan Muslimin sudah bersusah payah menghadapi udara dingin, perang dan sudah lama meninggalkan kampung halaman. Kalau Anda datang menemui mereka, kedatangan Anda dan pasukan Muslimin akan merasa aman, akan merasa sejuk. Semua ini akan membawa perdamaian dan kemenangan.
Saya tidak yakin mereka akan merasa kecewa terhadap Anda dan terhadap persetujuan itu, lalu akan bertahan dengan benteng-benteng mereka dan akan meminta bala bantuan dari kota dan dari kaum penindas mereka itu, apalagi Baitulmukadas bagi mereka sangat agung dan tempat ziarah mereka.”
Umar lebih cenderung pada pendapat Ali, dan itu yang diterimanya. Dimintanya orang yang akan berangkat bersama dia segera bersiap-siap, dan ia menyerahkan urusan Madinah di tangan Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Peristiwa Bulan Rajab: Shalahuddin Sukses Membebaskan Baitul Maqdis
Pihak-pihak yang mengemukakan sumber ini masih berbeda pendapat di antara sesama mereka mengenai siapa yang diutus menyampaikan permintaan pihak Aelia supaya Umar yang melaksanakan perjanjian itu: Abu Ubaidah atau Amr bin As.
Baca juga: Ini Dia Komandan Perang Muslim saat Pengepungan Baitul Maqdis di Era Khalifah Umar?
Begitu juga mengenai tahun selesainya kota itu dibebaskan masih terdapat perbedaan.
Kesimpulan sumber itu bahwa setelah Umar menerima surat permintaan pergi ke Palestina ia bermusyawarah dengan jamaah Muslimin di Masjid dengan membacakan surat itu kepada mereka. Usman bin Affan berpendapat, sebaiknya Umar jangan meninggalkan Madinah.
“Kalau Anda tinggal di sini dan tidak pergi ke sana. mereka akan berpendapat Anda menganggap mereka enteng dan Anda siap memerangi mereka. Tak lama lagi mereka akan tunduk dan akan membayar jizyah.”
Akan tetapi Ali bin Abi Thalib tidak sependapat dengan Utsman. Ia menyarankan lebih baik Umar berangkat ke Aelia. Pasukan Muslimin sudah bersusah payah menghadapi udara dingin, perang dan sudah lama meninggalkan kampung halaman. Kalau Anda datang menemui mereka, kedatangan Anda dan pasukan Muslimin akan merasa aman, akan merasa sejuk. Semua ini akan membawa perdamaian dan kemenangan.
Saya tidak yakin mereka akan merasa kecewa terhadap Anda dan terhadap persetujuan itu, lalu akan bertahan dengan benteng-benteng mereka dan akan meminta bala bantuan dari kota dan dari kaum penindas mereka itu, apalagi Baitulmukadas bagi mereka sangat agung dan tempat ziarah mereka.”
Umar lebih cenderung pada pendapat Ali, dan itu yang diterimanya. Dimintanya orang yang akan berangkat bersama dia segera bersiap-siap, dan ia menyerahkan urusan Madinah di tangan Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Peristiwa Bulan Rajab: Shalahuddin Sukses Membebaskan Baitul Maqdis
(mhy)
Lihat Juga :