Peristiwa Bulan Rajab: Shalahuddin Sukses Membebaskan Baitul Maqdis
Selasa, 02 Januari 2024 - 09:44 WIB
loading...
Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis pada 27 Rajab 583 H. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Salah satu peristiwa penting di bulan Rajab adalah Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis , Palestina . Peristiwa ini terjadi tepat pada tanggal 27 Rajab 583 H.
Ketika ingin membebaskan Palestina, Sultan Shalahuddin al Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan akidah yang benar, yaitu akidah Ahlussunnah wal Jama’ah .
Kesatuan akidah akan melahirkan kesatuan hati. Kesatuan hati antarumat Islam adalah kekuatan dahsyat yang tidak terkalahkan. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, beliau memerintahkan setiap muazin di semua wilayah yang beliau kuasai untuk mengumandangkan aqidah Asy'ariyyah setiap hari sesaat sebelum adzan shubuh.
Baca juga: Bulan Rajab Bulan Haram, Apa Maksudnya?
Sejarah mencatat, pada pada hari Jumat, 27 Rajab 583 H bertepatan dengan 2 Oktober 1187, pasukan Islam yang dipimpin Shalahuddin Al Ayyubi sukses merebut Kota al-Quds dan membebaskan Baitul Maqdis.
Hari dikuasainya kembali al-Quds merupakan hari yang baik, sayyidul ayyam. Hari Jumat merupakan hari favorit Shalahuddin untuk memulai pertempuran. Dan tentu saja ia juga merupakan hari favorit untuk meraih kemenangan. Tanggal kemenangan itu juga merupakan tanggal yang bersejarah.
Ibn Shaddad dalam bukunya berjudul "The Rare and Excellent History of Saladin" yang dalam edisi Arab "al-Nawādir al-Sultaniyya wa'l-Maḥāsin al-Yūsufiyya" menulis, “Sultan menerima penyerahan kota itu pada hari Jumat 27 Rajab. Waktu itu bertepatan dengan (tanggal) Mikraj Nabi yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an al-Karim .”
Derap suara kuda dan gemuruh takbir bersahut-sahutan memekikkan syukur atas kemenangan yang sudah dinanti-nanti selama 90 tahun itu, sejak Baitul Maqdis jatuh ke tangan pasukan Salib.
Kota al-Quds (Yerusalem) jatuh ke tangan Pasukan Salib pada tahun 1099 (492 H). Ketika kota itu dikuasai Pasukan Salib, 70.000 kaum Muslimin yang berada di kota itu dibunuh oleh Pasukan Salib selama satu minggu lamanya. Selama puluhan tahun berikutnya, tidak ada satu pun kaum Muslimin yang berhasil merebut kembali kota al-Quds dari tangan Pasukan Salib.
Baca juga: Amalan dan Zikir di Bulan Rajab
Perjuangan panjang untuk membebaskan tempat suci ini sudah dimulai sejak Immaduddin, Nuruddin, dan baru berhasil di masa Shalahuddin.
Sejak itu, Shalahuddin memerintahkan pasukannya untuk membersihkan Baitul Maqdis yang semasa pendudukan pasukan salib digunakan sebagai istana sekaligus pusat komando Perang Salib.
Patung-patung, salib, gambar, dan simbol-simbol kekufuran lainnya ditanggalkan. Puluhan babi yang dipelihara di lingkungan Al Aqsa disingkirkan.
Ketika ingin membebaskan Palestina, Sultan Shalahuddin al Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan akidah yang benar, yaitu akidah Ahlussunnah wal Jama’ah .
Kesatuan akidah akan melahirkan kesatuan hati. Kesatuan hati antarumat Islam adalah kekuatan dahsyat yang tidak terkalahkan. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, beliau memerintahkan setiap muazin di semua wilayah yang beliau kuasai untuk mengumandangkan aqidah Asy'ariyyah setiap hari sesaat sebelum adzan shubuh.
Baca juga: Bulan Rajab Bulan Haram, Apa Maksudnya?
Sejarah mencatat, pada pada hari Jumat, 27 Rajab 583 H bertepatan dengan 2 Oktober 1187, pasukan Islam yang dipimpin Shalahuddin Al Ayyubi sukses merebut Kota al-Quds dan membebaskan Baitul Maqdis.
Hari dikuasainya kembali al-Quds merupakan hari yang baik, sayyidul ayyam. Hari Jumat merupakan hari favorit Shalahuddin untuk memulai pertempuran. Dan tentu saja ia juga merupakan hari favorit untuk meraih kemenangan. Tanggal kemenangan itu juga merupakan tanggal yang bersejarah.
Ibn Shaddad dalam bukunya berjudul "The Rare and Excellent History of Saladin" yang dalam edisi Arab "al-Nawādir al-Sultaniyya wa'l-Maḥāsin al-Yūsufiyya" menulis, “Sultan menerima penyerahan kota itu pada hari Jumat 27 Rajab. Waktu itu bertepatan dengan (tanggal) Mikraj Nabi yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an al-Karim .”
Derap suara kuda dan gemuruh takbir bersahut-sahutan memekikkan syukur atas kemenangan yang sudah dinanti-nanti selama 90 tahun itu, sejak Baitul Maqdis jatuh ke tangan pasukan Salib.
Kota al-Quds (Yerusalem) jatuh ke tangan Pasukan Salib pada tahun 1099 (492 H). Ketika kota itu dikuasai Pasukan Salib, 70.000 kaum Muslimin yang berada di kota itu dibunuh oleh Pasukan Salib selama satu minggu lamanya. Selama puluhan tahun berikutnya, tidak ada satu pun kaum Muslimin yang berhasil merebut kembali kota al-Quds dari tangan Pasukan Salib.
Baca juga: Amalan dan Zikir di Bulan Rajab
Perjuangan panjang untuk membebaskan tempat suci ini sudah dimulai sejak Immaduddin, Nuruddin, dan baru berhasil di masa Shalahuddin.
Sejak itu, Shalahuddin memerintahkan pasukannya untuk membersihkan Baitul Maqdis yang semasa pendudukan pasukan salib digunakan sebagai istana sekaligus pusat komando Perang Salib.
Patung-patung, salib, gambar, dan simbol-simbol kekufuran lainnya ditanggalkan. Puluhan babi yang dipelihara di lingkungan Al Aqsa disingkirkan.
Lihat Juga :