Kisah Penggali Kubur Jadi Ulama, Awalnya Diperlihatkan Taman Surga yang Indah

Kamis, 20 Agustus 2020 - 16:47 WIB
loading...
Kisah Penggali Kubur...
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sultan Fatah Semarang Ustaz Saeful Huda (tengah) sebelum memulai kajian. Foto/Istimewa
A A A
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sultan Fatah Semarang Ustaz Saeful Huda menceritakan sebuah kisah hikmah yang sangat menakjubkan. Tidak ada yang menyangka seorang penggali kubur di Damaskus dimuliakan oleh Allah menjadi seorang ulama besar .

"Kisah ini diceritakan oleh Syeikh Hisyam Al-Burhani, seorang ulama Syria dari Kota Damaskus. Kisah ini bukan fiksi seperti dongeng 1001 Malam," kata Ustaz Saeful Huda . (Baca Juga: Kisah Para Ulama Mendidik Muridnya dengan Cara yang Unik )

Suatu hari ada seorang penggali kubur di salah satu kompleks pemakaman masyhur di Damaskus. Pemakaman ini penuh dengan ulama , auliya, serta pahlawan (syuhada). Penggali kubur ini didatangi oleh seorang wanita. Wanita itu memintanya untuk menggali kubur.

Tak lama setelah menggali kubur, wanita itu beserta beberapa pelayat yang tak banyak jumlahnya datang membawa jenazah. Jenazah ini diturunkan ke dalam liang lahat, namun tiba-tiba si penggali kubur ini melihat taman surga yang indah.

Ia juga melihat dua Malaikat membawa jenazah itu pergi dari sempitnya lahat. Seketika ia pingsan saking terkejutnya. Tatkala siuman ia ditanya apa yang menimpanya. Ia menceritakan kejadian itu tapi orang-orang mengira ia terlalu berimajinasi.

Selang beberapa bulan, masih menurut cerita Syeikh Hisyam, wanita itu datang lagi dan meminta ia menggali kubur lagi. Penggali itu pun menggali kuburan lagi.

Lalu datanglah si wanita itu bersama pelayat membawa jenazah. Ketika jenazah itu diturunkan ke dalam kubur oleh si penggali, seketika terjadi lagi hal yang sama. Ia melihat taman surga dan Malaikat membawa jenazah itu. Ia pun kembali pingsan.

Ketika siuman, ia mengejar wanita itu dan menanyakan beberapa hal. Siapa kedua jenazah itu? Apa yang mereka berdua lakukan sehingga mendapat karamah seperti ini?

Wanita itu menjawab: "Mereka berdua adalah anakku. Yang pertama adalah seorang santri ( thalib ilmu ) dan kedua yang baru saja meninggal adalah saudaranya yang bekerja sebagai tukang kayu dan menafkahkan hasilnya untuk saudaranya yang seorang santri itu".

"Kontan saja," lanjut Syeikh Hisyam Al-Burhani. Si penggali kubur itu pergi ke Masjid Jami' At-Taubah, masjid yang menjadi tempat mengajar Syeikh Hisyam dan leluhur beliau. "Ia mendatangi kakekku (atau ayahku?) yang bernama Syeikh Said Al-Burhani", kata Syeikh Hisyam.

Masjid Jami' At-Taubah adalah masjid yang cukup memiliki sejarah panjang di Damaskus . Dalam sejarahnya Izzuddin bin Abd Salam (sulthanul ulama; pengarang Qawaidul Ahkam) dan Ibnul Jazari (sarjana qiraah, pengarang An-Nasyr dan Muqaddimah Jazariyah) adalah di antara ulama yang pernah menjadi khathib di Masjid Jami' At-Taubah.

"Aku ingin belajar agama," ujar penggali kubur itu kepada kakek Syeikh Hisyam. [Baca Juga: Abul Hasan Asy-Syadzili, Sang Sufi Dunia Timur dan Barat (1) ]

"Umurmu sudah hampir 50. Apa yang membuatmu ingin mengaji?" kata Syeikh Hisyam. Setelah si penggali kubur itu menceritakan kisah dan pengalamannya ketika menggali kubur.

"Baiklah. Ambil Kitab Jurumiyah. Mari mengaji Nahwu mulai dari awal," ujar kakek Syeikh Hisyam menyambut penggali kubur itu.

Sejak itu si penggali kubur itu mengaji dengan tekun hingga menjadi ulama besar Damaskus . Penggali kubur itu bernama Syeikh Abdurrahman Al-Haffar. (Haffar berarti tukang gali). Dia memiliki keturunan yang juga menjadi ulama dan pecinta ilmu, salah satunya adalah Abdur Razaq Al-Haffar.

"Siapapun bisa mendapat derajat yang sama asalkan ia menuntut ilmu secara sungguh dan ikhlas," ujar Syeikh Hisyam menutup ceritanya.

Demikian kisah penggali kubur yang menjadi ulama sebagaimana dikisahkan Syeikh Hisyam Al-Burhani. Hikmah yang dapat kita petik adalah bahwa usia tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk menuntut ilmu . Begitulah Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, tidak ada yang mustahil, semua bisa terjadi atas kehendak-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang dicintai Allah Ta'ala. (Baca Juga: 7 Amalan Hebat yang Dicintai Allah dan Rasul-Nya )

Wallahu A'lam

Ponpes Sultan Fatah Semarang
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Berdenyut Cepat dan...
Berdenyut Cepat dan 5 Fakta Mengerikan Keadaan Bumi sedang Kritis
Bagian Mars yang Hilang...
Bagian Mars yang Hilang Ditemukan di Bumi, Arkeolog Ungkap Fakta Ini
Gugusan Kota Kuno Terbesar...
Gugusan Kota Kuno Terbesar di Amazon Ditemukan
Artikel Terkini
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved