Sejarah, 73 Maktab dan PPIH Koordinasi Jelang Puncak Haji
Jum'at, 07 Juni 2024 - 05:20 WIB
loading...
A
A
A
Hilman mengapresiasi pihak Masyariq dan pimpinan maktab atas beragam inovasi dan sinergi yang telah dilakukan. Menurutnya, kerja sama dengan Masyariq makin berkembang dan erat. "Tahun ini kita bahkan melakukan beberapa kegiatan dan pelatihan untuk petugas haji. Kali ini bertemu untuk berta'aruf," sebutnya.
Gayung bersambut, hal senada disampaikan Ketua Masyariq Amin Indragiri. Mewakili pimpinan maktab, Amin berjanji akan memberikan layanan terbaik kepada jemaah dan bersinergi dengan petugas. "Kami berjanji untuk menerima seluruh petugas di maktab dan memberikan layanan sesuai perjanjian Masyariq dan Kemenag, baik konsumsi maupun pembagian tugas," sebutnya.
"Kerja sama ini diharapkan menuju kesuksesan bersama, sekarang dan ke depan. Semoga semua yang dilakukan melayani jemaah mendapat pahala," tandasnya.
Baca Juga: 148 Petugas Tambahan Tiba di Jeddah, Perkuat Personel Armuzna
Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam menyampaikan bahwa temu para pihak dihelat untuk memperkuat sinergi dalam rangka persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Para pimpinanan Maktab di Masyariq, kata Nasrulkah, sengaja dipertemukan lebih awal dengann koordinator Maktab PPIH Arab Saudi. Sehingga, terjalin keakraban dan komunikasi yang lebih efektif.
Nasrullah menambahkan, selain koordinator maktab, PPIH juga akan menempatkan petugas di tenda jemaah. Setiap petugas akan menangani dua tenda jemaah. Mereka yang akan mengkomunikasikan dengan pihak maktab jika ada masalah di tenda.
"Dari 73 maktab, total ada 1.269 tenda di Arafah. Petugas akan hadir di maktab dan tenda. Setiap dua tenda ada satu petugas. Setiap maktab ada koordinator maktab," sebut Nasrullah.
Hadirnya petugas di tenda, kata Nasrullah, untuk bersinergi dengan pimpinan maktab dalam melayani jemaah. Forum ini dihelat agar pimpinan maktab tahu bahwa petugas yang ditempatkan di tenda maktab adalah petugas legal sehingga perlu diberi tempat.
Kepada pihak Maktab, Nasrullah yang juga Ketua PPIH Arab Saudi mengingatkan untuk tidak memasukkan jemaah lain ke tenda.
"Tidak boleh memasukkan jemaah di luar jemaah reguler. Kejadian tahun sebelumnya agar tidak terulang. Kita sepakat bahwa tenda di Arafah dan Mina tidak boleh digunakan jemaah haji lain," tutupnya.
Gayung bersambut, hal senada disampaikan Ketua Masyariq Amin Indragiri. Mewakili pimpinan maktab, Amin berjanji akan memberikan layanan terbaik kepada jemaah dan bersinergi dengan petugas. "Kami berjanji untuk menerima seluruh petugas di maktab dan memberikan layanan sesuai perjanjian Masyariq dan Kemenag, baik konsumsi maupun pembagian tugas," sebutnya.
"Kerja sama ini diharapkan menuju kesuksesan bersama, sekarang dan ke depan. Semoga semua yang dilakukan melayani jemaah mendapat pahala," tandasnya.
Baca Juga: 148 Petugas Tambahan Tiba di Jeddah, Perkuat Personel Armuzna
Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam menyampaikan bahwa temu para pihak dihelat untuk memperkuat sinergi dalam rangka persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Para pimpinanan Maktab di Masyariq, kata Nasrulkah, sengaja dipertemukan lebih awal dengann koordinator Maktab PPIH Arab Saudi. Sehingga, terjalin keakraban dan komunikasi yang lebih efektif.
Nasrullah menambahkan, selain koordinator maktab, PPIH juga akan menempatkan petugas di tenda jemaah. Setiap petugas akan menangani dua tenda jemaah. Mereka yang akan mengkomunikasikan dengan pihak maktab jika ada masalah di tenda.
"Dari 73 maktab, total ada 1.269 tenda di Arafah. Petugas akan hadir di maktab dan tenda. Setiap dua tenda ada satu petugas. Setiap maktab ada koordinator maktab," sebut Nasrullah.
Hadirnya petugas di tenda, kata Nasrullah, untuk bersinergi dengan pimpinan maktab dalam melayani jemaah. Forum ini dihelat agar pimpinan maktab tahu bahwa petugas yang ditempatkan di tenda maktab adalah petugas legal sehingga perlu diberi tempat.
Kepada pihak Maktab, Nasrullah yang juga Ketua PPIH Arab Saudi mengingatkan untuk tidak memasukkan jemaah lain ke tenda.
"Tidak boleh memasukkan jemaah di luar jemaah reguler. Kejadian tahun sebelumnya agar tidak terulang. Kita sepakat bahwa tenda di Arafah dan Mina tidak boleh digunakan jemaah haji lain," tutupnya.
(aww)
Lihat Juga :