Heraklius Kerahkan Kapal Mengepung Abu Ubaidah di Hims
Senin, 10 Juni 2024 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
Abu Ubaidah sependapat dengan mereka dan menentang pendapat Khalid. Benteng-benteng makin diperkuat dan ia menulis surat kepada Umar mengenai ·pendapat-pendapat sahabat-sahabatnya itu.
Umar memang tidak pernah melupakan bahwa pasukannya di Irak dan di Syam pada suatu saat akan menghadapi bahaya serupa itu, dan seluruh perjuangan Islam akan dihadapkan kepada hal yang sama seperti ketika ia menerima pucuk pimpinan untuk memimpin kaum Muslimin.
Oleh karena itu ia memerintahkan agar di Basrah dan di Kufah dibangun barak-barak untuk pasukan Muslimin yang tak boleh dihuni oleh yang lain. Kemudian di setiap kota dan keenam kota yang lain ditempatkan empat ribu pasukan berkuda yang sudah siap siaga dalam menghadapi serangan mendadak serupa itu.
Baca juga: Penaklukan Yerusalem: Isi Perjanjian Khalifah Umar dengan Pihak Gereja
Akan tetapi sesudah ia menerima surat Abu Ubaidah dan melihat bahaya besar yang sedang mengepungnya, langsung ia menulis kepada Sa’ad bin Abi Waqqas: “Mobilisasikanlah pasukan bersama Qa’qa’ bin Amr dan berangkatkanlah hari itu juga ke Hims begitu surat saya ini sampai ke tangan Anda. Abu Ubaidah sekarang sedang dikepung, dan hadapilah mereka dengan sungguh-sungguh dan tanpa ampun.”
Hari itu juga perintah Khalifah itu dilaksanakan oleh Sa’ad. Qa’qa' memobilisasi empat ribu orang dari pasukan berkuda yang sudah terlatih, dan pagi-pagi sekali mereka berangkat dari Kufah menuju Hims.
Penyelamatan Abu Ubaidah
Sebenarnya keadaannya lebih berbahaya dengan keberangkatan Qa’qa’ bersama 4000 orang pasukan berkuda itu untuk menghadapi mereka yang berangkat dari Jazirah saja ke Hims yang sudah mencapai 30.000 orang itu, di luar kapal-kapal yang dikirim oleh Heraklius ke Antakiah.
Umar tahu bahwa pasukannya di beberapa kota di Syam sedang sibuk menghadapi keadaan setempat. Andaikata mereka juga pergi ke Hims dengan meninggalkan kota-kota itu keadaan di seluruh Syam akan makin kacau.
Oleh karena itu perintahnya kepada Qa’qa’ agar ia berangkat dari Kufah disusul dengan perintah-perintah lain yang kesemuanya merupakan pikiran Umar yang cemerlang dan pandangannya yang jauh.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar Memasuki Yerusalem: Marah dengan Kuda yang Dianggap Sombong
Haekal menuturkan, yang menarik, kabilah-kabilah itu berangkat dari Jazirah ke Hims karena yang terbayang oleh mereka jauhnya perkampungan mereka dari serangan pasukan Muslimin. Jadi, kalau perkampungan ini diserang, kabilah-kabilah itu pasti berbalik kembali, dan ini akan meringankan tugas Abu Ubaidah dan pasukannya.
Umar memang tidak pernah melupakan bahwa pasukannya di Irak dan di Syam pada suatu saat akan menghadapi bahaya serupa itu, dan seluruh perjuangan Islam akan dihadapkan kepada hal yang sama seperti ketika ia menerima pucuk pimpinan untuk memimpin kaum Muslimin.
Oleh karena itu ia memerintahkan agar di Basrah dan di Kufah dibangun barak-barak untuk pasukan Muslimin yang tak boleh dihuni oleh yang lain. Kemudian di setiap kota dan keenam kota yang lain ditempatkan empat ribu pasukan berkuda yang sudah siap siaga dalam menghadapi serangan mendadak serupa itu.
Baca juga: Penaklukan Yerusalem: Isi Perjanjian Khalifah Umar dengan Pihak Gereja
Akan tetapi sesudah ia menerima surat Abu Ubaidah dan melihat bahaya besar yang sedang mengepungnya, langsung ia menulis kepada Sa’ad bin Abi Waqqas: “Mobilisasikanlah pasukan bersama Qa’qa’ bin Amr dan berangkatkanlah hari itu juga ke Hims begitu surat saya ini sampai ke tangan Anda. Abu Ubaidah sekarang sedang dikepung, dan hadapilah mereka dengan sungguh-sungguh dan tanpa ampun.”
Hari itu juga perintah Khalifah itu dilaksanakan oleh Sa’ad. Qa’qa' memobilisasi empat ribu orang dari pasukan berkuda yang sudah terlatih, dan pagi-pagi sekali mereka berangkat dari Kufah menuju Hims.
Penyelamatan Abu Ubaidah
Sebenarnya keadaannya lebih berbahaya dengan keberangkatan Qa’qa’ bersama 4000 orang pasukan berkuda itu untuk menghadapi mereka yang berangkat dari Jazirah saja ke Hims yang sudah mencapai 30.000 orang itu, di luar kapal-kapal yang dikirim oleh Heraklius ke Antakiah.
Umar tahu bahwa pasukannya di beberapa kota di Syam sedang sibuk menghadapi keadaan setempat. Andaikata mereka juga pergi ke Hims dengan meninggalkan kota-kota itu keadaan di seluruh Syam akan makin kacau.
Oleh karena itu perintahnya kepada Qa’qa’ agar ia berangkat dari Kufah disusul dengan perintah-perintah lain yang kesemuanya merupakan pikiran Umar yang cemerlang dan pandangannya yang jauh.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar Memasuki Yerusalem: Marah dengan Kuda yang Dianggap Sombong
Haekal menuturkan, yang menarik, kabilah-kabilah itu berangkat dari Jazirah ke Hims karena yang terbayang oleh mereka jauhnya perkampungan mereka dari serangan pasukan Muslimin. Jadi, kalau perkampungan ini diserang, kabilah-kabilah itu pasti berbalik kembali, dan ini akan meringankan tugas Abu Ubaidah dan pasukannya.
Lihat Juga :