Dear Jemaah! Pahami Manasik, Haji Tidak Sah jika Tinggalkan Salah Satu Rukun Haji
Selasa, 11 Juni 2024 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
"Wajib haji adalah rangkaian amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji yang bila salah satu amalan itu tidak dikerjakan ibadah haji seseorang tetap sah, tapi dia harus membayar dam," tuturnya.
Wajib haji tersebut yaitu Ihram, yakni niat berhaji dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah, dan tawaf Wada (bagi yang akan meninggalkan Makkah).
"Jika seseorang sengaja meninggalkan salah satu rangkaian amalan itu tanpa adanya uzur syar'i, ia berdosa," tegasnya.
Widi menyampaikan, mulai hari ini, 11 Juni 2024, operasional bus selawat akan diberhentikan melayani jemaah. Pemberhentian operasional bus selawat akan berlangsung selama empat hari sebelum pelaksanaan puncak haji di Arafah.
Menurutnya, pemberhentian operasional bus selawat tersebut disebabkan ditutupnya jalur-jalur yang biasa dilalui bus selawat karena padatnya arus lalu lintas jelang puncak haji.
"Penghentian ini juga mendorong para jemaah bisa fokus untuk persiapan puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina)," ucapnya.
Menunggu puncak haji, kata Widi, jemaah agar menempatkan persiapan menjalani rangkaian puncak haji sebagai prioritas utama. Aktivitas ibadah dapat dilakukan di hotel dan membatasi bepergian ke luar hotel.
"Manfaatkan waktu-waktu menghadapi puncak haji dengan memperbanyak amalan ibadah, berzikir, mendalami manasik haji, menjaga kebugaran tubuh dengan makan yang teratur dan tepat waktu serta istirahat yang cukup," tutupnya.
Wajib haji tersebut yaitu Ihram, yakni niat berhaji dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah, dan tawaf Wada (bagi yang akan meninggalkan Makkah).
"Jika seseorang sengaja meninggalkan salah satu rangkaian amalan itu tanpa adanya uzur syar'i, ia berdosa," tegasnya.
Widi menyampaikan, mulai hari ini, 11 Juni 2024, operasional bus selawat akan diberhentikan melayani jemaah. Pemberhentian operasional bus selawat akan berlangsung selama empat hari sebelum pelaksanaan puncak haji di Arafah.
Menurutnya, pemberhentian operasional bus selawat tersebut disebabkan ditutupnya jalur-jalur yang biasa dilalui bus selawat karena padatnya arus lalu lintas jelang puncak haji.
"Penghentian ini juga mendorong para jemaah bisa fokus untuk persiapan puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina)," ucapnya.
Menunggu puncak haji, kata Widi, jemaah agar menempatkan persiapan menjalani rangkaian puncak haji sebagai prioritas utama. Aktivitas ibadah dapat dilakukan di hotel dan membatasi bepergian ke luar hotel.
"Manfaatkan waktu-waktu menghadapi puncak haji dengan memperbanyak amalan ibadah, berzikir, mendalami manasik haji, menjaga kebugaran tubuh dengan makan yang teratur dan tepat waktu serta istirahat yang cukup," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :