Kisah Seorang Yahudi Membantu Pasukan Muslim Menaklukkan Kaisariah
Rabu, 12 Juni 2024 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Umar Bin Khattab dan Shalahudin Al Ayubi, Pahlawan Pembebas Baitul Maqdis, Siapa Berikutnnya?
Kemudian ia kembali ke Palestina dan mengepungnya sesudah Aelia. Setelah itu dari Kinnasrin ia pergi ke Mesir Kemudian Yazid bin Abi Sufyan yang diangkat sesudah Abu Ubaidah. Ia mewakilkan saudaranya Mu'awiah untuk mengepungnya dan dia sendiri pergi ke Damsyik membawa luka-lukanya, sampai akhirnya ia meninggal di sana."
Haekal berpendapat yang dapat kita sarikan dari sumber-sumber ini bahwa Kaisariah dikepung dan pengepungan ini memakan waktu lama, bahkan dikatakan sampai 7 tahun.
Soalnya karena kota ini adalah kota pantai yang kuat dengan lubang-lubang perlindungan serta menara-menara pengintai dengan tembok-tembok yang kukuh. Ditambah lagi dengan penduduk dan pasukan yang tidak kecil jumlahnya - tak dapat dibandingkan dengan Antakiah dan Damsyik.
Balazuri menyebutkan, bahwa ada 100.000 orang yang berjaga-jaga setiap malam di tembok-tembok itu. Kota ini dapat diterobos karena ada seorang Yahudi malam-malam menemui pasukan Muslimin dan ia menunjukkan sebuah jalan di terowongan yang digenangi air sampai setinggi pinggang.
Pasukan Muslimin malam-malam memasuki kota itu melalui jalan itu sambil bertakbir. Pasukan Romawi yang hendak melarikan diri melalui terowongan itu terbentur pada pasukan Muslimin yang sudah ada di sana.
Baca juga: Ini Dia Komandan Perang Muslim saat Pengepungan Baitul Maqdis di Era Khalifah Umar?
Disebutkan bahwa Amr bin As membebaskannya pada tahun 17 Hijriyah, kemudian penduduknya memberontak dan dibantu oleh Romawi.
Setelah itu dibebaskan lagi oleh Mu'awiah dan ia membangun gudang senjata di sana dan diserahkan kepada para penjaga. Di tempat ini Mu'awiah menemukan 700.000 tentara sewaan, 30.000 orang Samaria, 200.000 orang Yahudi dan 300.000 lagi wajib militer yang sudah siap semua.
Kemudian ia kembali ke Palestina dan mengepungnya sesudah Aelia. Setelah itu dari Kinnasrin ia pergi ke Mesir Kemudian Yazid bin Abi Sufyan yang diangkat sesudah Abu Ubaidah. Ia mewakilkan saudaranya Mu'awiah untuk mengepungnya dan dia sendiri pergi ke Damsyik membawa luka-lukanya, sampai akhirnya ia meninggal di sana."
Haekal berpendapat yang dapat kita sarikan dari sumber-sumber ini bahwa Kaisariah dikepung dan pengepungan ini memakan waktu lama, bahkan dikatakan sampai 7 tahun.
Soalnya karena kota ini adalah kota pantai yang kuat dengan lubang-lubang perlindungan serta menara-menara pengintai dengan tembok-tembok yang kukuh. Ditambah lagi dengan penduduk dan pasukan yang tidak kecil jumlahnya - tak dapat dibandingkan dengan Antakiah dan Damsyik.
Balazuri menyebutkan, bahwa ada 100.000 orang yang berjaga-jaga setiap malam di tembok-tembok itu. Kota ini dapat diterobos karena ada seorang Yahudi malam-malam menemui pasukan Muslimin dan ia menunjukkan sebuah jalan di terowongan yang digenangi air sampai setinggi pinggang.
Pasukan Muslimin malam-malam memasuki kota itu melalui jalan itu sambil bertakbir. Pasukan Romawi yang hendak melarikan diri melalui terowongan itu terbentur pada pasukan Muslimin yang sudah ada di sana.
Baca juga: Ini Dia Komandan Perang Muslim saat Pengepungan Baitul Maqdis di Era Khalifah Umar?
Disebutkan bahwa Amr bin As membebaskannya pada tahun 17 Hijriyah, kemudian penduduknya memberontak dan dibantu oleh Romawi.
Setelah itu dibebaskan lagi oleh Mu'awiah dan ia membangun gudang senjata di sana dan diserahkan kepada para penjaga. Di tempat ini Mu'awiah menemukan 700.000 tentara sewaan, 30.000 orang Samaria, 200.000 orang Yahudi dan 300.000 lagi wajib militer yang sudah siap semua.
(mhy)
Lihat Juga :