Kisah Abu Ubaidah Ragu Jalankan Perintah Umar Mengeksekusi Khalid bin Walid
Kamis, 13 Juni 2024 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Andaikata maksudnya sekadar untuk mengetahui asal usul yang sepuluh ribu itu, niscaya cukup Abu Ubaidah saja menanyakan kepada Khalid dan menyampaikan jawabannya kepada Amirulmukminin.
Bahwa dia sampai disidang di tengah-tengah orang banyak dengan begitu hina, tentu ada masalah lain di balik itu. Dan masalah itu tentu penting sekali, terbukti dari kebingungan Abu Ubaidah sendiri hingga ia memilih diam.
Menurut Haekal, untuk menghilangkan kebingungannya dan untuk mengetahui berita dengan sejelas-jelasnya haruskah Khalid menanyakah sendiri kepada Abu Ubaidah?
Ia membicarakan masalah ini kepada beberapa orang stafnya. Mereka mengatakan kepadanya bahwa orang ramai bicara bahwa dia mengatakan, uang yang dihadiahkan kepada Asy'as itu dari harta perolehan perang dan dia akan dipersalahkan dan Abu Ubaidah akan mengembalikannya ke tempat tugasnya.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Khattab Memecat Khalid bin Walid sebagai Panglima Perang
Perlukah kiranya ia menemui Abu Ubaidah dan membisikkan kepadanya apa yang sebenarnya dikehendaki Umar supaya ia dikembalikan ke Kinnasrin?
Dalam hal ini ia masih maju mundur sesudah ia bertanya-tanya dalam hatinya. Kalau ia lakukan hal itu dan orang tahu, martabatnya di mata mereka akan jatuh, kepercayaan mereka kepadanya akan hilang.
Ia pergi menemui saudara perempuannya, Fatimah binti Walid, untuk dimintai pendapat. Saudaranya itu mengatakan: "Umar memang tak pernah mencintaimu. Keinginannya hanya supaya Anda mendustakan hatimu, kemudian ia akan memecatmu."
Khalid setuju dengan pendapatnya itu, dan sambil mencium kepala Fatimah ia berkata: "Anda benar." Ia hanya tinggal menunggu apa yang akan terjadi atas dirinya.
Sementara itu sedang terjadi di Hims, di Madinah Umar sedang menunggu kedatangan Khalid dalam keadaan yang sudah dipecat dari jabatannya.
Bahwa dia sampai disidang di tengah-tengah orang banyak dengan begitu hina, tentu ada masalah lain di balik itu. Dan masalah itu tentu penting sekali, terbukti dari kebingungan Abu Ubaidah sendiri hingga ia memilih diam.
Menurut Haekal, untuk menghilangkan kebingungannya dan untuk mengetahui berita dengan sejelas-jelasnya haruskah Khalid menanyakah sendiri kepada Abu Ubaidah?
Ia membicarakan masalah ini kepada beberapa orang stafnya. Mereka mengatakan kepadanya bahwa orang ramai bicara bahwa dia mengatakan, uang yang dihadiahkan kepada Asy'as itu dari harta perolehan perang dan dia akan dipersalahkan dan Abu Ubaidah akan mengembalikannya ke tempat tugasnya.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Khattab Memecat Khalid bin Walid sebagai Panglima Perang
Perlukah kiranya ia menemui Abu Ubaidah dan membisikkan kepadanya apa yang sebenarnya dikehendaki Umar supaya ia dikembalikan ke Kinnasrin?
Dalam hal ini ia masih maju mundur sesudah ia bertanya-tanya dalam hatinya. Kalau ia lakukan hal itu dan orang tahu, martabatnya di mata mereka akan jatuh, kepercayaan mereka kepadanya akan hilang.
Ia pergi menemui saudara perempuannya, Fatimah binti Walid, untuk dimintai pendapat. Saudaranya itu mengatakan: "Umar memang tak pernah mencintaimu. Keinginannya hanya supaya Anda mendustakan hatimu, kemudian ia akan memecatmu."
Khalid setuju dengan pendapatnya itu, dan sambil mencium kepala Fatimah ia berkata: "Anda benar." Ia hanya tinggal menunggu apa yang akan terjadi atas dirinya.
Sementara itu sedang terjadi di Hims, di Madinah Umar sedang menunggu kedatangan Khalid dalam keadaan yang sudah dipecat dari jabatannya.
Lihat Juga :