10 Hari Menuju Ramadhan, Siapkan Bekal untuk Menyambutnya
Selasa, 14 April 2020 - 20:38 WIB
loading...
Bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah tinggal 10 hari lagi. Tidak ada pilihan kecuali menyiapkan diri dan bekal untuk menyambut tamu agung tersebut. Foto/dok SINDOnews
A
A
A
Bulan suci Ramadhan tinggal 10 hari lagi terhitung hari ini Selasa (14/4/2020) atau bertepatan 20 Sya'ban 1441 Hijriyah. Bekal apa yang sudah kita siapkan untuk menyambutnya?
Kebiasaan para ulama salaf terdahulu mereka selalu bersemangat menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Ketika masuk bulan Rajab, mereka sudah mulai menghidupkan amal saleh dan meninggalkan urusan perniagaan.
Adapun Baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) ketika akan memasuki Ramadhan, Beliau meningkatkan kualitas ibadah dan menyempurnakannya di bulan Sya'ban. Sya'ban menjadi bulan istimewa bagi Rasulullah untuk berpuasa dan beramal saleh sebelum menjalani puasa Ramadhan.
Ummul Mu'minin Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kebiasaan salat Tahajjud yang dilakukan beliau, padahal dosa-dosa beliau telah diampuni oleh Allah, maka Rasulullah SAW menjawab dengan perkataan yang penuh hikmah, "Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?"
Dalam riwayat Usama bin Zayid RA berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Sya'ban?’ Beliau menjawab, "Sya'ban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah Ta'ala dan aku menyukai pada saat amal diangkat, aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An-Nasa'i).
Itulah sebabnya sebelum memasuki bulan agung Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh. Amalan yang sangat dianjurkan antara lain memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah Ta'ala.
Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullahu berkata: "Amru bin Qais apabila beliau memasuki bulan Rajab beliau meninggalkan perdagangannya dan menyibukkan dirinya untuk membaca Al-Quran." Beliau juga berkata, "Beruntunglah bagi orang yang memperbaiki dirinya sebelum masuk bulan Ramadhan".
Keutamaan Berpuasa
Dari Abu Sa'id radhiallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:"Tidak ada seorang hamba yang berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan Allah menjauhkan wajahnya dengan hari itu dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun (perjalanan)". (HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan An-Nasa'i)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (Surah Al-Baqarah: ayat 183)
Kebiasaan para ulama salaf terdahulu mereka selalu bersemangat menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Ketika masuk bulan Rajab, mereka sudah mulai menghidupkan amal saleh dan meninggalkan urusan perniagaan.
Adapun Baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) ketika akan memasuki Ramadhan, Beliau meningkatkan kualitas ibadah dan menyempurnakannya di bulan Sya'ban. Sya'ban menjadi bulan istimewa bagi Rasulullah untuk berpuasa dan beramal saleh sebelum menjalani puasa Ramadhan.
Ummul Mu'minin Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kebiasaan salat Tahajjud yang dilakukan beliau, padahal dosa-dosa beliau telah diampuni oleh Allah, maka Rasulullah SAW menjawab dengan perkataan yang penuh hikmah, "Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?"
Dalam riwayat Usama bin Zayid RA berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Sya'ban?’ Beliau menjawab, "Sya'ban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah Ta'ala dan aku menyukai pada saat amal diangkat, aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An-Nasa'i).
Itulah sebabnya sebelum memasuki bulan agung Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh. Amalan yang sangat dianjurkan antara lain memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah Ta'ala.
Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullahu berkata: "Amru bin Qais apabila beliau memasuki bulan Rajab beliau meninggalkan perdagangannya dan menyibukkan dirinya untuk membaca Al-Quran." Beliau juga berkata, "Beruntunglah bagi orang yang memperbaiki dirinya sebelum masuk bulan Ramadhan".
Keutamaan Berpuasa
Dari Abu Sa'id radhiallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:"Tidak ada seorang hamba yang berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan Allah menjauhkan wajahnya dengan hari itu dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun (perjalanan)". (HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan An-Nasa'i)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (Surah Al-Baqarah: ayat 183)
Lihat Juga :