Cegah Antrean, Muhammadiyah Usul Tempat Wukuf dan Mabit Dibuat Bertingkat

Kamis, 20 Juni 2024 - 11:13 WIB
loading...
Cegah Antrean, Muhammadiyah...
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mengusulkan agar tempat wukuf di Arafah hingga tempat mabit di Muzdalifah dan Mina untuk dibuat bertingkat. Foto/PWNU
A A A
JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah , Anwar Abbas mengusulkan agar tempat wukuf di Arafah hingga tempat mabit di Muzdalifah dan Mina untuk dibuat bertingkat. Hal ini guna mengurangi lamanya antrean untuk bisa mengerjakan ibadah haji, serta mengakomodir ratusan ribu jemaah dari Indonesia.

"Hal itu bisa dilakukan dengan membuat bangunan bertingkat di Arafah, Muzdalifah dan di Mina. Tempat wukuf dan mabit di Muzdalifah dan Mina tidak lagi bersempit-sempit seperti sekarang ini di mana para jemaah kalau sama-sama tidur jelas sangat tidak nyaman," ujar Anwar dalam keterangannya, Kamis (20/6/2024).

Baca juga: Suasana Jemaah Indonesia Mabit di Muzdalifah setelah Wukuf di Arafah

Penambahan sarana dan prasarana baru lanjutnya sangat berguna terutama untuk mengatasi keluhan tentang masalah toilet yang sekarang antreannya cukup panjang dan lama. Tentu akan bisa dibenahi sehingga bisa dibuat rasio jemaah dan toilet yang berkeseimbangan.

Lalu dapur tempat pengusaha catering, kata Anwar, juga bisa diperluas sehingga mereka dapat memasak di dapur tersebut sesuai dengan kebutuhan jemaah. Hal ini agar tidak ada lagi alasan keterlambatan pengiriman makanan.

Kemudian manfaat lainnya, yakni dalam kegiatan melempar jumrah dapat dilakukan tidak lagi berdesak-desakan seperti sekarang. Hal ini dikarenakan di samping waktu bagi para jemaah dari masing-masing negara sudah diatur juga tempat jemaah melempar jamarat juga harus disesuaikan dengan tempat atau lantai mereka menginap.

"Tentu saja dampak dari penambahan kuota ini jika dilakukan space dari Masjidilharam sudah jelas tidak akan mampu untuk menampung seluruh jemaah tersebut," katanya.

Dengan demikian, dia juga meminta agar perlunya pengaturan tentang waktu thawaf dan sai serta salat lima waktu untuk para jamaah dari masing-masing negara.Baca juga: Habib Ali Hasan Ajak Jemaah Haji Maknai Wukuf Arafah Tempat Membuka Mata dan Tak Bedakan Manusia

"Hal ini sudah sangat patut dan penting sekali dilakukan apalagi bila dilihat dari perspektif maqoshid syariah karena kita dituntut untuk menjaga kemashlahatan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta kita," tuturnya.

(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Rekomendasi
Bukan Firaun, Orang...
Bukan Firaun, Orang Terkaya di Zaman Nabi Musa Terkuak
Badai Pasir Haboob Menelan...
Badai Pasir Haboob Menelan Arizona Langit Jadi Gelap
Topan Lupit Terjang...
Topan Lupit Terjang 3 Wilayah, Warga Jepang Diminta Waspada
Artikel Terkini
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Quran tentang Kekayaan, Panduan Mencari dan Mengelola Harta Halal
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Kapan Harta Menjadi...
Kapan Harta Menjadi Tercela? Ini Sikap yang Menyebabkannya
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved