Hizbullah Ancam Siprus, Hassan Nasrallah: Membantu Israel Berarti Bagian dari Perang
Kamis, 20 Juni 2024 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan negara-negara Arab seperti UEA dan Maroko untuk menormalisasi hubungan dengan Israel berdasarkan Perjanjian Abraham mengalahkan berkembangnya hubungan Israel dengan Yunani dan Siprus, namun kohesi baru mereka diam-diam berdampak pada Mediterania Timur.
Siprus adalah anggota pendiri Forum Gas Mediterania Timur, yang berupaya memperdalam kerja sama energi dengan Israel dan negara-negara Arab, di tengah ketegangan maritim dengan Turki. Tahun lalu, Siprus berupaya memperkuat hubungan energinya dengan Israel dengan melobi pembangunan pipa gas baru di antara keduanya, demikian laporan MEE.
Ironisnya, Siprus, seperti Yunani, juga mendapat manfaat dari masuknya investasi real estat Israel dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan kembalinya minat investor Lebanon.
Baca juga: Pemimpin Hizbullah Janjikan Kejutan untuk Israel
Ketika pertempuran sengit terjadi di Gaza dan di sepanjang perbatasan dengan Lebanon, Israel memanfaatkan hubungan strategisnya dengan Siprus untuk tujuan militer.
Langkah yang Cerdas
Angkatan udara Israel dilaporkan juga menggunakan wilayah udara Siprus untuk melakukan latihan simulasi skenario serangan Iran terhadap Israel.
Namun Siprus telah bekerja sama dengan Israel dalam bidang keamanan selama bertahun-tahun.
Sejak tahun 2021, mereka telah berpartisipasi bersama Yunani dan Amerika Serikat dalam latihan angkatan laut tahunan dengan julukan "Noble Dina". Mereka juga melakukan latihan angkatan laut skala besar pada tahun 2023 yang melibatkan armada angkatan laut Israel berlayar ke Siprus.
Pasukan khusus Israel juga berlatih di Siprus yang medan berbatunya menyerupai Lebanon.
Michael Harari, mantan duta besar Israel untuk Siprus, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa ancaman Nasrallah terhadap pulau itu menunjukkan kekhawatiran bahwa Israel akan melancarkan operasi.
Baca juga: Spesifikasi Roket Fajr Iran yang Digunakan Hizbullah
Middle East Eye melaporkan pada hari Rabu, bahwa utusan AS Amos Hochstein mengatakan kepada para pejabat Lebanon, AS akan mendukung serangan Israel di Lebanon setelah lima minggu jika tidak ada penghentian pertempuran harian antara kelompok yang didukung Iran dan Israel.
“Melibatkan Siprus dalam konflik berarti Nasrallah berada di bawah tekanan dan yakin Israel mungkin akan melancarkan serangan,” kata Harari.
Siprus adalah anggota pendiri Forum Gas Mediterania Timur, yang berupaya memperdalam kerja sama energi dengan Israel dan negara-negara Arab, di tengah ketegangan maritim dengan Turki. Tahun lalu, Siprus berupaya memperkuat hubungan energinya dengan Israel dengan melobi pembangunan pipa gas baru di antara keduanya, demikian laporan MEE.
Ironisnya, Siprus, seperti Yunani, juga mendapat manfaat dari masuknya investasi real estat Israel dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan kembalinya minat investor Lebanon.
Baca juga: Pemimpin Hizbullah Janjikan Kejutan untuk Israel
Ketika pertempuran sengit terjadi di Gaza dan di sepanjang perbatasan dengan Lebanon, Israel memanfaatkan hubungan strategisnya dengan Siprus untuk tujuan militer.
Langkah yang Cerdas
Angkatan udara Israel dilaporkan juga menggunakan wilayah udara Siprus untuk melakukan latihan simulasi skenario serangan Iran terhadap Israel.
Namun Siprus telah bekerja sama dengan Israel dalam bidang keamanan selama bertahun-tahun.
Sejak tahun 2021, mereka telah berpartisipasi bersama Yunani dan Amerika Serikat dalam latihan angkatan laut tahunan dengan julukan "Noble Dina". Mereka juga melakukan latihan angkatan laut skala besar pada tahun 2023 yang melibatkan armada angkatan laut Israel berlayar ke Siprus.
Pasukan khusus Israel juga berlatih di Siprus yang medan berbatunya menyerupai Lebanon.
Michael Harari, mantan duta besar Israel untuk Siprus, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa ancaman Nasrallah terhadap pulau itu menunjukkan kekhawatiran bahwa Israel akan melancarkan operasi.
Baca juga: Spesifikasi Roket Fajr Iran yang Digunakan Hizbullah
Middle East Eye melaporkan pada hari Rabu, bahwa utusan AS Amos Hochstein mengatakan kepada para pejabat Lebanon, AS akan mendukung serangan Israel di Lebanon setelah lima minggu jika tidak ada penghentian pertempuran harian antara kelompok yang didukung Iran dan Israel.
“Melibatkan Siprus dalam konflik berarti Nasrallah berada di bawah tekanan dan yakin Israel mungkin akan melancarkan serangan,” kata Harari.
Lihat Juga :