Maraknya Cek Khodam: Allah Taala Tidak Menerima Salatnya Selama 40 Hari
Kamis, 04 Juli 2024 - 07:48 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh lagi, sesungguhnya Islam melarang minta tolong kepada jin. Tindakan ini, termasuk istimta’, (mencari kesenangan) dengan jin, dilarang secara mutlak ( surat al-An’âm , ayat ke-128).
Keberadaan dan kemampuan jin sudah diketahui di zaman Nabi SAW, bahkan beliau pernah bertemu dengan sebagian mereka yang telah masuk Islam, tetapi Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tidak pernah meminta tolong kepada jin, padahal mereka menghadapi berbagai kesusahan dalam kehidupan. Ini menunjukkan bahwa meminta tolong kepada jin merupakan perkara baru yang tidak pernah terjadi di zaman salaf.
Dibolehkannya meminta tolong kepada jin, akan membuka pintu kesesatan dan kesyirikan yang sangat besar, sehingga hal ini harus ditutup.
Anggapan bahwa jin yang dimintai tolong adalah jin Muslim tidak bisa diterima. Karena hal itu perkara ghaib, kita tidak bisa mengetahui kejujuran dan hakikat jin tersebut. Manusia yang terlihat mata saja masih bisa menipu, bagaimana dengan jin yang tidak kelihatan.
Baca juga: Hukum Cek Khodam Menurut Para Ulama
Selain itu juga, jin tidak akan menolong manusia kecuali jika manusia itu tunduk kepadanya. Oleh karena itu, Syaikh Shalih Alu Syaikh berkata:
“Meminta tolong kepada jin merupakan kemusyrikan, karena jin tidak akan menolong manusia kecuali jika dia mendekatkan diri kepada para jin dan memberikan sebagian ibadah kepada para jin itu, dia memberikan kekuasaan kepada para jin sehingga mereka mendapatkan kesenangan dengan manusia. Sebagaimana Allâh Ta’ala berfirman:
Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa (ketakutan). [ QS al-Jin/72 :6]
Yakni : Jin menambahkan kepada manusia ketakutan, dosa, dan bencana”.
Baca juga: Penyebab Seseorang Diikuti Jin Khodam, Sebaiknya Dihindari
Keberadaan dan kemampuan jin sudah diketahui di zaman Nabi SAW, bahkan beliau pernah bertemu dengan sebagian mereka yang telah masuk Islam, tetapi Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tidak pernah meminta tolong kepada jin, padahal mereka menghadapi berbagai kesusahan dalam kehidupan. Ini menunjukkan bahwa meminta tolong kepada jin merupakan perkara baru yang tidak pernah terjadi di zaman salaf.
Dibolehkannya meminta tolong kepada jin, akan membuka pintu kesesatan dan kesyirikan yang sangat besar, sehingga hal ini harus ditutup.
Anggapan bahwa jin yang dimintai tolong adalah jin Muslim tidak bisa diterima. Karena hal itu perkara ghaib, kita tidak bisa mengetahui kejujuran dan hakikat jin tersebut. Manusia yang terlihat mata saja masih bisa menipu, bagaimana dengan jin yang tidak kelihatan.
Baca juga: Hukum Cek Khodam Menurut Para Ulama
Selain itu juga, jin tidak akan menolong manusia kecuali jika manusia itu tunduk kepadanya. Oleh karena itu, Syaikh Shalih Alu Syaikh berkata:
“Meminta tolong kepada jin merupakan kemusyrikan, karena jin tidak akan menolong manusia kecuali jika dia mendekatkan diri kepada para jin dan memberikan sebagian ibadah kepada para jin itu, dia memberikan kekuasaan kepada para jin sehingga mereka mendapatkan kesenangan dengan manusia. Sebagaimana Allâh Ta’ala berfirman:
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa (ketakutan). [ QS al-Jin/72 :6]
Yakni : Jin menambahkan kepada manusia ketakutan, dosa, dan bencana”.
Baca juga: Penyebab Seseorang Diikuti Jin Khodam, Sebaiknya Dihindari
(mhy)
Lihat Juga :