Quraish Shihab: Seks Itu Bersih dan Harus Selalu Bersih
Rabu, 10 Juli 2024 - 06:47 WIB
loading...
Dalam pandangan ajaran Islam, seks bukanlah sesuatu yang kotor atau najis, tetapi bersih dan harus selalu bersih. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Prof Quraish Shihab mengatakan sepintas boleh jadi ada yang berkata, apalagi muda mudi, bahwa "pemenuhan kebutuhan seksual merupakan tujuan utama perkawinan , dan dengan demikian fungsi utamanya adalah reproduksi".
Benarkah demikian? Dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Penerbit Mizan, 1996), Quraish menjelaskan dalam pandangan ajaran Islam , seks bukanlah sesuatu yang kotor atau najis, tetapi bersih dan harus selalu bersih.
"Mengapa kotor, atau perlu dihindari, sedang Allah sendiri yang memerintahkannya secara tersirat melalui law of sex, bahkan secara tersurat," katanya.
Dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 187 Allah Taala berfirman:
"Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka (istri-istrimu), dan carilah apa yang ditetapkan Allah untukmu."
Baca juga: Muhammadiyah: Kawin Kontrak Bertentangan dengan Ajaran Islam dan UU Perkawinan
Dalam ayat lain Allah berfirman:
"Istri-istri kamu adalah ladang (tempat bercocok tanam untukmu, maka datangilah (garaplah) ladang kamu bagaimana~ saja kamu kehendaki" ( QS Al-Baqarah [2] : 223).
Menurut Quraish, karena hubungan seks harus bersih, maka hubungan tersebut harus dimulai dan dalam suasana suci bersih; tidak boleh dilakukan dalam keadaan kotor, atau situasi kekotoran.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan agar berdoa menjelang hubungan seks dimulai.
Benarkah demikian? Dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Penerbit Mizan, 1996), Quraish menjelaskan dalam pandangan ajaran Islam , seks bukanlah sesuatu yang kotor atau najis, tetapi bersih dan harus selalu bersih.
"Mengapa kotor, atau perlu dihindari, sedang Allah sendiri yang memerintahkannya secara tersirat melalui law of sex, bahkan secara tersurat," katanya.
Dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 187 Allah Taala berfirman:
"Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka (istri-istrimu), dan carilah apa yang ditetapkan Allah untukmu."
Baca juga: Muhammadiyah: Kawin Kontrak Bertentangan dengan Ajaran Islam dan UU Perkawinan
Dalam ayat lain Allah berfirman:
"Istri-istri kamu adalah ladang (tempat bercocok tanam untukmu, maka datangilah (garaplah) ladang kamu bagaimana~ saja kamu kehendaki" ( QS Al-Baqarah [2] : 223).
Menurut Quraish, karena hubungan seks harus bersih, maka hubungan tersebut harus dimulai dan dalam suasana suci bersih; tidak boleh dilakukan dalam keadaan kotor, atau situasi kekotoran.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan agar berdoa menjelang hubungan seks dimulai.
Lihat Juga :