Tamasya ke Negeri Akhirat : Kengerian Balasan Orang yang Suka Pamer
Kamis, 11 Juli 2024 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Lalu datang orang yang memiliki banyak harta, Allah berkata kepadanya, "Bukankah Aku telah melapangkanmu sehingga engkau tidak membutuhkan lagi seseorang?" Ia berkata, "Ya wahai Tuhan." Allah bertanya, "Apa yang engkau lakukan pada harta yang telah Aku berikan kepadamu?" Ia berkata, "Saya melakukan Silaturrahim, dan mengeluarkan shadaqah." Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata kepadanya, "Engkau telah berbohong." Malaikat juga berkata, "Engkau berbohong" Allah berkata, "Padahal engkau ingin disebut sebagai orang yang dermawan, dan sebutan itu telah diarahkan kepadamu."
Selanjutnya, datang orang yang berjihad di jalan Allah, Allah bertanya kepadanya, "Dengan lantaran apa engkau berjihad?" Ia berkata, "Saya diperintah untuk berjihad di jalan Allah. Saya berjihad sampai terbunuh." Allah berkomentar, "Engkau berbohong." Malaikat juga berkata, "Engkau berbohong." Allah menambahkan, "Engkau ingin dikatakan pemberani dan memang telah dikatakan seperti itu." Wahai Abu Hurairah, tiga golongan itu merupakan makhluk yang pertama kali diciptakan Allah dan dimasukkan neraka pada Hari Kiamat." [HR Tirmidzi]
Bahkan, Allah Ta'ala akan menyiksa orang yang pamer karena bertentangan dengan apa yang disembunyikan dalam hatinya. Karena, orang yang pamer menginginkan popularitas di antara manusia dan disenangi mereka, maka Allah SWT mempermalukannya di hadapan manusia dengan maksud supaya mereka membencinya.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang ingin mendengarkan (mengenalkan) namanya, maka Allah akan mendengarkannya, dan barang siapa yang pamer maka Allah memamerkannya." [HR Muslim]
RasulullahShallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,
"Barangsiapa yang ingin mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah mewakilkannya pada manusia. Dan barangsiapa yang membenci manusia untuk mencari ridha Allah, maka Allah akan mencukupkannya dari segala kebutuhan manusia." (HR At-Tirmidzi dan Abu Naim)
Setiap insan tidak akan pernah lepas dari kesalahan. Sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Hati manusia juga cepat berubah. Jika saat ini beribadah dengan ikhlas, bisa jadi beberapa saat kemudian ikhlas tersebut berganti dengan riya’. Pagi ikhlas, mungkin sore sudah tidak. Hari ini ikhlas, mungkin esok tidak. Karena itu, hanya kepada Allahlah kita memohon agar hati kita diteguhkan dalam agama ini.
Baca juga: Jubb al-Hazn, Palung Jahanam Tempat Pembaca Al-Qur'an yang Riya Disiksa
Wallahu A'lam
Selanjutnya, datang orang yang berjihad di jalan Allah, Allah bertanya kepadanya, "Dengan lantaran apa engkau berjihad?" Ia berkata, "Saya diperintah untuk berjihad di jalan Allah. Saya berjihad sampai terbunuh." Allah berkomentar, "Engkau berbohong." Malaikat juga berkata, "Engkau berbohong." Allah menambahkan, "Engkau ingin dikatakan pemberani dan memang telah dikatakan seperti itu." Wahai Abu Hurairah, tiga golongan itu merupakan makhluk yang pertama kali diciptakan Allah dan dimasukkan neraka pada Hari Kiamat." [HR Tirmidzi]
Bahkan, Allah Ta'ala akan menyiksa orang yang pamer karena bertentangan dengan apa yang disembunyikan dalam hatinya. Karena, orang yang pamer menginginkan popularitas di antara manusia dan disenangi mereka, maka Allah SWT mempermalukannya di hadapan manusia dengan maksud supaya mereka membencinya.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang ingin mendengarkan (mengenalkan) namanya, maka Allah akan mendengarkannya, dan barang siapa yang pamer maka Allah memamerkannya." [HR Muslim]
RasulullahShallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,
"Barangsiapa yang ingin mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah mewakilkannya pada manusia. Dan barangsiapa yang membenci manusia untuk mencari ridha Allah, maka Allah akan mencukupkannya dari segala kebutuhan manusia." (HR At-Tirmidzi dan Abu Naim)
Setiap insan tidak akan pernah lepas dari kesalahan. Sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Hati manusia juga cepat berubah. Jika saat ini beribadah dengan ikhlas, bisa jadi beberapa saat kemudian ikhlas tersebut berganti dengan riya’. Pagi ikhlas, mungkin sore sudah tidak. Hari ini ikhlas, mungkin esok tidak. Karena itu, hanya kepada Allahlah kita memohon agar hati kita diteguhkan dalam agama ini.
Baca juga: Jubb al-Hazn, Palung Jahanam Tempat Pembaca Al-Qur'an yang Riya Disiksa
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :