Tamasya ke Negeri Akhirat : Kengerian Balasan Orang yang Suka Pamer
Kamis, 11 Juli 2024 - 11:10 WIB
loading...
Balasan orang yang syka pamer atau riya di alam akhirat nanti amalnya seperti debu-debu yang beterbangan, Allah SWT pun akan menyiksanya sangat mengerikan. Foto ilustrasi/dok inews
A
A
A
Sejenak meluangkan waktu untuk tamasya ke negeri akhirat , negeri abadi yang semakin lama semakin dekat kita. Hanya ada garis tipis yang membatasi kita dengan negeri itu. Sebuah negeri kepastian yang akan menjadi panggung kehidupan untuk selama-lamanya (wal akhiratu wal abqa)
Ketika di dunia, mungkin kita pernah berbuat pamer (riya) terhadap sesuatu yang mahal dan bagus yang kita beli atau kita kenakan. Bahkan dalam soal ibadah pun, mungkin tanpa sadar kita pernah melakukan semua ketaatan namun niat bukan karena Allah, melainkan hanya ingin didengar dan dilihat oleh manusia.
Syaikh Mahmud Al-Misri dalam kitabnya 'Rihlah Ila Ad-Dar Al-Akhirah' mengajak kita melihat pemandangan orang yang suka pamer atau riya ini di negeri akhirat kelak. Dia menjelaskan, sangat rugi orang-orang riya (pamer) ini, karena orang-orang seperti ini akan mendapati amal mereka sia-sia, dan tidak berguna. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,
"Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al Furqon: 23)
Dan firman Allah Ta'ala :
"Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. (48)Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya." (QS Az Zumar: 47-48)
Kekecewaan manusia akan bertambah ketika melihat fenomena ini. RasulullahShalallahu alaihi wa salam bersabda,
"Pada Hari Kiamat, Allah akan memberi keputusan (qadha) pada semua hamba-Nya. Pertama kali orang yang datang adalah orang membaca Qur'an, lalu orang yang berjihad di jalan Allah, dan orang yang banyak harta. Kemudian Allah berfirman kepada orang yang membaca Qur;an, "Bukankan Aku yang mengajarkanmu apa yang Aku turunkan pada Rasulku?" Ia berkata, "Ya, wahai Tuhan." Allah bertanya, "Apa yang engkau lakukan tentang apa yang engkau telah ketahui?" Ia menjawab, "Saya mengamalkan Al-Qur'an di waktu siang dan malam." Allah berkomentar, "Engkau telah berbohong." Malaikat berkata, "Engkau berbohong." Allah berbicara kepadanya, "Padahal sebenarnya engkau ingin dikatakan Fulan ahli membaca Qur'an, dan memang telah dikatakan demikian kepadamu."
Ketika di dunia, mungkin kita pernah berbuat pamer (riya) terhadap sesuatu yang mahal dan bagus yang kita beli atau kita kenakan. Bahkan dalam soal ibadah pun, mungkin tanpa sadar kita pernah melakukan semua ketaatan namun niat bukan karena Allah, melainkan hanya ingin didengar dan dilihat oleh manusia.
Syaikh Mahmud Al-Misri dalam kitabnya 'Rihlah Ila Ad-Dar Al-Akhirah' mengajak kita melihat pemandangan orang yang suka pamer atau riya ini di negeri akhirat kelak. Dia menjelaskan, sangat rugi orang-orang riya (pamer) ini, karena orang-orang seperti ini akan mendapati amal mereka sia-sia, dan tidak berguna. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,
وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُوا۟ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَٰهُ هَبَآءً مَّنثُورًا
"Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al Furqon: 23)
Dan firman Allah Ta'ala :
وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُۥ مَعَهُۥ لَٱفْتَدَوْا۟ بِهِۦ مِن سُوٓءِ ٱلْعَذَابِ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۚ وَبَدَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا۟ يَحْتَسِبُونَ
وَبَدَا لَهُمْ سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُوا۟ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
وَبَدَا لَهُمْ سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُوا۟ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
"Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. (48)Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya." (QS Az Zumar: 47-48)
Kekecewaan manusia akan bertambah ketika melihat fenomena ini. RasulullahShalallahu alaihi wa salam bersabda,
"Pada Hari Kiamat, Allah akan memberi keputusan (qadha) pada semua hamba-Nya. Pertama kali orang yang datang adalah orang membaca Qur'an, lalu orang yang berjihad di jalan Allah, dan orang yang banyak harta. Kemudian Allah berfirman kepada orang yang membaca Qur;an, "Bukankan Aku yang mengajarkanmu apa yang Aku turunkan pada Rasulku?" Ia berkata, "Ya, wahai Tuhan." Allah bertanya, "Apa yang engkau lakukan tentang apa yang engkau telah ketahui?" Ia menjawab, "Saya mengamalkan Al-Qur'an di waktu siang dan malam." Allah berkomentar, "Engkau telah berbohong." Malaikat berkata, "Engkau berbohong." Allah berbicara kepadanya, "Padahal sebenarnya engkau ingin dikatakan Fulan ahli membaca Qur'an, dan memang telah dikatakan demikian kepadamu."
Lihat Juga :