Kisah Pertempuran Manzikert dan Lahirnya Kesultanan Turki Seljuk Rum: Byzantium Terdesak
Selasa, 23 Juli 2024 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Turki Seljuk bersaing dalam kekuatan militer dan politik dengan Kekhalifahan Fatimiyah. Pada waktu itu Kekhalifahan Fatimiyah tampil sebagai yang terkuat di Timur Tengah.
Turki Seljuk akhirnya meluaskan daerah kekuasaan mereka ke arah barat, yaitu Anatolia yang dikuasai oleh Byzantium selama berabad-abad.
Baca juga: Catatan Emas Jihad Laut Daulah Thuluniyah Bendung Serangan Byzantium
Pada tahun 1071 terjadi Pertempuran Manzikert yang terjadi antara Turki Seljuk dengan Byzantium. Pertempuran tersebut dimenangkan oleh Turki Seljuk.
Patrick O’Brien dalam bukunya berjudul "Atlas of World History" menyebut pertempuran tersebut tidak hanya meluaskan wilayah Turki Seljuk, melainkan juga Byzantium harus menerima kenyataan pahit karena untuk pertama kalinya rajanya menjadi tawanan perang, yaitu Romanos IV.
Romanos IV yang menjadi tahanan perang merupakan sebuah kemenangan besar bagi Turki Seljuk yang dipimpin Sultan Alp Arslan. Turki Seljuk tidak hanya bertambah luas, namun juga kekuatan politik Turki Seljuk mulai dapat menyaingi Kekhalifahan Fatimiyah.
Konstantinopel harus terbuka untuk orang-orang Turki Seljuk terutama kaum pedagang. Konsekuensi Perang Manzikert sangat merugikan Byzantium. Ketika Romanos IV kembali ke Konstantinopel, ia menjadi musuh kerajaan dan ditawan sendiri oleh rakyatnya.
Menurut Guida M. Jackson dalam "Women Rulers Throughout the Ages: An Illustrated Guide", ia disiksa hingga kedua matanya menjadi buta. Tahun 1072, Romanos IV meninggal dengan cara yang tidak pantas, yaitu tetap menjadi tawanan oleh bangsanya sendiri.
Kesultanan Rum atau Turki
Kemenangan Turki Seljuk pada Pertempuran Manzikert melahirkan pemerintahan baru di Anatolia Tengah, yaitu Kesultanan Rum atau Turki Seljuk Rum. Kesultanan tersebut didirikan oleh Sulaiman bin Qutalmisy yang berjasa mengalahkan Byzantium di Anatolia tengah dan barat (Falk, 2010: 77).
Turki Seljuk akhirnya meluaskan daerah kekuasaan mereka ke arah barat, yaitu Anatolia yang dikuasai oleh Byzantium selama berabad-abad.
Baca juga: Catatan Emas Jihad Laut Daulah Thuluniyah Bendung Serangan Byzantium
Pada tahun 1071 terjadi Pertempuran Manzikert yang terjadi antara Turki Seljuk dengan Byzantium. Pertempuran tersebut dimenangkan oleh Turki Seljuk.
Patrick O’Brien dalam bukunya berjudul "Atlas of World History" menyebut pertempuran tersebut tidak hanya meluaskan wilayah Turki Seljuk, melainkan juga Byzantium harus menerima kenyataan pahit karena untuk pertama kalinya rajanya menjadi tawanan perang, yaitu Romanos IV.
Romanos IV yang menjadi tahanan perang merupakan sebuah kemenangan besar bagi Turki Seljuk yang dipimpin Sultan Alp Arslan. Turki Seljuk tidak hanya bertambah luas, namun juga kekuatan politik Turki Seljuk mulai dapat menyaingi Kekhalifahan Fatimiyah.
Konstantinopel harus terbuka untuk orang-orang Turki Seljuk terutama kaum pedagang. Konsekuensi Perang Manzikert sangat merugikan Byzantium. Ketika Romanos IV kembali ke Konstantinopel, ia menjadi musuh kerajaan dan ditawan sendiri oleh rakyatnya.
Menurut Guida M. Jackson dalam "Women Rulers Throughout the Ages: An Illustrated Guide", ia disiksa hingga kedua matanya menjadi buta. Tahun 1072, Romanos IV meninggal dengan cara yang tidak pantas, yaitu tetap menjadi tawanan oleh bangsanya sendiri.
Kesultanan Rum atau Turki
Kemenangan Turki Seljuk pada Pertempuran Manzikert melahirkan pemerintahan baru di Anatolia Tengah, yaitu Kesultanan Rum atau Turki Seljuk Rum. Kesultanan tersebut didirikan oleh Sulaiman bin Qutalmisy yang berjasa mengalahkan Byzantium di Anatolia tengah dan barat (Falk, 2010: 77).
Lihat Juga :