Catatan Emas Jihad Laut Daulah Thuluniyah Bendung Serangan Byzantium
Kamis, 04 November 2021 - 11:50 WIB
loading...
Ahmad bin Thulun memberikan perhatian besar terhadap penguatan armada laut Islam. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A
A
A
Pada masa Dinasti Abbasiyah , berdiri pula dinasti baru yang menguasai Mesir Islam. Dinasti itu adalah Dinasti Thuluniyah. Ini adalah dinasti bebas pertama yang memerintah Mesir Islam. Selain Mesir mereka juga memerintah Suriah, Syam, Hijaz, dan Yaman sejak tahun 868 M.
Baca juga: Tenggelamnya Jihad Laut di Masa Daulah Abbasiyah
Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi dalam bukunya berjudul "Khairuddin Barbarossa: Pahlawan Islam Penguasa Lautan" memaparkan pada masa ini angkatan laut Islam berkembang. "Sayang, daulah ini berumur pendek. Namun kehebatan dan kecintaan jihad pada jiwa pendirinya, Ahmad bin Thulun menjadikan negaranya kuat," ujar Abdul Aziz.
Ahmad bin Thulun memberikan perhatian besar terhadap penguatan armada laut Islam. Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan negara yang memiliki garis pantai yang panjang dari serangan Byzantium.
Ahmad bin Thulun membangun benteng besar di Pulau Rodhes. Upaya ini menjadikan Ahmad bin Thulun sebagai orang pertama yang menggagas pengamanan jalur pelayaran di Sungai Nil dari serangan musuh yang masuk melalui Dimyath atau Rasyid.
Ia mendatangkan para tenaga ahli untuk membuat kapal-kapal perang besar. Kapal-kapal itu kemudian berpatroli di perairan Mesir dan Syam menghadang kapal-kapal perang Byzantium.
Berangsur Melemah
Upaya ini diteruskan oleh putra Ahmad bin Thulun yang bernama Khimaruwaih. Ia memperkuat dan menambah jumlah armada laut. Ia juga mengadakan perjanjian damai dengan musuh ayahnya, yaitu raja Pulau Thursus.
Tindakan ini dilakukannya untuk memotong jalur pelayaran yang biasa dijadikan jalur masuk oleh Byzantium menuju wilayah Mesir dan Syam. Dengan begitu, Khimaruwaih bisa mencegah masuknya armada Byzantium menuju pantai-pantai Mesir.
Sayangnya, sejak kematian Khimaruwaih pada tahun 282 H, kekuatan Angkatan Laut Daulah Thuluniyah berangsur melemah. Bahkan, usia kerajaan tak berlangsung lama setelah itu.
Baca juga: Kisah Hulagu Khan, Pembantai Ribuan Muslim yang Menghapus Dinasti Abbasiyah
Baca juga: Tenggelamnya Jihad Laut di Masa Daulah Abbasiyah
Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi dalam bukunya berjudul "Khairuddin Barbarossa: Pahlawan Islam Penguasa Lautan" memaparkan pada masa ini angkatan laut Islam berkembang. "Sayang, daulah ini berumur pendek. Namun kehebatan dan kecintaan jihad pada jiwa pendirinya, Ahmad bin Thulun menjadikan negaranya kuat," ujar Abdul Aziz.
Ahmad bin Thulun memberikan perhatian besar terhadap penguatan armada laut Islam. Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan negara yang memiliki garis pantai yang panjang dari serangan Byzantium.
Ahmad bin Thulun membangun benteng besar di Pulau Rodhes. Upaya ini menjadikan Ahmad bin Thulun sebagai orang pertama yang menggagas pengamanan jalur pelayaran di Sungai Nil dari serangan musuh yang masuk melalui Dimyath atau Rasyid.
Ia mendatangkan para tenaga ahli untuk membuat kapal-kapal perang besar. Kapal-kapal itu kemudian berpatroli di perairan Mesir dan Syam menghadang kapal-kapal perang Byzantium.
Berangsur Melemah
Upaya ini diteruskan oleh putra Ahmad bin Thulun yang bernama Khimaruwaih. Ia memperkuat dan menambah jumlah armada laut. Ia juga mengadakan perjanjian damai dengan musuh ayahnya, yaitu raja Pulau Thursus.
Tindakan ini dilakukannya untuk memotong jalur pelayaran yang biasa dijadikan jalur masuk oleh Byzantium menuju wilayah Mesir dan Syam. Dengan begitu, Khimaruwaih bisa mencegah masuknya armada Byzantium menuju pantai-pantai Mesir.
Sayangnya, sejak kematian Khimaruwaih pada tahun 282 H, kekuatan Angkatan Laut Daulah Thuluniyah berangsur melemah. Bahkan, usia kerajaan tak berlangsung lama setelah itu.
Baca juga: Kisah Hulagu Khan, Pembantai Ribuan Muslim yang Menghapus Dinasti Abbasiyah
Lihat Juga :