Yahya Sinwar dan Upaya yang Gagal Mempersatukan Faksi-Faksi Palestina

Senin, 12 Agustus 2024 - 11:49 WIB
loading...
Yahya Sinwar dan Upaya...
Yahya Sinwar (Tengah). Foto: MEE
A A A
Yahya Sinwar adalah salah seorang arsitek utama Operasi Badai Al-Aqsa 7 Oktober 2023. Kini, ia dipilih dengan suara bulat sebagai pemimpin politik baru Hamas setelah Ismail Haniyeh terbunuh di Teheran, Iran, beberapa waktu lalu.

Jabatan ini akan disandang Yahya Sinwar hingga akhir masa jabatan Haniyeh pada Mei 2025. Kini ia diharapkan akan terus mencari titik temu dengan para pemimpin Otoritas Palestina (PA).

Sami Al-Arian dalam artikelnya berjudul "Can new Hamas chief Yahya Sinwar achieve Palestinian unity?" yang dilansir Middle East Eye atau MEE 9 Agustus 2024 mengatakan pesimistis atas keberhasilan mempersatukan faksi-faksi tersebut.

"Mengingat perbedaan yang tidak dapat diatasi dalam strategi dan pendekatan politik dalam organisasi-organisasi Palestina - apalagi peran PA yang didukung Fatah dalam keruntuhan ekonomi dan politik Gaza - upaya-upaya tersebut kemungkinan besar akan gagal," ujarnya.

Baca juga: Siapa Sosok Yahya Sinwar, Pemimpin Sayap Politik Hamas?

Sami Al-Arian adalah Direktur Pusat Islam dan Urusan Global (CIGA) di Universitas Zaim Istanbul. Berasal dari Palestina, ia tinggal di AS selama empat dekade (1975-2015) di mana ia menjadi akademisi tetap, pembicara terkemuka, dan aktivis hak asasi manusia sebelum pindah ke Turki.

Pada tanggal 23 Juli, hanya delapan hari sebelum pembunuhan Haniyeh, 14 faksi Palestina bertemu di Beijing atas undangan pemerintah Cina untuk menandatangani deklarasi persatuan lainnya sambil menyerukan "pemerintah persatuan nasional" baru di Ramallah.

"Pertemuan tersebut merupakan upaya rekonsiliasi ke-23 antara dua faksi utama Palestina, Fatah dan Hamas, sejak 2007," tulis Sami.

Pertemuan-pertemuan sebelumnya telah berlangsung, dan deklarasi-deklarasi telah ditandatangani di seluruh wilayah, termasuk di Makkah; Doha; Kairo; Sanaa; Beirut; Aljazair; dan El-Alamein; serta internasional di Istanbul dan Moskow.

Deklarasi Beijing sangat mirip sifat dan isinya dengan deklarasi Kairo tahun 2011 dan perjanjian rekonsiliasi Aljazair tahun 2022.

Para pihak sepakat untuk membentuk pemerintahan persatuan, menyelenggarakan pemilu, dan mengakhiri pelecehan dan penahanan yang terus berlangsung terhadap aktivis politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Palestina Menang, Akankah...
Palestina Menang, Akankah Kiamat Segera Terjadi?
Palestina dalam Kisah-kisah...
Palestina dalam Kisah-kisah Hadis Rasulullah SAW
Rekomendasi
Blue Fire di Dunia Ada...
Blue Fire di Dunia Ada Berapa? Ada 3 dan Salah Satunya di Indonesia
Bagaimana Lautan Berada...
Bagaimana Lautan Berada di Bumi Terkuak, Ini Penjelasan Ilimiahnya
3 Jenis Jenis Sesar,...
3 Jenis Jenis Sesar, Lengkap dengan Contohnya
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved