Yahya Sinwar dan Upaya yang Gagal Mempersatukan Faksi-Faksi Palestina

Senin, 12 Agustus 2024 - 11:49 WIB
loading...
A A A
Selama beberapa dekade, warga Palestina bersatu dalam tujuan pembebasan Palestina dan pemulihan hak-hak Palestina, khususnya hak untuk kembalinya pengungsi Palestina, hak yang diabadikan dalam Resolusi PBB 194 setelah Nakba 1948.

Sebenarnya, tujuan utama pembentukan PLO pada tahun 1964 adalah untuk memenuhi tujuan-tujuan ini.

Namun, sejak tahun 1974, PLO yang dipimpin Fatah telah memilih proses politik yang berpusat pada pembentukan negara Palestina.

Baca juga: Yahya Sinwar: Brigade al-Qassam Sudah Membunuh 1.500 Tentara Israel

Proses ini berpuncak pada penandatanganan Perjanjian Oslo tahun 1993 ketika pemimpin Fatah saat itu dan kepala PLO Arafat mengakui Israel atas 78 persen wilayah Palestina yang bersejarah sebagai imbalan atas negara Palestina yang terpotong atas 22 persen sisanya, yang meliputi Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Selama lebih dari 30 tahun, Abbas, penerus Arafat sejak 2005 sebagai kepala PLO, PA, dan Fatah, telah gagal mewujudkan penyelesaian politik yang layak sementara Israel telah mengonsolidasikan kendalinya atas Tepi Barat, dengan jumlah pemukim Israel meningkat pesat hingga lebih dari tujuh kali lipat, atau sekitar 800.000 sejak 1993.

Bahkan pemerintahan Obama mengakui kenyataan ini pada tahun 2016 ketika mengizinkan resolusi Dewan Keamanan PBB 2334, yang mengutuk permukiman Israel, untuk disahkan tanpa veto Amerika.

Beberapa hari kemudian, Menteri Luar Negeri Obama, John Kerry, memberikan pidato yang menyatakan bahwa apa yang disebut solusi dua negara sudah hampir mati.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah melembagakan kebijakan Yahudisasi yang agresif di Yerusalem, khususnya di tempat-tempat suci umat Islam di kompleks Masjid Al-Aqsa , atau Haram al-Sharif.

Oleh karena itu, selama bertahun-tahun, warga Palestina yang berada di bawah pendudukan kehilangan harapan dalam proses yang curang ini, sebagaimana ditunjukkan oleh keberhasilan Hamas dalam pemilihan umum 2006 dan sebagaimana yang secara konsisten dikonfirmasi oleh jajak pendapat sejak saat itu.

Baca juga: Yahya Sinwar Jadi Pemimpin Baru Hamas, Ini Respons Abu Ubaidah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Palestina Menang, Akankah...
Palestina Menang, Akankah Kiamat Segera Terjadi?
Palestina dalam Kisah-kisah...
Palestina dalam Kisah-kisah Hadis Rasulullah SAW
Rekomendasi
Jadi Tempat Terpanas...
Jadi Tempat Terpanas di Bumi, NASA Cap Gurun Dasht-e Lut sebagai Area Neraka
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Berputar, Hal Ini yang Dirasakan Penduduk Dunia
Begini Kondisi Bumi...
Begini Kondisi Bumi saat Es Antartika Seluruhnya Mencair
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
5 Negara Muslim yang...
5 Negara Muslim yang Memiliki Sistem dan Tradisi Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved