Mengapa Israel Ngotot Kuasai Palestina? Benarkah Ada Hubungannya dengan Dajjal?
Kamis, 15 Agustus 2024 - 11:29 WIB
loading...
Ternyata cita-cita terbesar Israel ingin menguasai Palestina semata-mata untuk menyambut kedatangan Dajjal, mereka mendirikan negara Israel Raya untuk mengembalikan kejayaan Kerajaan Daud. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Hingga hari ini, genosida dan agresi Israel ke wilayah Palestina terus berlangsung. Peperangan tiada akhir ini tidak lepas dari risalah Nubuwwah (kenabian). Keadaan akhir zaman telah disebutkan Nabi Muhammad shallalallahu 'alaihi wasallam 15 abad lalu bahwa umat Muslim akan berperang melawan Yahudi yang kelak dipimpin oleh Dajjal si Mesiah Palsu.
Dalam Buku "The Diary of Dajjal" karya Noriagaa dan Archenarh disebutkan, kemunculan Dajjal dari dulu sudah ditunggu-tunggu kaum Yahudi. Dajjal (Al-Masih palsu) ini akan mendirikan negara Yahudi dan menjadikan umat Yahudi kembali berjaya.
Inilah cita-cita terbesar Israel ingin menguasai Palestina semata-mata untuk menyambut kedatangan Dajjal. Mereka mendirikan negara "Israel Raya" untuk mengembalikan kejayaan Kerajaan Daud yang merupakan masa keemasan Bani Israel di masa lampau. Upaya pertama yang mereka lakukan adalah menduduki Al-Aqsha (Baitul Maqdis) dan menyingkirkian Palestina.
Fakta hari ini berapa banyak perusahaan di dunia dikuasai oleh Yahudi. Teknologi komunikasi, bisnis senjata, penciptaan mata uang elektronik, penundukan negara-negara Arab dan penguasaan sektor-sektor ekonomi. Yahudi menciptakan tatanan dunia baru untuk menyambut Dajjal, Messiah sejati bagi Yahudi.
Itulah sebabnya konflik Palestina-Israel sulit didamaikan. Israel punya misi besar hingga akhir zaman. Kondisi saat ini, Israel dengan sombongnya menunjukkan powernya mengagresi warga Palestina dan ingin menguasi Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsha).
Menurut Pakar ilmu liguistik Arab, Ustaz DR Miftah el-Banjary, istilah Bani Israel, Ibrani, Yahudi, Israel, maupun Zionis, adalah istilah yang berbeda, namun essensinya hampir sama. Karakter dan tabiat mereka suka berbuat kerusakan di muka bumi, licik, culas, jahat, suka mengusir penduduk lain, penjajah dan perusak kemakmuran bangsa lain. Hal ini telah diabadikan di dalam Al-Qur'an dan akan tetap relevan sepanjang zaman.
Sejak masa Nabi Musa (kisaran 1700 SM), Nabi Dawud dan Sulaiman, hingga berdirinya Israel Raya di Tahun 1948 oleh kelompok Zionis, menjadikan sejarah Yahudi selalu dipenuhi oleh sejarah kelam, genosida, pembantaian dan peperangan tanpa henti.
"Mimpi membangun kembali Haikal Sulaiman yang mereka yakini sebagai arah baru kebangkitan kejayaan bangsa Yahudi menjadi ambisi Yahudi Zionis yang ingin kembali merebut tanah negeri Palestina dan mengusir penduduk bangsa Arab," terang Dai lulusan Mesir itu.
Haikal Sulaiman mereka yakini berdiri di atas Masjid Al-Aqsha itulah yang sampai detik ini membuat mereka tetap bersemangat menggali terowongan di bawah masjid yang pernah menjadi kiblat kaum muslimin.
Sejarah Yahudi menggambarkan bangsa yang mengklaim akidah mereka sebagai akidah paling benar dan termulia. Atas dasar ini mereka mencela dan menyerang dengan terang-terangan bangsa lain sekaligus meremehkan kesucian agama lain.
Bani Israil adalah sebutan untuk keturunan Nabi Ya'qub. Nabi Ya'qub memiliki 12 putra yaitu, Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda (Yahuda), Dan, Naftali, Gad, Asyer, Isakhar, Zebulon, Yusuf, dan Benyamin. Keturunan mereka kemudian menjadi 12 suku dalam Bani Israil. Keturunan Yusuf dibagi menjadi dua yaitu Suku Manasye yang merupakan keturunan putra sulung Yusuf dan suku Efraim yang merupakan keturunan putra kedua Yusuf. Istilah bahasa Indonesia "Yahudi" berasal dan merujuk pada putra Nabi Ya'kub bernama Yehuda.
Mereka tinggal menetap di sana selama 400 tahun, hingga kelahiran Nabi Musa 'alaihissalam menyelamatkan Bani Israil keluar dari Mesir seperti yang dikisahkan dalam Kitab Keluaran (Exodus).
Setelah Nabi Musa, bangsa Israel kembali berjaya tatkala dipimpin oleh Raja Talut (Kristen menyebutnya Saul) 1042-1012 SM; Nabi Daud (Kristen menyebutnya David) 1012-972 SM; dan Nabi Sulaiman (Kristen menyebutnya Solomon) 972-932 SM. Ketiga raja itu adalah tokoh sentral kerajaan Bani Israil. Untuk mengetahui kisahnya lihat QS Al-Baqarah Ayat 246-51, dan QS An-Nahl Ayat 15-44.
Dalam Buku "The Diary of Dajjal" karya Noriagaa dan Archenarh disebutkan, kemunculan Dajjal dari dulu sudah ditunggu-tunggu kaum Yahudi. Dajjal (Al-Masih palsu) ini akan mendirikan negara Yahudi dan menjadikan umat Yahudi kembali berjaya.
Inilah cita-cita terbesar Israel ingin menguasai Palestina semata-mata untuk menyambut kedatangan Dajjal. Mereka mendirikan negara "Israel Raya" untuk mengembalikan kejayaan Kerajaan Daud yang merupakan masa keemasan Bani Israel di masa lampau. Upaya pertama yang mereka lakukan adalah menduduki Al-Aqsha (Baitul Maqdis) dan menyingkirkian Palestina.
Fakta hari ini berapa banyak perusahaan di dunia dikuasai oleh Yahudi. Teknologi komunikasi, bisnis senjata, penciptaan mata uang elektronik, penundukan negara-negara Arab dan penguasaan sektor-sektor ekonomi. Yahudi menciptakan tatanan dunia baru untuk menyambut Dajjal, Messiah sejati bagi Yahudi.
Itulah sebabnya konflik Palestina-Israel sulit didamaikan. Israel punya misi besar hingga akhir zaman. Kondisi saat ini, Israel dengan sombongnya menunjukkan powernya mengagresi warga Palestina dan ingin menguasi Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsha).
Umat Pembangkang
Sejak masa lampau kaum Yahudi memang dikenal sebagai umat pembangkang yang suka berbuat kerusakan. Belakangan tindakan semena-mena mereka mengevakuasi paksa warga Palestina dari rumah-rumah dan perkampungan mereka bahkan meluluhlantahkan Gaza dan merusak Masjid Al-Aqsha.Menurut Pakar ilmu liguistik Arab, Ustaz DR Miftah el-Banjary, istilah Bani Israel, Ibrani, Yahudi, Israel, maupun Zionis, adalah istilah yang berbeda, namun essensinya hampir sama. Karakter dan tabiat mereka suka berbuat kerusakan di muka bumi, licik, culas, jahat, suka mengusir penduduk lain, penjajah dan perusak kemakmuran bangsa lain. Hal ini telah diabadikan di dalam Al-Qur'an dan akan tetap relevan sepanjang zaman.
Sejak masa Nabi Musa (kisaran 1700 SM), Nabi Dawud dan Sulaiman, hingga berdirinya Israel Raya di Tahun 1948 oleh kelompok Zionis, menjadikan sejarah Yahudi selalu dipenuhi oleh sejarah kelam, genosida, pembantaian dan peperangan tanpa henti.
"Mimpi membangun kembali Haikal Sulaiman yang mereka yakini sebagai arah baru kebangkitan kejayaan bangsa Yahudi menjadi ambisi Yahudi Zionis yang ingin kembali merebut tanah negeri Palestina dan mengusir penduduk bangsa Arab," terang Dai lulusan Mesir itu.
Haikal Sulaiman mereka yakini berdiri di atas Masjid Al-Aqsha itulah yang sampai detik ini membuat mereka tetap bersemangat menggali terowongan di bawah masjid yang pernah menjadi kiblat kaum muslimin.
Misi Besar Sambut Kedatangan Dajjal
Sejarah panjang bangsa Israel dimulai dalam kurun waktu 4.000 tahun lalu. Hal ini disebut Nurhidayat dalam tesisnya "Kisah Nabi Isa dalam Al-Qur’an (Suatu Kajian Sejarah)" Program Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar 2017.Sejarah Yahudi menggambarkan bangsa yang mengklaim akidah mereka sebagai akidah paling benar dan termulia. Atas dasar ini mereka mencela dan menyerang dengan terang-terangan bangsa lain sekaligus meremehkan kesucian agama lain.
Bani Israil adalah sebutan untuk keturunan Nabi Ya'qub. Nabi Ya'qub memiliki 12 putra yaitu, Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda (Yahuda), Dan, Naftali, Gad, Asyer, Isakhar, Zebulon, Yusuf, dan Benyamin. Keturunan mereka kemudian menjadi 12 suku dalam Bani Israil. Keturunan Yusuf dibagi menjadi dua yaitu Suku Manasye yang merupakan keturunan putra sulung Yusuf dan suku Efraim yang merupakan keturunan putra kedua Yusuf. Istilah bahasa Indonesia "Yahudi" berasal dan merujuk pada putra Nabi Ya'kub bernama Yehuda.
Mereka tinggal menetap di sana selama 400 tahun, hingga kelahiran Nabi Musa 'alaihissalam menyelamatkan Bani Israil keluar dari Mesir seperti yang dikisahkan dalam Kitab Keluaran (Exodus).
Setelah Nabi Musa, bangsa Israel kembali berjaya tatkala dipimpin oleh Raja Talut (Kristen menyebutnya Saul) 1042-1012 SM; Nabi Daud (Kristen menyebutnya David) 1012-972 SM; dan Nabi Sulaiman (Kristen menyebutnya Solomon) 972-932 SM. Ketiga raja itu adalah tokoh sentral kerajaan Bani Israil. Untuk mengetahui kisahnya lihat QS Al-Baqarah Ayat 246-51, dan QS An-Nahl Ayat 15-44.
Lihat Juga :