Imajinasi Barat: Damaskus sebagai Benteng Utama Kristen Timur
Rabu, 28 Agustus 2024 - 05:15 WIB
loading...
Sebagian besar Muslim Suriah tidak melihat orang Kristen Suriah sebagai sesuatu yang berbeda dari diri mereka sendiri. Foto/Ilustrasi: MEE
A
A
A
Awal tahun ini, pembawa acara televisi konservatif AS Tucker Carlson membangkitkan kemarahan lobi Israel dan Zionis Kristen . Ia mempertanyakan dukungan Washington terhadap Israel yang berniat membunuh dan menganiaya orang Kristen Palestina .
Carlson mewawancarai Pendeta Munther Isaac dari Gereja Kristen Lutheran Injili, seorang pendeta dari Bethlehem, dan mencatat kurangnya kesadaran di AS tentang perlakuan terhadap orang Kristen di Tanah Suci .
Carlson pada tahun 2018 sebagai pembawa acara Fox News. Dia menggelar debat di media arus utama AS tentang pembunuhan yang meluas terhadap orang Kristen Suriah . Ia secara teratur mempertanyakan dukungan AS terhadap kelompok-kelompok yang menargetkan orang Kristen di Timur Tengah .
"Dapat dikatakan bahwa perang di Suriah mengangkat penganiayaan terhadap agama Kristen Timur secara keseluruhan, dari Afrika Utara hingga Asia Selatan," tulis Kamal Alam dalam artikelnya berjudul "Why Syria will always be the heartland of Eastern Christianity" yang dilansir Middle East Eye atau MEE pada 26 Agustus 2024.
Baca juga: Perang Salib IX: Berakhirnya Pemerintahan Kristen di Timur Tengah
Penulis dan pengajar yang mengkhususkan diri dalam sejarah militer kontemporer di Timur Tengah ini menukil buku terbaru karya Eugene Rogan berjudul "The Damascus Events: The 1860 Massacre and the Destruction of the Old Ottoman World".
Buku tersebut menyoroti tragedi pembantaian umat Kristen Suriah pada tahun 1860 secara spiritual dan geopolitik, yang mengacaukan hierarki antar-agama negara-negara Ottoman sebelumnya.
Sama seperti saat itu, Damaskus kembali menarik perhatian umat Kristen di seluruh dunia karena pentingnya kota ini sebagai pusat Kekristenan Timur.
Seperti pada tahun 1860, campur tangan dari kekuatan luar - Prancis , Inggris , dan AS - justru membahayakan daripada melindungi koeksistensi umat Kristen dan Muslim selama berabad-abad, seperti halnya dukungan AS terhadap kelompok militan di Suriah saat mereka mulai menargetkan umat Kristen paling makmur (yaitu warga Suriah) di Timur Tengah.
Pengaruh Asing
Buku karya Eugene Rogan ini berfokus pada peristiwa pembantaian ribuan orang Kristen di Damaskus pada tahun 1860 - ketika massa, yang dipicu oleh rumor bahwa orang Kristen akan membalas dendam pada Druze, memasuki kota - dan pecahnya kekacauan di seluruh Levant.
Baca juga: 5 Negara Timur Tengah dengan Penganut Agama Kristen Terbanyak, Ada yang Jadi Mayoritas
Peristiwa ini mengubah arah Timur Tengah, dalam hal meningkatnya campur tangan Barat dalam urusan Levant.
Buku ini juga membahas bagaimana keharmonisan agama yang berbeda di pedalaman Ottoman di Suriah Raya dapat berubah menjadi kekerasan antar-komunal karena provokasi orang asing dan rumor.
Carlson mewawancarai Pendeta Munther Isaac dari Gereja Kristen Lutheran Injili, seorang pendeta dari Bethlehem, dan mencatat kurangnya kesadaran di AS tentang perlakuan terhadap orang Kristen di Tanah Suci .
Carlson pada tahun 2018 sebagai pembawa acara Fox News. Dia menggelar debat di media arus utama AS tentang pembunuhan yang meluas terhadap orang Kristen Suriah . Ia secara teratur mempertanyakan dukungan AS terhadap kelompok-kelompok yang menargetkan orang Kristen di Timur Tengah .
"Dapat dikatakan bahwa perang di Suriah mengangkat penganiayaan terhadap agama Kristen Timur secara keseluruhan, dari Afrika Utara hingga Asia Selatan," tulis Kamal Alam dalam artikelnya berjudul "Why Syria will always be the heartland of Eastern Christianity" yang dilansir Middle East Eye atau MEE pada 26 Agustus 2024.
Baca juga: Perang Salib IX: Berakhirnya Pemerintahan Kristen di Timur Tengah
Penulis dan pengajar yang mengkhususkan diri dalam sejarah militer kontemporer di Timur Tengah ini menukil buku terbaru karya Eugene Rogan berjudul "The Damascus Events: The 1860 Massacre and the Destruction of the Old Ottoman World".
Buku tersebut menyoroti tragedi pembantaian umat Kristen Suriah pada tahun 1860 secara spiritual dan geopolitik, yang mengacaukan hierarki antar-agama negara-negara Ottoman sebelumnya.
Sama seperti saat itu, Damaskus kembali menarik perhatian umat Kristen di seluruh dunia karena pentingnya kota ini sebagai pusat Kekristenan Timur.
Seperti pada tahun 1860, campur tangan dari kekuatan luar - Prancis , Inggris , dan AS - justru membahayakan daripada melindungi koeksistensi umat Kristen dan Muslim selama berabad-abad, seperti halnya dukungan AS terhadap kelompok militan di Suriah saat mereka mulai menargetkan umat Kristen paling makmur (yaitu warga Suriah) di Timur Tengah.
Pengaruh Asing
Buku karya Eugene Rogan ini berfokus pada peristiwa pembantaian ribuan orang Kristen di Damaskus pada tahun 1860 - ketika massa, yang dipicu oleh rumor bahwa orang Kristen akan membalas dendam pada Druze, memasuki kota - dan pecahnya kekacauan di seluruh Levant.
Baca juga: 5 Negara Timur Tengah dengan Penganut Agama Kristen Terbanyak, Ada yang Jadi Mayoritas
Peristiwa ini mengubah arah Timur Tengah, dalam hal meningkatnya campur tangan Barat dalam urusan Levant.
Buku ini juga membahas bagaimana keharmonisan agama yang berbeda di pedalaman Ottoman di Suriah Raya dapat berubah menjadi kekerasan antar-komunal karena provokasi orang asing dan rumor.
Lihat Juga :