Doa Agar Berhenti Mencintai Seseorang
Selasa, 03 September 2024 - 14:46 WIB
loading...
Doa agar berhenti mencintai seseorang. Ilustrasi: SINDOnews
A
A
A
Doa agar berhenti mencintai seseorang bisa dilakukan jika mencintai itu melanggar syariat . Cinta adalah masalah hati. Rasulullah SAW pernah memberikan gambaran, “Sesungguhnya hati bani Adam yang berada di antara dua jari Dzat Yang Maha-Rahman itu bagaikan satu hati saja. Dia selalu mengubah-ubahnya sesuai dengan kehendak-Nya,” (HR al-Tirmidzi).
Oleh karena itu, ketika seseorang merasa kesulitan untuk mengendalikan hatinya, maka pasrahkanlah kepada Dzat yang maha-membolak-balikkannya, yakni Allah subhanahu wata'ala.
Melalui doa berikut Rasulullah SAW selalu memohon kepada Allah agar senantiasa diberi keteguhan hati di atas agama-Nya.
Yâ muqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînika
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR al-Nasai’).
Baca juga: Doa-doa Agar Diberi Kemudahan Rezeki
Setelah berdoa itu, Rasulullah SAW kemudian menyambungnya dengan doa dari Al-Qur’an:
Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wahablanâ min ladunka rahmatan innaka anta-l-wahhâb
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha-Pemberi (karunia),” ( QS Ali ‘Imran [3] : 8).
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW berdoa:
Oleh karena itu, ketika seseorang merasa kesulitan untuk mengendalikan hatinya, maka pasrahkanlah kepada Dzat yang maha-membolak-balikkannya, yakni Allah subhanahu wata'ala.
Melalui doa berikut Rasulullah SAW selalu memohon kepada Allah agar senantiasa diberi keteguhan hati di atas agama-Nya.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yâ muqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînika
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR al-Nasai’).
Baca juga: Doa-doa Agar Diberi Kemudahan Rezeki
Setelah berdoa itu, Rasulullah SAW kemudian menyambungnya dengan doa dari Al-Qur’an:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wahablanâ min ladunka rahmatan innaka anta-l-wahhâb
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha-Pemberi (karunia),” ( QS Ali ‘Imran [3] : 8).
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW berdoa:
Lihat Juga :