Jika Paus Pemimpin Umat Katolik, Lantas Siapa Pemimpin Umat Islam Seluruh Dunia?
Kamis, 05 September 2024 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Perang Dunia I pecah di tahun 1914, Kekhalifahan Utsmani bergabung dengan Blok Sentral bersama Kekaisaran Jerman, Austria-Hungaria, Bulgaria, dan lain-lain.
Mereka menghadapi Blok Sekutu yakni Perancis, Imperium Britania Raya, Kekaisaran Rusia, Italia, Amerika Serikat, Liga Balkan, Kerajaan Hejaz (kini Arab Saudi), dan lain-lain.
Kekhalifahan Usmani makin goyah dengan terbitnya gerakan nasionalisme di kalangan masyarakat Arab. Meski begitu, rezim Utsmani masih mencoba bertahan untuk meredam mereka dengan bantuan Jerman.
Sayangnya kala itu, masyarakat Arab juga mendapat sokongan besar dari Prancis. Perang yang berlangsung pada tanggal 19-25 September 1918 itu berakhir dengan kemenangan untuk Blok Sekutu. Dengan demikian Kekhalifahan Usmani juga kehilangan banyak teritori penting di Timur Tengah.
Utsmani yang telah menderita banyak kekalahan lantas mulai terkikis dengan kemunculan kekuatan kaum nasionalis Turki. Pada akhirnya, Kekhalifahan Utsmani dibubarkan pada 1 November 1922.
Khalifah terakhir, Mehmed VI, meninggalkan bekas daerah kekuasaannya 16 hari berselang. Majelis Agung Nasional Turki kemudian mendeklarasikan berdirinya Republik Turki pada 29 Oktober 1923 dengan Ankara sebagai ibukotanya.
Sejak itu, golongan elite pendukung kekhalifahan sudah tak punya kekuatan lagi. Upaya meyakinkan orang-orang Turki agar kekhalifahan kembali tegak direpresi dengan mudah oleh kubu nasionalis atas nama intervensi asing dan ancaman bagi keamanan nasional.
Baca juga: Ruang Lingkup Tugas-Tugas Khalifah Menurut Surat Al-Hajj Ayat 40
Mereka menghadapi Blok Sekutu yakni Perancis, Imperium Britania Raya, Kekaisaran Rusia, Italia, Amerika Serikat, Liga Balkan, Kerajaan Hejaz (kini Arab Saudi), dan lain-lain.
Kekhalifahan Usmani makin goyah dengan terbitnya gerakan nasionalisme di kalangan masyarakat Arab. Meski begitu, rezim Utsmani masih mencoba bertahan untuk meredam mereka dengan bantuan Jerman.
Sayangnya kala itu, masyarakat Arab juga mendapat sokongan besar dari Prancis. Perang yang berlangsung pada tanggal 19-25 September 1918 itu berakhir dengan kemenangan untuk Blok Sekutu. Dengan demikian Kekhalifahan Usmani juga kehilangan banyak teritori penting di Timur Tengah.
Utsmani yang telah menderita banyak kekalahan lantas mulai terkikis dengan kemunculan kekuatan kaum nasionalis Turki. Pada akhirnya, Kekhalifahan Utsmani dibubarkan pada 1 November 1922.
Khalifah terakhir, Mehmed VI, meninggalkan bekas daerah kekuasaannya 16 hari berselang. Majelis Agung Nasional Turki kemudian mendeklarasikan berdirinya Republik Turki pada 29 Oktober 1923 dengan Ankara sebagai ibukotanya.
Sejak itu, golongan elite pendukung kekhalifahan sudah tak punya kekuatan lagi. Upaya meyakinkan orang-orang Turki agar kekhalifahan kembali tegak direpresi dengan mudah oleh kubu nasionalis atas nama intervensi asing dan ancaman bagi keamanan nasional.
Baca juga: Ruang Lingkup Tugas-Tugas Khalifah Menurut Surat Al-Hajj Ayat 40
(wid)
Lihat Juga :