UAS Ceritakan Sejarah Kalender Hijriyah dan Kisah Hijrah Nabi yang Menakjubkan
Rabu, 26 Agustus 2020 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Tiba-tiba air menetes ketika terjaga. "Kenapa engkau menangis wahai Abu Bakar ?" Abu Bakar berkata: "Ada binatang berbisa menyengatku dari dalam lubang dan aku tak bisa menahan air mata saking sakitnya."
Itulah pengorbanan Sayyidina Abu Bakar untuk baginda Rasulullah SAW yang dicatat dalam sejarah Islam. Kalau pengorbanan kita tidak ada apa-apanya dibanding beliau.
Pertanyaannya, siapa yang mengantar makanan ke Jabal Tsur? Makanannya dibawa oleh Sayyidatuna Asma'. Siapa yang menyampaikan berita ini? Sayyidina Abdullah anak Sayyidina Abu Bakar . Sayyidina Abdullah malam-malam tidur di atas, menjelang pagi turun ke bawah.
"Malam-malam ke atas sampaikan berita wahai Rasulullah , berita hiruk pikuk di Mekkah yang membully si anu. Di bawah ada penjaga, kalau ada musuh naik ke atas kasih tanda. Yang menjaga namanya Sayyidina Amir bin Fuhairah. Yang menemani di atas Sayyidina Abu Bakar . Yang membawa makanan Sayyidatuna Asma'. Yang membawa berita Sayyidina Abdullah. Penunjuk jalan Ibnu Uraiqith. Pelajaran apa yang bisa kita ambil? Job description," terang UAS.
Berangkat Menuju Madinah
Ahad Malam (malam Senin), Nabi SAW dan Sayyidina Abu Bakar meninggalkan Jabal Tsur menuju Yatsrib (Madinah). Jalan yang ditempuh bukan jalan biasa, tetapi jalan luar biasa yang tidak biasa dilewati manusia. Yang mengerti jalan itu Ibnu Uraiqith, agamanya musyrik non muslim. Sepakat semua ahli sirah bahwa penunjuk jalan itu non muslim.
"Apa pelajaran dari sini? Boleh berteman dengan non muslim. Boleh memakai jasa non muslim selama tidak membahayakan agama. Siapa yang bilang ini beda agamanya pancung kepalanya? Tidak begitu. Ente baca buku sejarah yang nulis siapa?" kata UAS.
Pelan-pelan mereka naik unta selama 8 hari 8 malam. Ketika dalam perjalanan, tiba-tiba dari kejauhan tampak debu naik ke atas. Apabila debu gurun pasir naik ke atas berarti ada orang mengejar dari belakang dengan kuda yang sangat kencang.
Ketika mendekati Nabi yang saat itu naik unta, tiba-tiba kaki kuda terperosok ke dalam pasir jatuh berguling. Seumur hidup penungga kuda itu tidak pernah jatuh dari kuda karena dia adalah pembunuh bayaran namanya Suraqah bin Malik. Ketika jatuh dia berkata: "Aku belum pernah jatuh seumur hidup naik kuda. Sekali ini jatuh, maka aku yakin engkau bukan manusia biasa, apa yang ingin kau minta dariku?" kata Suraqah.
Nabi SAW berkata: "Sembunyikan berita tentang kami, dan pulanglah engkau ke Mekkah".
Akhirnya Suraqah kembali ke Mekkah dengan membawa iman. Padahal dari rumah membawa kekafiran niatnya memancung dan membunuh Nabi Muhammad SAW karena dijanjikan 100 ekor unta. Kalau 1 unta dihargai Rp70 juta, coba kalikan 100 ekor berapa uangnya.
Suraqah mendapat hidayah ketika bertemu Nabi SAW. Dia pulang membawa keimanan. Apa pelajaran dari sini? Aku berangkat ingin memancung kepala Nabi Muhammad SAW , tapi aku tinggalkan 100 ekor unta karena aku melihat kebenaran.
Singkat cerita, Nabi SAW dan Sayyidina Abu Bakar pun selamat sampai di Madinah disambut kaum Anshar dan Muhajirin. Di Madinah, Rasulullah SAW pertama kali mendirikan Masjid yang kini kita kenal dengan Masjid Nabawi.
Demikian sejarah penanggalan kalender Hijriyah dan kisah Hijrah Nabi Muhamamad SAW yang menakjubkan. Semoga dengan bergantinya tahun ini dapat membawa perubahan dan kebangkitan bagi umat. (Baca Juga: Membaca Ulang Hijrah Nabi sebagai Pijakan Permulaan Kalender Hijriah )
Wallahu Ta'ala A'lam
Itulah pengorbanan Sayyidina Abu Bakar untuk baginda Rasulullah SAW yang dicatat dalam sejarah Islam. Kalau pengorbanan kita tidak ada apa-apanya dibanding beliau.
Pertanyaannya, siapa yang mengantar makanan ke Jabal Tsur? Makanannya dibawa oleh Sayyidatuna Asma'. Siapa yang menyampaikan berita ini? Sayyidina Abdullah anak Sayyidina Abu Bakar . Sayyidina Abdullah malam-malam tidur di atas, menjelang pagi turun ke bawah.
"Malam-malam ke atas sampaikan berita wahai Rasulullah , berita hiruk pikuk di Mekkah yang membully si anu. Di bawah ada penjaga, kalau ada musuh naik ke atas kasih tanda. Yang menjaga namanya Sayyidina Amir bin Fuhairah. Yang menemani di atas Sayyidina Abu Bakar . Yang membawa makanan Sayyidatuna Asma'. Yang membawa berita Sayyidina Abdullah. Penunjuk jalan Ibnu Uraiqith. Pelajaran apa yang bisa kita ambil? Job description," terang UAS.
Berangkat Menuju Madinah
Ahad Malam (malam Senin), Nabi SAW dan Sayyidina Abu Bakar meninggalkan Jabal Tsur menuju Yatsrib (Madinah). Jalan yang ditempuh bukan jalan biasa, tetapi jalan luar biasa yang tidak biasa dilewati manusia. Yang mengerti jalan itu Ibnu Uraiqith, agamanya musyrik non muslim. Sepakat semua ahli sirah bahwa penunjuk jalan itu non muslim.
"Apa pelajaran dari sini? Boleh berteman dengan non muslim. Boleh memakai jasa non muslim selama tidak membahayakan agama. Siapa yang bilang ini beda agamanya pancung kepalanya? Tidak begitu. Ente baca buku sejarah yang nulis siapa?" kata UAS.
Pelan-pelan mereka naik unta selama 8 hari 8 malam. Ketika dalam perjalanan, tiba-tiba dari kejauhan tampak debu naik ke atas. Apabila debu gurun pasir naik ke atas berarti ada orang mengejar dari belakang dengan kuda yang sangat kencang.
Ketika mendekati Nabi yang saat itu naik unta, tiba-tiba kaki kuda terperosok ke dalam pasir jatuh berguling. Seumur hidup penungga kuda itu tidak pernah jatuh dari kuda karena dia adalah pembunuh bayaran namanya Suraqah bin Malik. Ketika jatuh dia berkata: "Aku belum pernah jatuh seumur hidup naik kuda. Sekali ini jatuh, maka aku yakin engkau bukan manusia biasa, apa yang ingin kau minta dariku?" kata Suraqah.
Nabi SAW berkata: "Sembunyikan berita tentang kami, dan pulanglah engkau ke Mekkah".
Akhirnya Suraqah kembali ke Mekkah dengan membawa iman. Padahal dari rumah membawa kekafiran niatnya memancung dan membunuh Nabi Muhammad SAW karena dijanjikan 100 ekor unta. Kalau 1 unta dihargai Rp70 juta, coba kalikan 100 ekor berapa uangnya.
Suraqah mendapat hidayah ketika bertemu Nabi SAW. Dia pulang membawa keimanan. Apa pelajaran dari sini? Aku berangkat ingin memancung kepala Nabi Muhammad SAW , tapi aku tinggalkan 100 ekor unta karena aku melihat kebenaran.
Singkat cerita, Nabi SAW dan Sayyidina Abu Bakar pun selamat sampai di Madinah disambut kaum Anshar dan Muhajirin. Di Madinah, Rasulullah SAW pertama kali mendirikan Masjid yang kini kita kenal dengan Masjid Nabawi.
Demikian sejarah penanggalan kalender Hijriyah dan kisah Hijrah Nabi Muhamamad SAW yang menakjubkan. Semoga dengan bergantinya tahun ini dapat membawa perubahan dan kebangkitan bagi umat. (Baca Juga: Membaca Ulang Hijrah Nabi sebagai Pijakan Permulaan Kalender Hijriah )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :