Nabi Palsu: Dari Mirza Ghulam Ahmad si Nabi Kecil sampai Joseph Smith
Jum'at, 13 September 2024 - 17:46 WIB
loading...
Mirza Gulan Ahmad yang diklaim pengikutnya sebagai nabi kecil. Foto: Ist
A
A
A
DIzaman modern ini terdapat beberapa orang pengaku kenabian . "Kehadiran mereka tidak memiliki dampak seperti yang diharapkan dari yang benar-benar Nabi dan Rasul , namun mereka mempunyai pengikut," tulis Nurcholish Madjid dalam artikelnya berjudul "Konsep Muhammad SAW sebagai Penutup Para Nabi Implikasinya dalam Kehidupan Sosial serta Keagamaan" dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah".
Di India pernah muncul Mirza Ghulam Ahmad yang dipandang oleh para pengikutnya (versi Qadianis, dan bukan bersi Lahore) sebagai seorang Nabi. Namun dalam beberapa penjelasan terdapat penegasan bahwa kenabian Mirza adalah jenis "kenabian kecil" (minor prophethood), karena ia hanya bertugas meneruskan dan menghidupkan kembali pesan suci Nabi besar Muhammad SAW . Keterangan mengenai hal ini dari seorang tokoh gerakan Ahmadiyah terbaca demikian:
Baca juga: Implikasi Nabi Muhammad Penutup Segala Nabi Menurut Nurcholish Madjid
Klaim Hazra Mirza Ghulam Ahmad adalah bahwa Tuhan telah membangkitkan dia untuk membimbing dan memberi petunjuk umat manusia; bahwa dia adalah al-Masih yang diramalkan dalam Hadis Nabi Besar (Muhammad SAW) dan Mahdi yang dijanjikan dalam sabda-sabda (Nabi Muhammad saw); bahwa nubuwat (ramalan suci) yang termuat dalam berbagai kitab suci agama tentang tampilnya seorang utusan Tuhan pada zaman akhir juga telah dipenuhi dalam dirinya.
Bahwa Tuhan telah membangkitkannya untuk membela dan menyebarluaskan Islam di zaman kita. Bahwa Tuhan telah memberinya karunia pemahaman mendalam tentang al-Qur'an, dan mewahyukan kepada dia maknanya dan kebenarannya yang paling mendalam. Bahwa Dia telah mewahyukan kepadanya berbagai rahasia hidup salih. Dengan karyanya, pesannya, dan teladannya, dia mengagungkan Nabi Besar (Muhammad SAW) dan membuktikan keunggulan Islam atas agama-agama yang lain.
Joseph Smith
Di Amerika muncul seorang bernama Joseph Smith, yang oleh para pengikutnya dari Kristen sekte "The Church of Jesus Christ of Latter-Day Saint" (kaum "Mormon") juga dianggap sebagai Nabi.
Hanya saja, sama halnya dengan hubungan Mirza dengan Nabi MuhammadSAW, Smith pun mengaku "hanya" meneruskan dan menghidupkan kembali ajaran Isa al-Masih as, khususnya berkenaan dengan kitab sucinya yang "hilang," yang disampaikan oleh Isa al-Masih kepada penghuni kuno kedua benua Amerika (Utara dan Selatan), yaitu Buku Mormon (The Book of Mormon). Suatu penuturan dalam pengantar Buku Mormon itu terbaca demikian:
Buku Mormon adalah suatu jilid dari kitab suci yang sebanding dengan Bibel. Ia merupakan catatan urusan Tuhan dengan penghuni kuna kedua benua Amerika dan, sebagaimana Bibel, memuat pemenuhan gospel yang abadi.
Baca juga: Bukti Nabi Muhammad Penutup Para Nabi dan Rasul Menurut Nurcholish Madjid
Di India pernah muncul Mirza Ghulam Ahmad yang dipandang oleh para pengikutnya (versi Qadianis, dan bukan bersi Lahore) sebagai seorang Nabi. Namun dalam beberapa penjelasan terdapat penegasan bahwa kenabian Mirza adalah jenis "kenabian kecil" (minor prophethood), karena ia hanya bertugas meneruskan dan menghidupkan kembali pesan suci Nabi besar Muhammad SAW . Keterangan mengenai hal ini dari seorang tokoh gerakan Ahmadiyah terbaca demikian:
Baca juga: Implikasi Nabi Muhammad Penutup Segala Nabi Menurut Nurcholish Madjid
Klaim Hazra Mirza Ghulam Ahmad adalah bahwa Tuhan telah membangkitkan dia untuk membimbing dan memberi petunjuk umat manusia; bahwa dia adalah al-Masih yang diramalkan dalam Hadis Nabi Besar (Muhammad SAW) dan Mahdi yang dijanjikan dalam sabda-sabda (Nabi Muhammad saw); bahwa nubuwat (ramalan suci) yang termuat dalam berbagai kitab suci agama tentang tampilnya seorang utusan Tuhan pada zaman akhir juga telah dipenuhi dalam dirinya.
Bahwa Tuhan telah membangkitkannya untuk membela dan menyebarluaskan Islam di zaman kita. Bahwa Tuhan telah memberinya karunia pemahaman mendalam tentang al-Qur'an, dan mewahyukan kepada dia maknanya dan kebenarannya yang paling mendalam. Bahwa Dia telah mewahyukan kepadanya berbagai rahasia hidup salih. Dengan karyanya, pesannya, dan teladannya, dia mengagungkan Nabi Besar (Muhammad SAW) dan membuktikan keunggulan Islam atas agama-agama yang lain.
Joseph Smith
Di Amerika muncul seorang bernama Joseph Smith, yang oleh para pengikutnya dari Kristen sekte "The Church of Jesus Christ of Latter-Day Saint" (kaum "Mormon") juga dianggap sebagai Nabi.
Hanya saja, sama halnya dengan hubungan Mirza dengan Nabi MuhammadSAW, Smith pun mengaku "hanya" meneruskan dan menghidupkan kembali ajaran Isa al-Masih as, khususnya berkenaan dengan kitab sucinya yang "hilang," yang disampaikan oleh Isa al-Masih kepada penghuni kuno kedua benua Amerika (Utara dan Selatan), yaitu Buku Mormon (The Book of Mormon). Suatu penuturan dalam pengantar Buku Mormon itu terbaca demikian:
Buku Mormon adalah suatu jilid dari kitab suci yang sebanding dengan Bibel. Ia merupakan catatan urusan Tuhan dengan penghuni kuna kedua benua Amerika dan, sebagaimana Bibel, memuat pemenuhan gospel yang abadi.
Baca juga: Bukti Nabi Muhammad Penutup Para Nabi dan Rasul Menurut Nurcholish Madjid
Lihat Juga :