alexametrics

Kisah Budak Hitam yang Bakal Menjadi Raja di Surga

loading...
Kisah Budak Hitam yang Bakal Menjadi Raja di Surga
Syeikh Ibnu Atho'illah memberi kunci agar menghasilkan takwa yang sempurna yaitu dengan mengubur eksistensi, ego dan keterkenalan. Foto Ilustrasi/Istimewa
Ulama besar Syeikh Ibnu Atho'illah As-Sakandari (wafat 1309) mengungkap sebuah kunci agar dapat menghasilkan buah takwa yang sempurna, yang dengan itu bisa mengantarkan seseorang masuk surga. Beliau juga menceritakan kisah seorang budak hitam yang akan menjadi raja di surga sebagaimana diulas dalam kitabnya berjudul 'Al-Hikam'.

Dikisahkan, dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu (RA) berkata, "Ketika kami di majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW), tiba-tiba Nabi SAW bersabda: 'Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang salat bersama kamu.' Abu Hurairah berkata: 'Aku berharap semoga akulah orang yang ditunjuk oleh Rasulullah SAW itu. Maka pagi-pagi aku salat di belakang Rasulullah SAW dan tetap tinggal di majelis setelah orang-orang pulang.

Tiba-tiba ada seorang budak hitam berpakaian compang-camping datang menjabat tangan Rasulullah SAW sambil berkata: 'Wahai Nabi Allah! Doakan semoga aku mati syahid.' Maka Rasulullah SAW berdoa, sedang kami mencium bau kasturi dari badannya.



Kemudian aku bertanya: 'Apakah orang itu wahai Rasulullah? Jawab Nabi SAW: Ya benar. Ia seorang budak dari Bani fulan. Abu Hurairah berkata: 'Mengapa engkau tidak membeli dan memerdekakannya wahai Nabi Allah? Jawab Nabi: 'Bagaimana aku akan dapat berbuat demikian, sedangkan Allah akan menjadikannya seorang raja di surga. Wahai Abu Hurairah! Sesungguhnya di surga itu ada raja dan orang-orang terkemuka, dan ini salah seorang raja dan terkemuka.'

Kemudian Nabi Muhammad SAW memberitahu kepada sahabat tentang orang-orang yang dimuliakan dan diridhai Allah Ta'ala. Wahai Abu Hurairah! Sesungguhnya Allah mengasihi, mencintai makhluknya yang suci hati, yang samar, yang bersih, yang terurai rambut, yang kempes perut kecuali dari hasil yang halal. Apabila akan masuk kepada raja tidak diizinkan, bila meminang wanita bangsawan tidak akan diterima, bila tidak ada tidak dicari, bila hadir tidak dihiraukan, bila sakit tidak dijenguk, bahkan ia meninggal tidak dihadiri jenazahnya.

Para sahabat pun penasaran dan bertanya: 'Tunjukkan kepada kami wahai Rasulullah salah seorang dari mereka? Jawab Nabi: Dia adalah Uwais Al-Qorny, seorang berkulit coklat, lebar kedua bahunya, tingginya agak sedang dan selalu menundukkan kepalanya sambil membaca Alqur'an, tidak terkenal di bumi tetapi terkenal di langit. Andaikan ia bersungguh-sungguh memohon sesuatu kepada Allah pasti diberinya. Di bawah bahu kirinya berbekas. Wahai Umar dan Ali! Jika kamu bertemu padanya, maka mintalah kepadanya supaya memohonkan ampun untukmu. Demikian sabda Nabi kepada para sahabat.

Menurut Syeikh Ibnu Atho'illah, seseorang tidak akan mampu mengenal siapa dirinya kecuali Allah memberi petunjuk dan perlindungan. Kunci agar dapat menghasilkan buah takwa yang sempurna adalah dengan mengubur eksistensi, ego dan keterkenalan.

Sebab, tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya bagi seorang yang beramal, daripada menginginkan kedudukan dan popularitas pergaulannya di tengah-tengah masyarakat. Dan ini termasuk keinginan hawa nafsu.

Dalam satu hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang merendahkan diri, maka Allah akan memuliakannya dan barang siapa yang sombong, Allah akan menghinanya."

Ibrahim bin Adham RA berkata: "Tidak benar tujuan kepada Allah, siapa yang ingin terkenal". Kemudian Ayyub as-Asakhtiyani RA berkata: "Demi Allah, tidak ada seorang hamba yang sungguh-sungguh ikhlas pada-Nya, melainkan ia merasa senang, gembira jika ia tidak mengetahui kedudukan dirinya."

Dari Mu'adz bin Jabal, Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya sedikit riya' itu sudah termasuk syirik. Dan barangsiapa yang memusuhi wali Allah, maka telah memusuhi Allah. Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa yang tersembunyi (tidak terkenal), yang bila tidak ada, tidak dicari dan bila hadir tidak dipanggil dan tidak dikenal. Hati mereka bagai pelita hidayah, mereka terhindar dari segala kegelapan dan kesukaran".
(rhs)
cover top ayah
اِنَّ الَّذِيۡنَ اتَّقَوۡا اِذَا مَسَّهُمۡ طٰۤٮِٕفٌ مِّنَ الشَّيۡطٰنِ تَذَكَّرُوۡا فَاِذَا هُمۡ مُّبۡصِرُوۡنَ‌ۚ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

(QS. Al-A’raf:201)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak