Mungkinkah Israel Kalahkan Lebanon? Hizbullah Bukan Lagi Gerakan Gerilya Murni

Jum'at, 20 September 2024 - 14:49 WIB
loading...
A A A
“Israel akan berada dalam posisi yang dirugikan jika mereka melancarkan invasi darat ke Lebanon,” kata Karim Emile Bitar, profesor hubungan internasional di l’Université Saint-Joseph de Beyrouth.

“Hizbullah mengetahui wilayah ini dengan lebih baik dan telah dilatih melalui partisipasinya dalam perang di Suriah.

“Mereka bukan lagi gerakan gerilya murni, melawan pendudukan. Mereka juga merupakan organisasi yang mampu melancarkan serangan,” lanjut Bitar.

Baca juga: Bagaimana Sistem Komunikasi Pager Hizbullah Meledak di Lebanon?

Namun, ia menambahkan: “Dalam hal pertahanan terhadap teknologi baru dan serangan siber, mereka jelas lebih lemah dibandingkan Israel.”

Pelaporan baru dari situs web Al Monitor menunjukkan bahwa perangkat ini telah dirancang untuk dirusak guna mengantisipasi aksi militer yang lebih luas, bukan untuk serangan acak kemarin.

“Sumber Al-Monitor menekankan bahwa ini bukanlah rencana awal dan bukan pula tindakan yang disukai pemerintah Israel, dan memilih untuk menyimpan operasi semacam itu untuk konflik besar-besaran,” kata Al Monitor.

Triumfalisme yang Berbahaya

Editorial di media Israel seperti The Jerusalem Post, yang merayakan “kekacauan di barisan [Hizbullah]”, menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap superioritas militer dan teknologi Israel.

Namun mereka juga mengisyaratkan adanya keraguan atas respons yang tak terelakkan dari pihak lawan, yang sejauh ini mampu bertahan melawan kekuatan yang dianggap oleh banyak orang di Israel sebagai militer elitnya.

Namun, meski sebagian masyarakat umum mungkin khawatir, menurut mantan duta besar Israel Alon Pinkas, mereka yang berada dalam kepemimpinan politik yang mendorong serangan terhadap Lebanon akan menjadi lebih berani dengan serangan tersebut.

Baca juga: Teknologi Sudah Makin Maju, Mengapa Hizbullah Masih Memakai Pager?

“Orang-orang idiot mengira hidup adalah film James Bond,” katanya melalui teks.

“Mereka harus membalas,” kata Nicholas Blanford, pakar Hizbullah di Dewan Atlantik tentang pilihan kelompok tersebut.

“Saya pikir akan ada banyak tekanan akar rumput dari basis pendukung, dari para pejuang Hizbullah,” bahkan mereka yang tidak terkena dampak langsung, untuk membalas apa yang disebut Blanford sebagai serangan “yang belum pernah terjadi sebelumnya”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
3 Janji Allah SWT dalam...
3 Janji Allah SWT dalam Al Quran untuk Bani Israel, 2 Sudah Terbukti
Rekomendasi
Suara Bawah Air Terkeras...
Suara Bawah Air Terkeras Terdengar dari Lokasi Paling Terpencil di Bumi
Kerangka yang Diyakini...
Kerangka yang Diyakini Biksu dari Abad 16 Ternyata Wanita Suku Aztec
Ikan Jatuh dari Langit...
Ikan Jatuh dari Langit Picu Kebakaran Hutan?
Artikel Terkini
Jangan Asal Olahraga!...
Jangan Asal Olahraga! Ini 9 Adab Berolahraga dalam Islam
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Khotbah Jumat : Ada...
Khotbah Jumat : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Tradisi Lebaran Anak...
Tradisi Lebaran Anak Yatim di Hari Asyura, Dari Mana Asalnya?
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Infografis
Hizbullah Kembali Gagalkan...
Hizbullah Kembali Gagalkan Serangan Darat Israel ke Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved