Sedekah kepada Suami, Perempuan Mendapat Dua Pahala Sekaligus

Kamis, 27 Agustus 2020 - 16:08 WIB
loading...
Sedekah kepada Suami,...
Istri yang bersedekah kepada suaminya mendapat dua pahala sekaligus, yaitu pahala (menyambung) kerabat dan pahala sedekah. Foto ilustrasi/ist
A A A
Sedekah yang utama adalah yang diberikan kepada kerabat terdekat. Karena itu, seorang perempuan atau istri boleh memberikan sedekah kepada suaminya.

Bahkan, dia boleh mengeluarkan zakatnya untuk suaminya apabila suaminya termasuk orang yang berhak memperolehnya. Artinya, suaminya termasuk orang yang tersebut dalam firman Allah Ta'ala, sebagai berikut :

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

"Sesungguhnya sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang terlilit hutang, untuk fi sabilillah, dan ibnusabil (musafir)." (QS At-Taubah: 60)

Bersedekah kepada suami, tercantum dalam hadis yang diriwayatkan dari Zainab ats-Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Wahai kaum wanita bersedekahlah kamu sekalian walaupun dari perhiasanmu.” Kemudian Zainab kembali bertutur , “Saya pulang menemui Abdullah bin Mas’ud (suamiku), dan menyatakan, “Sesungguhnya engkau laki-laki yang sedikit penghasilannya sedangkan Rasulullah SAW memerintahkan kami bersedekah maka datangilah dan bertanyalah kepada beliau. Kalau boleh, saya bersedekah kepadamu dan kalau tidak boleh saya berikan kepada orang lain.’’ (Baca juga : Amalan dan Cara Sedekahnya Kaum Perempuan )

Abdullah berkata, ‘’Kamu sendirilah yang datang kepada beliau.’’ Maka saya pun berangkat ke tempat Rasulullah SAW dan di sana ada seorang perempuan Anshar yang berada di pintu beliau untuk menyampaikan permasalahan yang sama.

Zainab diizinkan masuk. Ia bertanya, "Wahai Nabiyullah! Engkau hari ini memerintah kami bersedekah. Aku memiliki perhiasan dan ingin menyedekahkannya. Namun, Ibnu Mas'ud menganggap bahwa dirinya dan anaknya adalah orang yang paling pantas memperoleh sedekahku."

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Benar kata Ibnu Mas'ud. Suami dan anakmu adalah orang yang paling pantas mendapatkan sedekahmu tersebut." (HR. Bukhari)

Bersedekah kepada suami merupakan bagian penting yang harus diperhatikan oleh seorang istri. Sedekah yang dikeluarkan oleh istri kepada suaminya tidak hanya akan menumbuhkan jalinan yang harmonis dengan Allah Ta'ala juga menjadi sebab terjalinnya hubungan yang mesra dengan suami dan anggota keluarganya.

Ketika seorang istri bersedekah kepada suaminya, ia mendapatkan dua pahala, seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di atas, “Bagi kedua wanita itu mendapatkan dua pahala , yaitu pahala (menyambung) kerabat dan pahala sedekah.” (Muttafaqun ‘alaih).

Selain itu, ketika seorang istri bersedekah kepada suaminya sesungguhnya ia telah merealisasikan hikmah dan tujuan dari pernikahan yang membuat tali ikatan pernikahan semakin kuat dan kokoh.

Di antara tujuan dan hikmah pernikahan adalah mengatur hubungan laki-laki dengan perempuan berdasarkan asas pertukaran hak, saling menolong dan saling kerja sama yang produktif dalam suasana cinta kasih dan perasaan saling menghormati yang lain.

Oleh karena itu, bila seorang istri hendak bersedekah perhatikan dulu suaminya apakah ia layak disedekahi atau tidak sebelum bersedekah kepada orang lain. Karena bersedekah kepada suami yang fakir harus diutamakan sebelum bersedekah kepada yang lainnya. (Baca juga : Sikap Umar Bin Khattab dalam Menjaga Kemuliaan Perempuan )

Sedekah kepada Anak

Kemudian, istri juga diperbolehkan bersedekah kepada anak-anaknya. Zainab ats-Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas’ud, biasa memberikan infak kepada Abdullah dan anak-anak yatim yang berada dalam pengasuhannya. Zainab berkata kepada Abdullah, "Tanyakan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, apakah boleh bagiku memberikan infak kepadamu dan kepada anak-anak yatim yang dalam asuhanku?"

Abdullah berkata, "Kamu saja yang bertanya kepada Rasulullah."

Kemudian Zainab pergi ke tempat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Di depan pintu aku menjumpai seorang wanita dari kalangan Anshar. Keperluannya sama dengan keperluanku. Ketika itu Bilal melewati kami. Kami pun memanggilnya dan meminta kepadanya, "Tanyakan kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, apakah boleh bagiku memberikan infak kepada suamiku dan kepada anak-anak yatimku yang dalam asuhanku?" Kami juga berpesan, "Jangan engkau beritahu kepada Nabi siapa kami berdua."

Bilal pun masuk ke tempat Nabi dan bertanya kepada beliau. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bertanya, "Siapa dua wanita yang bertanya itu?"

Bilal menjawab, "Zainab."

"Zainab yang mana?"tanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Bilal menjawab, "Istri Abdullah"

"Ya, boleh. Dia akan mendapatkan pahala karena menyambung hubungan kekerabatan dan pahala sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Suatu ketika Ummul Mukminin, Ummu Salamah radhiyallahu anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, "Apakah aku mendapatkan pahala apabila aku memberikan infak kepada anak-anak Abu Salamah? Mereka itu anak-anakku sendiri."

Rasulullah bersabda, "Berilah infak kepada mereka. Engkau akan mendapatkan pahala karena memberikan infak kepada mereka.
" (HR.Bukhari dan Muslim)

Demikianlah, sedekah kepada kerabat dekat yang memerlukannya adalah yang utama, termasuk kepada suami dan anak, bilamana mereka berada dalam kondisi yang disyaratkan untuk diberi sedekah. (Baca juga : Taubatnya Perempuan yang Sering Menangis Bila Menyebut Asma Allah )

Memotivasi suami agar bersemangat mencari nafkah untuk keluarga merupakan bagian dari sedekah juga yang layak diperhatikan dan dilakukan seorang istri.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Nanti Malam Takbiran,...
Nanti Malam Takbiran, Muslimah Boleh Lho Ikutan!
Pengin Cantik Alami?...
Pengin Cantik Alami? 6 Amalan Ini Bisa Diamalkan Kaum Muslimah
7 Amalan Wanita Haid...
7 Amalan Wanita Haid di Hari Lebaran, Sayang untuk Dilewatkan!
3 Hal Harus Dihindari...
3 Hal Harus Dihindari Kaum Wanita saat Merayakan Idulfitri, Apa Itu?
Sedang Haid Tapi Ingin...
Sedang Haid Tapi Ingin Dapat Lailatul Qadar? Tenang, Ini 10 Amalannya!
Rekomendasi
Arkeolog Temukan Bukti...
Arkeolog Temukan Bukti Baru tentang Koloni Roanoke yang Hilang
Bagaimana Lautan Berada...
Bagaimana Lautan Berada di Bumi Terkuak, Ini Penjelasan Ilimiahnya
Jenis Anjing Pelacak...
Jenis Anjing Pelacak yang Dipakai Polisi untuk Bongkar Kejahatan
Artikel Terkini
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved