Sikap Umar Bin Khattab dalam Menjaga Kemuliaan Perempuan

loading...
Sikap Umar Bin Khattab dalam Menjaga Kemuliaan Perempuan
Kaum perempuan terkadang tak menyadari bahwa mereka bisa memfitnah laki-laki dengan keindahan busana yang dikenakan meskipun ia berbusana syari karena syetan terlalu lihai dalam menggoda anak Adam. Foto ilustrasi/ist
Siapa yang tidak kenal dengan sosok Umar bin Khattab ? Sosok shahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ini dijuluki Al-Faruq, yakni orang yang dapat membedakan kebenaran dari kebatilan, serta berjuang dalam menegakkan kebenaran dan memberantas kebatilan itu.

Dengan perangainya yang keras dan tegas, terutama dalam medan jihad, Umar bin Khattab pun dijuluki 'singa padang pasir', begitu disegani dan ditakuti oleh musuh-musuhnya. Namun bagaimanapun keras tabiatnya, Umar merupakan pribadi yang lemah lembut terhadap istri dan kaum perempuan.

Sang Amirul Mukminin itu pernah berkata, “Pada masa jahiliyah, perempuan itu tak ada harganya bagi kami. Sampai akhirnya Islam datang dan menyatakan bahwa perempuan itu sederajat dengan laki-laki.”

Perempuan itu sangat penting dalam Islam. Islam memosisikan perempuan dengan begitu mulia, karena generasi gemilang akan lahir dari rahimnya. Sebagai penghormatan kepada perempuan, Umar bin Khattab selalu mengingatkan, perempuan harus selalu dilindungi dari berbagai hal yang tidak baik, termasuk fitnah akan dirinya. (Baca juga : Taubatnya Perempuan yang Sering Menangis Bila Menyebut Asma Allah )

Dalam kitab 'Fathul Qadir' dikisahkan, Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata,

اسْتَعِيْنُوْا عَلَى النِّسَاءِ بِالْعُرَى إِنَّ إِحْدَاهُنَّ إِذَا كَثُرَتْ ثِيَابُهَا وَحَسُنَتْ زِيْنَتُهَا أَعْجَبُهَا الْخُرُوْجُ

“Bimbinglah para wanita dalam berpakaian. Sesungguhnya salah seorang dari mereka apabila telah memiliki banyak pakaian dan perhiasan yang bagus, maka akan membuat ia senang keluar rumah.”

Nasehat Umar bin Khattab ini, karena ia sangat mengerti bagaimana fitnah perempuan merupakan perkara dahsyat yang menimpa kaum laki-laki sebagaimana hal ini telah dikabarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagaimana penuturan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, di antara godaan (fitnah) besar perempuan yaitu dalam hal berpakaian, busana, dan tampilan diri yang memesona bagi laki-laki asing yang bukan mahramnya. Penampilan yang jauh dari kriteria busana syar’i , seperti memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, terbuka aurat yang seharusnya tertutup, memakai wewangian saat keluar rumah, dan sebagainya yang intinya membuat kaum pria tertarik padanya. (Baca juga : Peran dan Doa Istri Menjadi Penolong Suami )

Kaum perempuan terkadang tak menyadari bahwa mereka bisa memfitnah laki-laki dengan keindahan busana yang dikenakan meskipun ia berbusana syar’i karena setan terlalu lihai dalam menggoda anak Adam. Maka Islam memperbolehkan perempuan keluar rumah selagi ada kebutuhan dengan berbakaian syar’i dan bukan pakaian untuk mempercantik diri sehingga tidak menjadi godaan laki-laki.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ،فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka setan akan mengiringinya.” (HR. At-Tirmidzi)

Sebagai muslimah, hendaklah meniatkan hatinya untuk berpenampilan bersahaja ketika keluar rumah. Tidak berlebih-lebihan dalam mengenakan pakaian, apalagi perhiasan yang kadang membuat orang lain tertarik. Tidak berbangga dengan pakaiannya serta sederhana sehingga terlihat tawadhu. Hindari wewangian saat keluar rumah. Karena perkara ini sangat mengundang petaka.

Dari riwayat Yahya bin Ja’dah,ia berkata:

“Di masa pemerintahan ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu mencium bau harum dari perempuan tersebut, maka ‘Umar pun memukulnya dengan tongkat. Setelah itu beliau radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kalian para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah dari rumah dengan tidak memakai wewangian.” (HR. Abdurrazaq dalam al-Mushannaf) (Baca juga : Sang Suami Harus Cemburu pada Istrinya )

Demikianlah sikap Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu dalam menjaga kaum perempuan ini. Semoga Allah Ta'ala senantiasa menjaga kaum perempuan ini dari fitnah tersebut.

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
اَفَاَمِنَ اَهۡلُ الۡـقُرٰٓى اَنۡ يَّاۡتِيَهُمۡ بَاۡسُنَا بَيَاتًا وَّهُمۡ نَآٮِٕمُوۡنَؕ‏
Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?

(QS. Al-A’raf:97)
cover bottom ayah
preload video