Nabi Muhammad Dikenal dalam Sosiologi Agama sebagai Nabi Bersenjata
Senin, 23 September 2024 - 11:12 WIB
loading...
Salah satu karakteristik historis agama Islam ialah kesuksesan yang cepat luar biasa dalam ekspansi militer dan politik. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Cendekiawan muslim, Nurcholish Madjid atau Cak Nur (1939-2005) mengatakan salah satu karakteristik historis agama Islam ialah kesuksesan yang cepat luar biasa dalam ekspansi militer dan politik .
Seperti halnya dengan Nabi Musa as dan beberapa Nabi yang lain, Nabi Muhammad dikenal dalam sosiologi agama sebagai "nabi bersenjata" (armed prophet).
"Akan tetapi jauh melampaui prestasi Nabi Musa as, Nabi Muhammad SAW berhasil merampungkan hal-hal yang berlipat ganda lebih besar dari yang dirampungkan oleh Nabi Musa dan generasi berikutnya sampai Nabi Daud as ," ujar Nurcholish Madjid dalam buku berjudul "Islam Doktrin dan Peradaban" (Paramadina, 1992).
Baca juga: Sikap Nabi Muhammad Terhadap Perkara Baru Dalam Agama
Ketika Rasulullah SAW wafat, praktis seluruh Jazirah Arabia telah tunduk kepada Madinah , dan hanya selang beberapa tahun saja sesudah itu wilayah kekuasaan politik Islam meluas sampai meliputi daerah inti peradaban manusia saat itu.
Ada indikasi bahwa ekspansi militer ke luar Jazirah Arabia itu mula-mula dilakukan dalam keadaan terpaksa dan untuk tujuan pertahanan diri.
Ini bisa dilihat bahwa salah satu yang mendorong Muslim keluar Jazirah Arabia dan mengadakan berbagai ekspedisi militer ialah karena berita-berita yang telah beredar saat-saat terakhir hidup Nabi bahwa orang-orang Byzantium yang telah merasa terancam oleh munculnya gerakan Islam itu telah menyiapkan pasukan yang sangat besar di perbatasan utara untuk menghancurkan masyarakat Islam.
Bahkan sebelum wafatnya, Rasulullah SAW telah sempat mengirim ekspedisi militer ke sana. Ekspedisi yang dikirim Nabi itu kemudian ditafsirkan sebagai semacam wasiat yang harus dilaksanakan, dan itulah permulaan sekalian ekspedisi dan ekspansi militer yang terjadi selanjutnya.
Akan tetapi dinamika gerakan perluasan itu kemudian seperti tidak dapat dikekang, dan dalam tempo amat singkat umat Islam menguasai sepenuhnya "daerah beradab" yang membentang dari Lautan Atlantik di barat sampai Gurun Gobi di timur.
Baca juga: 3 Aspek dalam Al-Qur'an sebagai Bukti Kebenaran Nabi Muhammad SAW
Seperti halnya dengan Nabi Musa as dan beberapa Nabi yang lain, Nabi Muhammad dikenal dalam sosiologi agama sebagai "nabi bersenjata" (armed prophet).
"Akan tetapi jauh melampaui prestasi Nabi Musa as, Nabi Muhammad SAW berhasil merampungkan hal-hal yang berlipat ganda lebih besar dari yang dirampungkan oleh Nabi Musa dan generasi berikutnya sampai Nabi Daud as ," ujar Nurcholish Madjid dalam buku berjudul "Islam Doktrin dan Peradaban" (Paramadina, 1992).
Baca juga: Sikap Nabi Muhammad Terhadap Perkara Baru Dalam Agama
Ketika Rasulullah SAW wafat, praktis seluruh Jazirah Arabia telah tunduk kepada Madinah , dan hanya selang beberapa tahun saja sesudah itu wilayah kekuasaan politik Islam meluas sampai meliputi daerah inti peradaban manusia saat itu.
Ada indikasi bahwa ekspansi militer ke luar Jazirah Arabia itu mula-mula dilakukan dalam keadaan terpaksa dan untuk tujuan pertahanan diri.
Ini bisa dilihat bahwa salah satu yang mendorong Muslim keluar Jazirah Arabia dan mengadakan berbagai ekspedisi militer ialah karena berita-berita yang telah beredar saat-saat terakhir hidup Nabi bahwa orang-orang Byzantium yang telah merasa terancam oleh munculnya gerakan Islam itu telah menyiapkan pasukan yang sangat besar di perbatasan utara untuk menghancurkan masyarakat Islam.
Bahkan sebelum wafatnya, Rasulullah SAW telah sempat mengirim ekspedisi militer ke sana. Ekspedisi yang dikirim Nabi itu kemudian ditafsirkan sebagai semacam wasiat yang harus dilaksanakan, dan itulah permulaan sekalian ekspedisi dan ekspansi militer yang terjadi selanjutnya.
Akan tetapi dinamika gerakan perluasan itu kemudian seperti tidak dapat dikekang, dan dalam tempo amat singkat umat Islam menguasai sepenuhnya "daerah beradab" yang membentang dari Lautan Atlantik di barat sampai Gurun Gobi di timur.
Baca juga: 3 Aspek dalam Al-Qur'an sebagai Bukti Kebenaran Nabi Muhammad SAW
Lihat Juga :