Ini Mengapa Karier Utsman bin Affan di Militer Tak Sehebat Ali bin Abi Thalib

Senin, 30 September 2024 - 14:47 WIB
loading...
A A A
Utsman berangkat dan ia mendapat perlindungan (jaminan) dari Usman bin Sa'id. Ia berusaha hendak meyakinkan Quraisy agar membolehkan Nabi Muhammad memasuki Baitulharam. Tetapi pihak Quraisy tidak setuju kaum Muslimin memasuki Makkah tahun ini dengan cara paksa.

Lama juga Utsman di Makkah mencari jalan agar antara Quraisy dengan pihak Muslimin dapat menempuh jalan damai. Akan tetapi pihak Muslimin mengira bahwa Quraisy telah melakukan pengkhianatan dan pelanggaran dengan membunuh utusan mereka di bulan suci itu.

Baca juga: Kisah Penuntutan Balas Kematian Utsman untuk Gulingkan Khalifah Ali bin Abi Thalib

Mereka gelisah, terutama Rasulullah lebih gelisah dari sahabat-sahabatnya yang lain. "Kita tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum kita menghadapi mereka," katanya.

Ia memanggil sahabat-sahabatnya dan mereka segera menyatakan ikrar kepadanya dengan Ikrar Ridwan (Bai'atur-Ridwan) bahwa mereka akan menghadapi kaum kafir Quraisy dan tidak akan lari biar sampai mereka mati. Sesudah ikrar selesai, Rasulullah menepukkan sebelah tangannya ke tangan yang sebelah lagi untuk ikrar Utsman seolah ia ikut hadir bersama-sama mereka.

Sementara mereka sedang bersiap-siap menghadapi perang itu terbetik berita bahwa Utsman tidak dibunuh. Utsman pun kemudian muncul dan melaporkan kepada Rasulullah hasil pembicaraannya dengan pihak Quraisy.

Sudah jelas buat Rasulullah, Quraisy sudah yakin bahwa kedatangan kaum muslimin itu untuk melakukan umrah, dan tak ada maksud hendak berperang. Tetapi mereka khawatir akan kehilangan wibawa di kalangan orang-orang Arab kalau pihak Muslimin memasuki Makkah tahun ini juga dengan cara paksa.

Lalu perdamaian diadakan atas hasil perundingan Utsman dengan utusan Quraisy yang berakhir dengan Perjanjian Hudaibiyah.

Dengan demikian tercapai persetujuan antara kedua pihak. Pada tahun itu Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya meninggalkan Makkah dan berencana kembali pada tahun berikutnya, untuk dapat tinggal di sana selama tiga hari berziarah ke Baitullah dan memuliakan kesuciannya.

Baca juga: Ini Mengapa Rasulullah Memberi Julukan Si Tanah kepada Ali Bin Abi Thalib
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Kisah Sahabat Nabi Berbuka...
Kisah Sahabat Nabi Berbuka Puasa : Keisengan Biji Kurma Ali bin Abi Thalib
Rahasia Rezeki Menurut...
Rahasia Rezeki Menurut Ali bin Abi Thalib
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Uwais Al-Qarni, Pemuda Miskin yang Terkenal di Langit
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Karamah Salman Al Farisi
Salman Al Farisi : Sahabat...
Salman Al Farisi : Sahabat Nabi SAW, Ahli Perang dari Iran
Rekomendasi
BMKG Sebut Cilacap Berpotensi...
BMKG Sebut Cilacap Berpotensi Diterjang Tsunami 10 Meter
Pluvial Carnian Fenomena...
Pluvial Carnian Fenomena Hujan 2 Juta Tahun Lalu di Bumi Terungkap
Masuk ke Sumur Neraka...
Masuk ke Sumur Neraka Yaman, Penjelajah Gua Temukan Mahluk Tak Terduga
Artikel Terkini
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved