Sedikit tentang Paham Asyari yang Banyak Dianut Muslim Indonesia

Selasa, 01 Oktober 2024 - 09:37 WIB
loading...
Sedikit tentang Paham...
Abu al-Hasan Ali al-Asyari. Foto: Ist
A A A
SEBAGIAN besar kaum Muslimin Indonesia, jika tidak seluruhnya, adalah menganut paham Asyari di bidang akidah . Pertama, karena Islam di Indonesia beraliran Sunni , sehingga tidak menganut akidah Syiah atau Muktazilah . Kedua, karena Islam di Indonesia bermazhab Syafi'i dan seperti di mana-mana, kaum Syafi'i kebanyakan menganut akidah Asy'ari.

Ini berbeda dengan kaum Sunni bermazhab Hanafi (di Asia Daratan) yang kebanyakan menganut akidah Maturidi, dan dari kaum Sunni bermazhab Hanbali (di Arabia) yang tidak menganut Asy'ari maupun Maturidi, melainkan mempunyai aliran sendiri khas Hanbali.

Pembela paling tegas paham Sunnah (lengkapnya, Ahl Sunnah wa al-Jama'ah -- baca: "Ahlusunnah waljama'ah") di negeri kita, yaitu Nahdlatul Ulama , dalam muktamarnya di Situbondo akhir 1984 yang lalu merumuskan dan menegaskan bahwa paham Sunnah ialah paham yang dalam 'akidah menganut al-Asy'ari atau al-Maturidi.

Baca juga: Biografi Abu Hasan Al-Asy'ari, Imam Besar Ahli Sunnah Wal Jamaah

Sedangkan kelompok-kelompok lain, seperti Muhammadiyah sebagai yang pertama-tama dan terbesar, yang biasanya oleh Nahdlatul Ulama' dipandang sebagai tidak tegas berpaham Ahl al-Sunnah wa al jama'ah (namun sebenarnya dalam banyak hal malah sangat Sunni), juga masih tetap menganut al-Asy'ari dalam 'akidah, tanpa banyak mengambil alih kritik para pemikir modernis Islam seperti Muhammad Abduh, ataupun pemikir reformis seperti Ibnu Taimiyyah dan, apalagi, Muhammad ibn 'Abd-al-Wahhab, terhadap beberapa segi paham Asy'ari itu.

Lalu, siapa sejatinya paham Asy'ari itu?

Nurcholish Madjid atau Cak Nur dalam bukunya berjudul "Islam Doktrin dan Peradaban" (Yayasan Paramadina) menjelaskan jika disebut paham Asy'ari, kita maksudkan keseluruhan penjabaran simpul (akidah) atau simpul-simpul ('aqa'id) kepercayaan Islam dalam Ilmu Kalam yang bertitik tolak dari rintisan seorang tokoh besar pemikir Islam, Abu al-Hasan 'Ali al-Asy'ari . Beliau berasal dari Basrah, Iraq, yang lahir pada 260 H/873 M dan wafat pada 324 H/935 M.

Jadi dia tampil sekitar satu abad setelah Imam al-Syafi'i (wafat pada 204 H/819 M), atau setengah abad setelah al-Bukhari (wafat pada 256 H./870 M.) dan hidup beberapa belas tahun sezaman dengan pembukuan hadis yang terakhir dari tokoh yang enam, yaitu al-Tirmidzi (wafat pada 279 H/892 M).

Baca juga: Sejarah Lahirnya Aliran Muktazilah, Tokoh dan Ajarannya

Dengan kata lain, al-Asy'ari tampil pada saat-saat konsolidasi paham Sunnah di bidang hukum atau fikih, dengan pembukuan hadis yang menjadi bagian mutlaknya, telah mendekati penyelesaian. Dan penampilan al-Asy'ari membuat lengkap sudah konsolidasi paham Sunnah itu, yaitu dengan penalaran ortodoksnya di bidang keimanan atau akidah.

Penalaran al-Asy'ari disebut ortodoks karena lebih setia kepada sumber-sumber Islam sendiri seperti Kitab Allah dan Sunnah Nabi daripada penalaran kaum Muktazilah dan para Failasuf.

Meskipun mereka ini semuanya, dalam analisa terakhir, harus dipandang secara sebenarnya tetap dalam lingkaran Islam, namun, dalam pengembangan argumen-argumen bagi paham yang mereka bangun, mereka sangat banyak menggunakan bahan-bahan falsafah Yunani.

Baca juga: Ketika Ilmu Kalam Tak Lagi Menjadi Monopoli Kaum Muktazilah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Rekomendasi
Inti Bumi Berputar Lambat,...
Inti Bumi Berputar Lambat, Ilmuwan Klaim 1 Hari Akan Bertambah Panjang
Ajaib, Ini Objek Foto...
Ajaib, Ini Objek Foto Tertua di Dunia
Topeng dari Giok Berusia...
Topeng dari Giok Berusia 1.700 Tahun Ditemukan di Piramida Maya
Artikel Terkini
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Infografis
Terkait Dunia Penerbangan,...
Terkait Dunia Penerbangan, 4 Penemuan BJ Habibie yang Diakui Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved