Ini 3 Jenis Rudal yang Digunakan Iran untuk Menyerang Israel
Rabu, 02 Oktober 2024 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Massa hulu ledak juga telah dikurangi dari 1.000 menjadi 650 kg, meningkatkan jangkauan rudal dari 1.200 menjadi hampir 2.000 kilometer.
Rudal Ghadr memiliki desain hulu ledak "botol bayi" yang dibentuk ulang, meningkatkan aerodinamika dan presisi. Hulu ledak yang didesain ulang, dikombinasikan dengan sistem pemandu yang lebih canggih, mengurangi probabilitas kesalahan melingkar (CEP) dari 2.500 menjadi 100-300 meter.
Rudal Emad
Sedangkan rudal balistik Emad merupakan versi perbaikan dari Ghadr, dengan panduan dan akurasi yang ditingkatkan, diuji dan mulai digunakan pada akhir tahun 2015.
Rudal ini memiliki hulu ledak yang dapat bermanuver. Dengan desain baru dan sirip di dasarnya, memungkinkannya rudal ini untuk diarahkan ke sasaran setelah memasuki kembali atmosfer. Menurut pejabat militer Iran, rudal ini mampu memandu dan mengendalikan hingga ke titik jatuhnya rudal, menjadikannya rudal berpemandu presisi pertama Iran.
Baca juga: Iran Luncurkan Rudal Hipersonik Fattah, Bisa Gempur Israel dalam 400 Detik?
Rudal Emad menggunakan bahan bakar cair, memiliki panjang 15,5 meter, massa 1.750 kg, jangkauan 1.700 km, dan CEP 50 meter.
Rudal Hipersonik Fattah
Rudal hipersonik Fattah-1 diresmikan Juni lalu dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh mendiang Presiden Ebrahim Raisi, kepala IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami, dan komandan kedirgantaraan IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.
Dinamai Fattah (berarti "pembuka") oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, rudal ini merupakan roket dua tahap berpemandu presisi yang ditenagai oleh bahan bakar padat.
Dengan jangkauan 1.400 km, Fattah-1 tergolong rudal balistik jarak menengah, yang mampu menargetkan entitas Zionis dari sudut mana pun di Iran barat. Kecepatan terminalnya adalah Mach 13 hingga 15 (16.000 hingga 18.500 kilometer per jam), tiga kali lebih cepat dari batas bawah kecepatan hipersonik (Mach 5).
Rudal Ghadr memiliki desain hulu ledak "botol bayi" yang dibentuk ulang, meningkatkan aerodinamika dan presisi. Hulu ledak yang didesain ulang, dikombinasikan dengan sistem pemandu yang lebih canggih, mengurangi probabilitas kesalahan melingkar (CEP) dari 2.500 menjadi 100-300 meter.
Rudal Emad
Sedangkan rudal balistik Emad merupakan versi perbaikan dari Ghadr, dengan panduan dan akurasi yang ditingkatkan, diuji dan mulai digunakan pada akhir tahun 2015.
Rudal ini memiliki hulu ledak yang dapat bermanuver. Dengan desain baru dan sirip di dasarnya, memungkinkannya rudal ini untuk diarahkan ke sasaran setelah memasuki kembali atmosfer. Menurut pejabat militer Iran, rudal ini mampu memandu dan mengendalikan hingga ke titik jatuhnya rudal, menjadikannya rudal berpemandu presisi pertama Iran.
Baca juga: Iran Luncurkan Rudal Hipersonik Fattah, Bisa Gempur Israel dalam 400 Detik?
Rudal Emad menggunakan bahan bakar cair, memiliki panjang 15,5 meter, massa 1.750 kg, jangkauan 1.700 km, dan CEP 50 meter.
Rudal Hipersonik Fattah
Rudal hipersonik Fattah-1 diresmikan Juni lalu dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh mendiang Presiden Ebrahim Raisi, kepala IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami, dan komandan kedirgantaraan IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.
Dinamai Fattah (berarti "pembuka") oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, rudal ini merupakan roket dua tahap berpemandu presisi yang ditenagai oleh bahan bakar padat.
Dengan jangkauan 1.400 km, Fattah-1 tergolong rudal balistik jarak menengah, yang mampu menargetkan entitas Zionis dari sudut mana pun di Iran barat. Kecepatan terminalnya adalah Mach 13 hingga 15 (16.000 hingga 18.500 kilometer per jam), tiga kali lebih cepat dari batas bawah kecepatan hipersonik (Mach 5).
Lihat Juga :