Mengapa Pergaulan Bebas Dilarang dalam Islam? Begini Penjelasan Al Qur'an

Kamis, 10 Oktober 2024 - 10:17 WIB
loading...
A A A
Allah Ta'ala berfirman :

وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا يَزۡنُونَۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ يَلۡقَ أَثَامٗا


“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat.” (QS al-Furqan: 68)

Dalam ayat Al-Qur'an tersebut, Allah menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa. Hukumannya adalah kekal dalam azab yang berat dan dilipatgandakan, selama pelakunya tidak membersihkan diri darinya dengan cara bertobat, beriman, dan beramal saleh.

Seks bebas atau zina adalah jalan terburuk karena merupakan kebinasaan, kehancuran, dan kehinaan di dunia serta siksaan di akhirat. Sementara itu, keberuntungan ada pada kemampuan menjaga kesucian diri. Tidak ada jalan menuju keberuntungan kecuali dengan menjaga kesucian.

Karena perilaku seks bebas yang keji ini berawal dari pandangan mata, Allah mendahulukan perintah memalingkan pandangan mata daripada perintah menjaga kemaluan. Banyak musibah besar yang berasal dari pandangan mata, ibarat kobaran api yang besar yang berasal dari bunga api. Mulanya hanya pandangan, kemudian khayalan, lalu langkah nyata, dan setelah itu, tindak kejahatan besar berupa seks bebas alias zina.

Allah berfirman :

قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ وَيَحۡفَظُواْ فُرُوجَهُمۡۚ ذَٰلِكَ أَزۡكَىٰ لَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ ٣٠ وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ …


“Katakanlah kepada para laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangan dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangan dan memelihara kemaluan mereka….” (QS an-Nur: 30—31)

Baca juga: Mengenal Khalwat dan Ikhtilat, Tata Cara Berinteraksi dalam Islam

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Waria: Kaum yang Mendapat...
Waria: Kaum yang Mendapat Laknat dalam Perspektif Agama
Bagaimana Syariat Mengatur...
Bagaimana Syariat Mengatur Kehidupan Waria Sehari-hari?
Ustaz Maulana : Menyusui,...
Ustaz Maulana : Menyusui, Bentuk Penghormatan Bagi Seorang Ibu
Hukum Merayakan Tahun...
Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi, Umat Islam Wajib Tahu!
Batas Toleransi Beragama...
Batas Toleransi Beragama yang Harus Dijaga, Begini Penjelasannya
Rekomendasi
Ilisionis Sebut Lokasi...
Ilisionis Sebut Lokasi Tabut Perjanjian Suci yang Pernah Diburu Adolf Hitler
Perhitungan Isaac Newton...
Perhitungan Isaac Newton Tentang Kiamat pada Tahun 2060
China Berhasil Abadikan...
China Berhasil Abadikan Ledakan Bintang Paling Terang di Alam Semesta
Artikel Terkini
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved