David Hearst: Israel Membabi Buta Menuju Kehancurannya Sendiri
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimanapun, para Zionis religius mengklaim Yerusalem membentang hingga Damaskus.
Satu-satunya tanggapan yang akan ditimbulkan oleh rencana ini adalah perang permanen di semua lini oleh setiap orang di dunia Arab. Mereka yang tetap berada di pinggir lapangan hari ini, tidak akan melakukannya besok. Mereka akan dipermalukan dan bertindak.
Hanya masalah waktu sebelum perang ini terjadi dan taktik ini melibatkan setiap negara yang terancam oleh serangan hukuman Israel dan perbatasannya yang terus meluas.
Pada waktunya nanti, ujar David Hearst, Yordania akan membatalkan perjanjian damai dengan Israel. Iran dan Hizbullah akan berjuang untuk hidup mereka.
"Butuh beberapa pekan bagi Amerika untuk menggulingkan Taliban pada tahun 2001 dan 20 tahun lagi bagi Taliban untuk memaksa mereka pergi," tulis David Hearst.
Butuh waktu tiga minggu untuk merobohkan patung Saddam Hussein di Baghdad pada bulan April 2003 dan delapan tahun lagi bagi peran tempur AS di Irak untuk berakhir dengan aib dan kekalahan.
Baca juga: Indahnya Akhlak Islam Ketika Perang, Beda dengan Israel yang Membabi Buta
Menurut David Hearst, ini bukanlah preseden yang menyenangkan untuk sebuah perang, yang akan melibatkan lebih dari sekadar penggulingan rezim yang tidak populer dan represif di Afghanistan dan Irak. Perang ini akan melibatkan identitas Sunni dan Syiah di Suriah, Yordania, Irak, dan Iran.
Perang ini akan menjadi eksistensial bagi semua yang terlibat. "Ini akan menjadi perang sampai akhir," ujarnya.
Apakah akan berakhir dengan penaklukan atau mundur? "Saya tidak yakin Israel memiliki kapasitas lagi untuk menghitung ulang, untuk berhenti dan berpikir ulang, saat ia melangkah secara membabi buta menuju kehancurannya sendiri," demikian David Hearst.
Baca juga: Membabi Buta Gempur Jalur Gaza, Ini Daftar Dosa Israel Langgar Hukum Perang
Satu-satunya tanggapan yang akan ditimbulkan oleh rencana ini adalah perang permanen di semua lini oleh setiap orang di dunia Arab. Mereka yang tetap berada di pinggir lapangan hari ini, tidak akan melakukannya besok. Mereka akan dipermalukan dan bertindak.
Hanya masalah waktu sebelum perang ini terjadi dan taktik ini melibatkan setiap negara yang terancam oleh serangan hukuman Israel dan perbatasannya yang terus meluas.
Pada waktunya nanti, ujar David Hearst, Yordania akan membatalkan perjanjian damai dengan Israel. Iran dan Hizbullah akan berjuang untuk hidup mereka.
"Butuh beberapa pekan bagi Amerika untuk menggulingkan Taliban pada tahun 2001 dan 20 tahun lagi bagi Taliban untuk memaksa mereka pergi," tulis David Hearst.
Butuh waktu tiga minggu untuk merobohkan patung Saddam Hussein di Baghdad pada bulan April 2003 dan delapan tahun lagi bagi peran tempur AS di Irak untuk berakhir dengan aib dan kekalahan.
Baca juga: Indahnya Akhlak Islam Ketika Perang, Beda dengan Israel yang Membabi Buta
Menurut David Hearst, ini bukanlah preseden yang menyenangkan untuk sebuah perang, yang akan melibatkan lebih dari sekadar penggulingan rezim yang tidak populer dan represif di Afghanistan dan Irak. Perang ini akan melibatkan identitas Sunni dan Syiah di Suriah, Yordania, Irak, dan Iran.
Perang ini akan menjadi eksistensial bagi semua yang terlibat. "Ini akan menjadi perang sampai akhir," ujarnya.
Apakah akan berakhir dengan penaklukan atau mundur? "Saya tidak yakin Israel memiliki kapasitas lagi untuk menghitung ulang, untuk berhenti dan berpikir ulang, saat ia melangkah secara membabi buta menuju kehancurannya sendiri," demikian David Hearst.
Baca juga: Membabi Buta Gempur Jalur Gaza, Ini Daftar Dosa Israel Langgar Hukum Perang
(mhy)
Lihat Juga :