David Hearst: Israel Membabi Buta Menuju Kehancurannya Sendiri
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 16:58 WIB
loading...
David Hearst: BBC secara rutin merujuk pada jumlah korban tewas warga sipil seperti yang diklaim oleh Hamas. Foto: Ist
A
A
A
UPAYA terbaru Presiden AS Joe Biden untuk membatasi pengepungan dan kelaparan di Gaza utara mengikuti jejak upayanya yang gagal untuk menghentikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu , menduduki Rafah. Ia kemudian mengancam akan menghentikan pengiriman bom berat.
"Ancamannya tidak menghentikan pasokan senjata atau mencegah pendudukan penuh perbatasan dengan pembantaian harian," tulis David Hearst dalam artikelnya berjudul "An ever expanding Israel will pave the way for its demise".
Salah satu pendiri dan pemimpin redaksi Middle East Eye ini menlanjutnya Program Pangan Dunia mengatakan bahwa semua bantuan telah dihentikan masuk ke Gaza utara selama 16 hari, tetapi Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan menteri pertahanan telah memberi mereka waktu 30 hari lagi sebelum mereka akan memulai "penilaian ulang" bantuan militer.
"Dari perspektif kemanusiaan, batas waktu 30 hari pada dasarnya adalah hukuman mati, terutama bagi mereka di Gaza utara yang menghadapi kelaparan," Natasha Hall, seorang peneliti senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS), mengatakan kepada Middle East Eye.
Baca juga: 4 Dampak Buruk bagi AS Terlalu Membabi Buta Membela Israel
Israel Kecil, Israel Raya
Jika rencana Israel untuk Gaza utara berhasil dibersihkan dari rakyat Palestina, Lebanon selatan akan menjadi sasaran berikutnya.
Meir Ben Shabbat, mantan penasihat keamanan nasional dan kepala staf keamanan nasional, mengatakan Israel memiliki tiga pilihan dalam operasinya saat ini di Lebanon: menciptakan zona keamanan di bawah kendali militer Israel, menawarkan penyelesaian politik yang akan memungkinkan Israel untuk menegakkan rezim baru di perbatasan, atau mengosongkan tanah di sepanjang perbatasan.
Shabbat lebih menyukai alternatif terakhir: "Penegakan hukum di zona penyangga akan dilakukan oleh Israel melalui kombinasi intelijen dan tembakan. Keuntungan dari alternatif ini adalah biaya penegakan hukum yang relatif rendah dan fakta bahwa hal itu dapat dilakukan secara rutin tanpa dilema yang serius."
Keuntungan lainnya adalah pesan yang disampaikannya: terorisme terhadap Israel menyebabkan hilangnya wilayah.
"Serang Israel kecil dan Anda akan mendapatkan Israel Raya," katanya.
Sama seperti para pemimpin awal Israel, Ben Gurion, Levi Eshkol dan Yitzhak Rabin menggunakan penaklukan wilayah sebagai sarana untuk menghukum mereka yang menyerang Israel, dan kekalahan serta hilangnya tanah menyebabkan kesepakatan damai dengan Mesir dan Yordania, maka Israel sekarang harus menggunakan taktik yang sama di Lebanon dan Suriah, demikian desakan tersebut.
Baca juga: David's Sling dan Arrow Pelindung Israel dari Serangan Membabi Buta Iran
"Ancamannya tidak menghentikan pasokan senjata atau mencegah pendudukan penuh perbatasan dengan pembantaian harian," tulis David Hearst dalam artikelnya berjudul "An ever expanding Israel will pave the way for its demise".
Salah satu pendiri dan pemimpin redaksi Middle East Eye ini menlanjutnya Program Pangan Dunia mengatakan bahwa semua bantuan telah dihentikan masuk ke Gaza utara selama 16 hari, tetapi Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan menteri pertahanan telah memberi mereka waktu 30 hari lagi sebelum mereka akan memulai "penilaian ulang" bantuan militer.
"Dari perspektif kemanusiaan, batas waktu 30 hari pada dasarnya adalah hukuman mati, terutama bagi mereka di Gaza utara yang menghadapi kelaparan," Natasha Hall, seorang peneliti senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS), mengatakan kepada Middle East Eye.
Baca juga: 4 Dampak Buruk bagi AS Terlalu Membabi Buta Membela Israel
Israel Kecil, Israel Raya
Jika rencana Israel untuk Gaza utara berhasil dibersihkan dari rakyat Palestina, Lebanon selatan akan menjadi sasaran berikutnya.
Meir Ben Shabbat, mantan penasihat keamanan nasional dan kepala staf keamanan nasional, mengatakan Israel memiliki tiga pilihan dalam operasinya saat ini di Lebanon: menciptakan zona keamanan di bawah kendali militer Israel, menawarkan penyelesaian politik yang akan memungkinkan Israel untuk menegakkan rezim baru di perbatasan, atau mengosongkan tanah di sepanjang perbatasan.
Shabbat lebih menyukai alternatif terakhir: "Penegakan hukum di zona penyangga akan dilakukan oleh Israel melalui kombinasi intelijen dan tembakan. Keuntungan dari alternatif ini adalah biaya penegakan hukum yang relatif rendah dan fakta bahwa hal itu dapat dilakukan secara rutin tanpa dilema yang serius."
Keuntungan lainnya adalah pesan yang disampaikannya: terorisme terhadap Israel menyebabkan hilangnya wilayah.
"Serang Israel kecil dan Anda akan mendapatkan Israel Raya," katanya.
Sama seperti para pemimpin awal Israel, Ben Gurion, Levi Eshkol dan Yitzhak Rabin menggunakan penaklukan wilayah sebagai sarana untuk menghukum mereka yang menyerang Israel, dan kekalahan serta hilangnya tanah menyebabkan kesepakatan damai dengan Mesir dan Yordania, maka Israel sekarang harus menggunakan taktik yang sama di Lebanon dan Suriah, demikian desakan tersebut.
Baca juga: David's Sling dan Arrow Pelindung Israel dari Serangan Membabi Buta Iran
Lihat Juga :